Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *246*


__ADS_3

Melinda dan Febrian merasa sangat kelelahan sekali dan dia Melinda yang lemah tidak berdaya.


Febrian pun meminta Melinda untuk memakai pakaian nya, karena sudah sangat malam sekali dan tidak mungkin Melinda pulang ke rumah nya.


"Ayo cepat pakai pakaian mu dulu, setelah itu kamu bisa tidur dan aku akan membawa mu ke Apartemen ku yaa."


Melinda mengikuti apa yang di katakan oleh Febrian dia pun memakai pakaian dengan sangat rapih sekali seperti sudah tidak terjadi sesuatu diantara mereka berdua.


Melinda pindah ke kursi depan dia masih dengan kondisi yang sangat lemas sekali, Melinda pun memilih untuk tidur saja di sepanjang perjalanan menuju ke Apartemen Febrian.


Febrian tidak pernah menyangka jika dirinya bisa sampai melakukan itu dengan bos nya sendiri, Febrian bisa sampai membuat Melinda lemas tidak berdaya.


"Aku harus bisa mendapatkan cinta dari Melinda, hubungan ini bukan hubungan sesaat jika perlu aku ingin bisa membuat Melinda hamil sehingga kita berdua bisa menikah dan hidup bahagia."


Seketika Febrian yang seperti melupakan Putri Belinda dan juga Elisabeth, dia yang harus bisa menerima kehadiran Elisabeth dan Putri Belinda jika ingin menikah dengan Melinda.


Mereka berdua pun akhirnya sampai di Apartemen milik Febrian, Febrian membangunkan Melinda karena dia tidak mungkin sampai harus mengendong Melinda sampai di depan pintu Apartemen nya.


Melinda yang masih merasa capek dan lemas dia pun memaksakan untuk tetap bisa berjalan dengan memegang tangan Febrian dengan sangat erat sekali.


"Hati-hati yaa."


Febrian terus saja memperhatikan Melinda dan sampai akhirnya mereka berdua pun sampai di depan pintu Apartemen milik Febrian.

__ADS_1


Melinda melihat Apartemen yang sangat rapih sekali dan mewah yang di miliki oleh Febrian, membuat Melinda pun seketika menjadi segar kembali.


"Sangat rapih dan harum sekali yaa, jarang sekali ada seorang lelaki yang bisa seperti ini. Benar-benar membuat nyaman sekali."


Melinda berjalan menuju ke kamar dan Febrian pun memeluk erat tubuh Melinda dari belakang.


"Aku tidak akan pernah melupakan apa yang sudah kita lakukan di dalam mobil, aku mohon aku ingin selalu melanjutkan nya."


Melinda melepaskan pelukan erat dari Febrian dia pun menatap wajah tampan Febrian, Melinda memandangi wajah tampan Febrian.


"Kamu masih muda dan aku yang sudah mempunyai anak, apakah kamu tidak merasa rugi tidur bersama dengan ku?."


Febrian mencium mesra bibir Melinda dan Febrian pun mendorong Melinda ke tempat tidur nya.


Melinda langsung menarik selimut nya untuk menutupi seluruh tubuh nya.


Melinda seperti memohon kepada Febrian tapi Febrian mengabaikan perkataan Melinda dan mereka berdua pun melanjutkan kembali permainan nya.


Regina merasa sangat hawatir sekali dengan Melinda yang belum juga pulang dia masuk ke dalam kamar Melinda.


"Astaga kenapa dia belum juga pulang yaa, ini sudah jam 11 malam. Melinda benar-benar membuat aku sangat hawatir sekali."


Regina keluar dari kamar Melinda dia mengeluarkan handphone untuk bisa menghubungi Melinda.

__ADS_1


Regina terus-menerus menghubungi nomer handphone Melinda tapi tidak ada jawaban nya.


"Kenapa dia tidak menjawab panggilan telephone dari ku, padahal handphone nya aktif."


Melinda mendengar suara handphone nya yang berdering kencang sekali tapi dia tidak bisa mengambil nya karena permainan Febrian yang membuat Melinda hanya bisa mengikuti keinginan nya saja.


Regina pun memilih untuk mengirimkan pesan kepada Melinda.


*Melinda kamu sekarang sedang berada di mana,? Ibu sangat menghawatirkan mu. Bisakah kamu membalas pesan dari ibu agar ibu tidak merasa hawatir*


Regina berjalan menuju ke rumah keluarga, dia duduk sambil memegang handphone nya menunggu balasan pesan dari Melinda.


Sampai akhirnya Regina pun ketiduran di sofa karena Melinda yang tidak juga membalas pesan dari nya.


Melinda merasa sangat lemas sekali ketika dia yang harus melayani lelaki yang usianya lebih dari nya, Melinda melihat Febrian yang sudah kelelahan dia pun langsung mengambil handphone nya.


"Astaga Ibu menelephone banyak sekali yaa, yang tidak bisa aku jawab langsung."


Melinda juga melihat ada pesan masuk dari Ibu nya dia pun langsung membalas pesan tersebut.


*Maafkan aku yaa Bu yaa tidak bisa langsung membalas pesan dari ibu, malam ini aku tidak pulang ke rumah Buu. Aku menginap di hotel dan besok seperti nya aku langsung pergi ke kantor, aku minta maaf membuat Ibu merasa sangat hawatir sekali*


Setelah membalas pesan dari ibu nya, Melinda mengingat kembali ketika dia bertemu dengan Ronny di saat dia sedang bersama dengan Febrian.

__ADS_1


"Aku memang harus melupakan Ronny, aku yang harus mengingat kembali kejadian yang sangat menyedihkan yang Ronny berikan kepada ku. Ronny yang membuat aku kehilangan Putri Belinda dan Ronny yang dengan serakah dia menguasai semua toko-toko dulu dan beruntung nya ada Febrian yang bisa membantu ku."


Melinda mulai bisa percaya dengan Febrian dia harus bisa menerima kehadiran Febrian di kehidupan nya sekarang.


__ADS_2