
Suster Diana menghampiri Elisa terlihat sangat jelas Elisa yang sedang tersenyum manis sambil memegang botol Parfume tersebut.
"Kenapa kamu tersenyum seperti itu,? apakah kamu sedang merencanakan sesuatu? sangat aneh sekali."
Elisa memilih untuk berlari menghampiri Melinda sambil memegang botol Parfume tersebut.
"Mom, aku ingin parfume iya yaa aku sangat suka sekali aroma nya."
Melinda pun tersenyum sambil mencubit pipi tembem Elisa.
"Boleh sayaaaaang, kamu bisa ambil berapa pun yang kamu inginkan."
Kedekatan Melinda dan Elisa membuat para pegawai bertanya-tanya siapa anak kecil tersebut. Melinda pun mulai memperkenalkan Elisa kepada para pegawai nya.
"Semuanya perkenalkan ini adalah Elisabeth, putri saya yang akan mengisi kehidupan saja sekarang."
Para pegawai pun melihat Elisa yang tanpa ekspresi sama sekali kelihatan sangat sombong.
Setelah memperkenalkan Elisa, Melinda pun memilih untuk masuk ke dalam ruangan nya.
__ADS_1
"Elisa kamu sama Suster Diana yaa, Mommy harus bekerja dulu. Nanti jam istirahat kita pergi bersama ke sekolah kamu yang baru yaa sayaaaaang."
Elisa merasa tidak mau bersama dengan Suster Diana, dan Suster Diana pun tidak bisa memaksa Elisa untuk harus bersama dengan nya.
"Mommy, aku ikut sama Mommy saja yaa. Aku janji tidak akan menggangu Mommy, aku tidak mau bersama dengan Suster Diana. Aku tidak nyaman bersama dengan dia."
Secara tidak langsung Elisa yang memang tidak mau bersama dengan Suster Diana, dan dia bicara di depan Suster Diana.
"Maafkan saya Bu, Elisa yang memang tidak mau bersama dengan saya. Saya tidak bisa memaksa nya."
Lagi-lagi Melinda pun harus mengikuti keinginan Elisa karena baru dua hari mereka bersama, Melinda tidak ingin mengecewakan perasaan Elisa.
Melinda memegang erat tangan mungil Elisa, dan mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan. Febrian memperhatikan mereka berdua, Melinda yang sampai membawa Elisa untuk bekerja.
"Bu Melinda benar-benar sangat sayang sekali dengan Elisa, aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika Putri Belinda itu masih ada bersama dengan nya."
Febrian kembali fokus pada pekerjaan nya, dan Elisa pun merasa sangat bosan ketika dia yang hanya duduk saja. Elisa melihat handphone Melinda dan dia pun merasa sangat menginginkan handphone baru dari Melinda.
"Mommy, bolehkah aku meminjam handphone Mommy sebentar saja. Aku yang merasa sangat bosan sekali Mommy."
__ADS_1
Melinda yang sedang fokus dengan layar laptop nya dia pun langsung memberikan handphone nya kepada Elisa.
"Terimakasih yaa Mommy, semoga Mommy mau membelikan aku handphone yang baru."
Seketika Melinda pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Elisa, yang sudah berani meminta sesuatu kepada dirinya.
"Iya sayang, nanti ya Mommy belikan tapi mulai besok kamu kan sudah sekolah jadi kamu pasti sibuk dengan kegiatan di sekolah."
Elisa merasa jika Melinda yang tidak mau membelikan handphone untuk nya.
"Mommy tidak mau membelikan aku handphone yaa,? padahal uang Mommy kan banyak sekali."
Wajah Elisa yang seketika langsung memerah seperti ingin menangis di hadapan Melinda.
"Mommy pasti belikan sayaang, kamu jangan menangis yaa. Nanti pulang dari sekolah kita beli handphone yang baru yaa sayaaaaang."
Seketika wajah Elisa pun berubah menjadi tersenyum manis.
"Terimakasih banyak Mommy, aku sangat bahagia sekali bisa menjadi anak Mommy."
__ADS_1
Elisa memeluk erat tubuh Melinda dan Melinda pun hanya bisa terdiam saja sambil tersenyum tipis.