Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *336*


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa jam akhirnya Melinda dan Elisabeth pun datang, melihat Regina yang seperti sedang menunggu Elisabeth pun memilih untuk berlari menuju ke kamar nya dia tidak mau mendengar perkataan Regina yang setiap hari selalu saja berkata tidak nyaman untuk Elisabeth.


"Melinda duduk lah, ada yang ingin Ibu bicarakan dengan kamu."


Melinda pun mengikuti apa yang di katakan oleh Ibu nya dia duduk di samping kursinya.


Wajah Melinda terlihat sangat tegang sekali karena melihat wajah Mama nya yang serius.


"Ibu mendengar hasil wawancara kamu tadi, harus kamu berkata seperti itu? di saat kamu yang sudah tidak lagi bersama dengan Putri Belinda. Tapi pernahkah kamu memikirkan sebuah keajaiban datang? jika sampai Putri Belinda yang masih hidup maka apa yang akan kamu lakukan."


Setelah merasa puas berbicara dengan Melinda, Regina pun memilih untuk masuk ke dalam rumah.


"Keajaiban Putri Belinda yang masih hidup, kenapa Ibu sampai harus berkata seperti itu yaa. Karena itu tidak mungkin terjadi."


Melinda menjadi terdiam dan dia yang terus saja memikirkan perkataan Ibu nya.


"Astaga, sudahlah Melinda sekarang lebih baik kamu mandi bersih-bersih setelah itu istirahat karena sangat capek sekali hari ini."


Melinda pun berjalan menuju ke kamar nya di benar-benar merasa sangat lelah sekali.


Di tempat yang lain, Putri Belinda ingin sekali bisa mengatakan keinginan kepada Papa nya jika dia yang sudah merasa sangat bosan dan ingin sekolah.


Putri Belinda pun keluar dari kamar nya dan berjalan menuju ke lantai dasar, dia ingin sekali merasakan udara segar dan kebebasan tidak selalu di kurung di dalam kamar.


Melihat Putri Belinda berada di lantai dasar dengan tidak memakai masker membuat semua orang begitu sangat terkejut sekali dengan kecantikan Putri Belinda.


"Apa itu adalah Putri Belinda yang sudah meninggal dunia,? dia masih hidup kah ? atau Putri Belinda yang mempunyai kembaran yang sebenarnya kita tidak mengetahui nya."


Ucap salah satu pegawai yang ada sana semua konsumen pun langsung terfokus pada Putri Belinda dan Ronny pun merasa sudah saatnya Putri Belinda tidak diam selalu di dalam kamar.


Ronny menghampiri Putri Belinda dan memegang tangan nya, Putri Belinda merasa senang akhirnya dia bisa terbebas tidak berada di dalam kamar saja.

__ADS_1


"Dia adalah Putri Belinda, dia adalah anak kesayangan ku. Dulu aku merasa pernah berbuat jahat kepada tapi sekarang aku sangat menyayangi karena sekarang Mama yang sudah mempunyai anak perempuan yang baru."


Ronny terlihat begitu sangat sedih sekali ketika dia harus mengatakan hal tersebut di depan banyak orang yang ada di toko.


"Sudah Pak Ronny tidak usah menyesali yang sudah terjadi dulu semua orang memang menganggapnya jika Pak Ronny itu jahat sekali dengan Putri Belinda tapi sekarang kita mengetahui yang sebenarnya seperti apa jika Ibu Melinda itu lebih cepat melupakan Putri Belinda dan mengadopsinya anak pertama yang lain."


Ucap salah satu konsumen yang merasa sedih sekali ketika mendengar perkataan Ronny.


"Ya, saya berniat untuk tidak menyuruh Putri Belinda tidak keluar rumah karena saya tidak mau kehilangan Putri Belinda yang bisa di ambil oleh Melinda."


Putri Belinda pun langsung memeluk erat tubuh Papa seakan pertanda jika dia tidak mau kehilangan Papa nya jauh dari Papa nya.


"Tidak mungkin Bu Melinda mengambil kembali Putri Belinda karena dia yang sudah mempunyai Elisabeth, jangan takut Pak Ronny jika Bu Melinda sampai melakukan hal tersebut kita sebagai konsumen pun tidak tinggal diam. Karena jujur saja saya tidak suka dengan Ibu Melinda yang sekarang."


Rizal dan Ronny pun tidak percaya jika banyak orang-orang baik di sekeliling mereka.


"Terimakasih banyak semuanya, jika banyak yang ingin melindungi Putri Belinda. Saya berniat untuk segera Putri Belinda sekolah, agar dia tidak bosan diam di rumah."


Putri Belinda pun kelihatan sangat bahagia sekali dia memeluk erat Papa nya.


Putri Belinda pun berlari-lari dia seperti merasakan kebebasan yang dia rasakan. Semua konsumen pun terlihat begitu sangat menyukai Putri Belinda dan tiba-tiba saja datang Febrian yang merupakan asisten pribadi Melinda.


Dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat anak perempuan yang begitu sangat mirip dengan Putri Belinda.


Ronny pun langsung menghampiri Febrian tapi tatapan Febrian tertuju pada Putri Belinda.


"Ada apa,? apakah kedatangan mu di sini di suruh oleh Ibu Regina?."


Febrian hanya menganggukkan kepalanya tapi tatapan mata nya tertuju pada Putri Belinda, Ronny yang mengetahui maksud kedatangan Febrian dia pun langsung membawa tiga botol Parfume yang sering di beli oleh Regina.


Karena merasa terus di perhatikan Putri Belinda pun menghampiri Febrian dengan di temani Rizal.

__ADS_1


"Kenapa Om melihat wajah ku seperti itu yaa,? Om kenapa? apakah wajah ku ini seram."


Febrian benar-benar di buat seakan tidak bisa bicara sepatah kata pun.


"Dia adalah Putri Belinda, dia adalah anak perempuan kesayangan ku dan dia sudah tidak mempunyai seorang ibu."


Febrian tidak menyangka dengan mudahnya dia bisa langsung bertemu dengan Putri Belinda.


"Putri Belinda, kamu sangat cantik sekali yaa."


Febrian memuji kecantikan Putri Belinda.


"Jangan kamu beritahu Melinda, biarkan dia mengetahui semuanya sendiri. Karena aku mengetahui jika Melinda yang sedang berbahagia dengan semua kesibukan nya bersama dengan anak perempuan nya."


Febrian pun menganggukkan kepalanya karena memang kedatangan nya ke sini bukan karena suruhan Melinda.


"Seperti saya harus segera pergi karena Bu Regina pasti sudah menunggu saya, dan kamu Putri Belinda kamu sangat cantik sekali kulit mu putih seperti salju."


Febrian memegang pipi tembem Putri Belinda dan ketika Febrian hendak pergi membuka pintu tiba-tiba saja Putri Belinda berteriak kencang.


"Hati-hati yaa Om."


Febrian pun membalikkan badannya sampai dia lupa belum membayar Parfume tersebut.


"Astaga aku sampai lupa membayar tiga botol Parfume ini."


Febrian pun kembali dan membayar nya tatapan mata Putri Belinda membuat Febrian merasa sangat senang sekali.


"Om pergi yaa, Om sangat senang sekali bertemu dengan bidadari kecil seperti kamu sayaaaaang. Kamu cantik seperti boneka dan semoga kamu bisa bahagia walaupun hanya bersama dengan Papa kamu."


Febrian sekarang benar-benar pergi dari toko tersebut dan Putri Belinda pun terus memperhatikan Febrian.

__ADS_1


"Jika dia bisa ke toko kita maka Mama juga nanti akan datang ke toko kita dong Papa, Papa jangan jauh-jauh yaa dari aku yaa aku tidak mau jauh dari Papa. Aku ingin selalu bersama dengan Papa."


Putri Belinda mulai merasa ketakutan dia takut Mama yang akan memaksa dirinya untuk ikut bersama dengan nya.


__ADS_2