Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *202*


__ADS_3

Melinda menyenderkan tubuhnya ke kursi mobil nya dan dia pun mengingat perkataan Robby.


"Aku tidak menyangka jika Robby yang masih menyimpan perasaan terhadap ku, tapi aku yakin benar-benar belum bisa menerima kehadiran nya. Hubungan ku dengan Ronny pun tidak tahu akan seperti apa, sekarang Robby yang mulai kembali mencoba untuk bertanya tentang sebuah perasaan nya."


Melinda menyalakan mesin mobil nya, dia yang lebih memilih untuk kembali ke toko nya.


"Mungkin jika di kantor aku bisa lebih tenang dan lebih merasa nyaman, aku akan lebih baik lagi.


Melinda pun melewati toko suami nya, dia melihat begitu banyak nya pelanggan yang masuk ke dalam toko tersebut. Pemandangan yang tidak seperti biasanya, Melinda merasa sangat terkejut sekali melihat nya.


"Kenapa bisa sampai seperti ini yaa, bisanya toko yang sangat sepi semuanya seakan berbanding terbalik dengan suasana di toko ku."


Melinda menutup kembali kaca jendela mobil nya, dia yang begitu sangat tidak menyenangkan jika toko suaminya bisa lebih sukses dari toko nya.

__ADS_1


"Apakah semua ini karena Ronny yang memakai nama Putri Belinda sedangkan aku yang berganti nama. Ntahlah mungkin memang sudah keberuntungan untuk Ronny, dan sekarang sudah tidak ada lagi berita tentang korban yang ada di gedung nya tersebut."


Melinda menjalankan kembali mobil nya, dan Ronny seperti melihat mobil Melinda. Kebetulan Ronny yang sedang berada di kantor pos satpam.


"Itu seperti Melinda, mobil nya mirip dengan punya Melinda. Tapi sepertinya itu tidak mungkin, Melinda sudah tidak mungkin ingin melihat toko ku ini."


Rizal menghampiri Ronny yang seperti sedang memandangi sesuatu, dia pun duduk di samping Ronny.


"Ada apa Ronny, seperti nya kamu yang sedang memandangi sesuatu?. Siapa yang sedang kamu pandangi itu."


"Kenapa dia tidak menjawab pertanyaan ku yaa, ada apa sebenarnya."


Rizal pun memilih untuk mengikuti Ronny dia berpikir jika Ronny yang tidak mau berbicara di depan banyak orang. Rizal pun mengikuti Ronny sampai di depan pintu ruangan Ronny.

__ADS_1


"Aku seperti melihat Melinda, tepatnya melihat Mobil Melinda. Dia yang seperti memperhatikan toko ini."


Ronny melihat kembali di layar rekaman cctv yang ada di ruangan nya.


"Mungkin Melinda yang merasa terkesima karena melihat toko mu ini yang mendadak menjadi ramai, bahkan tidak seperti awal-awalnya pembukaan toko."


Ronny hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Rizal.


"Itu kesalahan nya sendiri yang lebih memilih untuk menganti nama Parfume dengan anak pertama lain, dia benar-benar tidak punya hati. Dan seandainya aku bisa menemukan Putri Belinda, hidup akan lebih sempurna dan Melinda dia yang hanya akan merasa menyesal di seumur hidup nya. Aku tidak akan pernah memberikan Putri Belinda kepada Melinda, karena Melinda yang sudah mempunyai seorang anak yang dia adopsi."


Rizal pun tersenyum dia tidak menyangka jika dirinya yang bisa menemukan Putri Belinda, bahkan Melinda yang sebagian ibu kandung nya pun mempunyai perasaan yang peka jika Putri Belinda berada di pantai asuhan yang sama dengan anak adopsi nya.


"Tunggu saja waktu nya Ronny, maka kamu akan bahagia bersama dengan Putri Belinda bersabar lah dengan kebahagiaan yang akan datang."

__ADS_1


Rizal menepuk-nepuk pundak Ronny dan keluar dari ruangan Ronny.


__ADS_2