
Suster Diana menyiapkan makan malam untuk Elisabeth, karena Elisabeth harus mendapatkan makanan yang khusus. Tapi Suster Diana tidak melihat Regina dan juga suaminya.
"Kemana yaa Ibu Regina dan Bapak Arief, biasanya dia sudah ada di tempat makan."
Suster Diana fokus pada masakan nya, dia yang harus fokus dengan makanya. Karena sudah merasa sangat lapar Elisa pun keluar dari kamar nya dia lebih duduk menunggu waktu makan malam.
"Kemana yaa omah Regina dan opah Arief yaa, biasanya mereka berdua sudah ada di sini."
Elisa pun menunggu kedatangan Mommy nya, dia melihat jam di handphone nya.
"Sebentar lagi Mommy pulang yeee, aku bisa bilang terimakasih banyak sama Mommy lagi agar Mommy semakin sayaaaaang kepada ku."
Makanan sudah siap di meja makan, dan Suster Diana pun juga datang dengan masakan nya untuk Elisa.
"Kenapa setiap aku makan selalu saja ada sayuran nya, padahal aku ingin sekali makan dengan ayam goreng saja."
Elisabeth sudah mulai bisa mengomentari makanan nya.
"Elisa, jika kamu merasa keberatan dengan masakan ini. Kamu bisa langsung bilang dengan Mommy Melinda, jika Mommy Melinda menyetujui makanan apa saja untuk kamu makan maka Suster Diana tidak akan lagi menyiapkan makanan khusus untuk kamu."
Melinda pun datang dan Elisabeth pun berteriak kencang sambil berlari menghampiri Melinda.
"Mommy Melinda, aku sangat merindukan mu."
Melinda melepaskan pelukan erat Elisa.
"Mommy mandi dulu yaa sayaaaaang, nanti kita makan bersama."
Melinda pun langsung memilih untuk membersihkan tubuh nya, tapi dia melirikan mata nya dia tidak melihat kedua orang tuanya di tempat makan.
"Di mana Ayah dan Ibu, kenapa mereka tidak ada yaa."
Melinda pun sedikit binggung karena sebelumnya dia yang telephone nan bersama dengan Ibu nya.
__ADS_1
"Saya tidak tahu Bu, tapi saya sebelumnya melihat Bu Regina ada di rumah. Mungkin Bu Regina lebih memilih untuk makan di luar."
Melinda pun seketika langsung terdiam dia pun memilih untuk masuk ke dalam kamar nya. Melinda merasa terjadi sesuatu dengan Ibunya.
"Apakah Ibu merasa marah dengan sikap ku kepada Elisabeth, sehingga ibu memilih untuk tidak makan di rumah."
Melinda memilih untuk mandi dan setelah itu dia berniat untuk menelephone Ibu nya, Melinda tidak ingin Ibu nya menjadi salah paham terhadap nya. Melinda benar-benar merasa segar dia yang sangat capek pun akhirnya bisa merasakan lebih baik.
"Aku harus menghubungi Ibu sekarang juga, aku tidak mau Ibu marah besar kepada ku."
Melinda pun memilih untuk menghubungi nomer handphone Ibu nya, dan Regina yang memilih untuk tinggal sementara di hotel bersama dengan suaminya.
"Melinda menelephone, ada apa yaa dia sampai harus menelephone seperti ini."
Regina pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
*Hallo Melinda, ada apa kamu menelephone ibu*
*Ibu dan Ayah di mana kenapa tidak ada di rumah*
*Kenapa Bu,? kenapa harus sampai menginap di hotel. Apakah ini karena sikap ku kepada Elisabeth*
*Melinda, ibu dan Ayah hanya ingin menenangkan pikiran di sini sudah yaa. Ini adalah jam makan malam lebih baik kamu makan dulu saja yaa*
Regina pun memilih untuk mengakhiri panggilan telephone nya.
"Aku tidak mau membuat Melinda merasa sedih, karena aku tidak terus saja ingin memarahi Elisabeth. Ntah mengapa aku yang selalu saja merasa emosional ketika melihat sikap anak itu."
Arief pun mencoba untuk menenangkan pikiran Regina.
"Sudah yaa, sekarang kita akan merasa tenang di sini. Lebih baik kita menginap beberapa hari di sini yaa Buu, Ayah tidak mau ibu sampai hipertensi karena bagaimana pun juga Elisabeth itu bukan cucu kandung kita jadi rasa kita kepada nya akan sangat berbeda."
Regina pun menganggukkan kepalanya dan menikmati makan malam bersama dengan suaminya.
__ADS_1
"Iya Ayah, aku merasa sangat sedih sekali kenapa kita berdua tidak di berikan kesempatan untuk bisa memeluk Putri Belinda. Aku sungguh ingin sekali bisa memimpikan nya, mungkin itu akan membuat hati ini menjadi sangat bahagia sekali."
Melinda seketika langsung terdiam dia merasa jika Ibunya yang tidak suka dengan Elisabeth, Melinda terus saja memikirkan nya karena dia tidak mau mengulang perbuatan nya di masa lalu.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang yaa, sedangkan Febrian yang sedang mengurus berkas-berkas agar Elisabeth menjadi anak ku secara negara. Karena sekarang aku tidak mungkin terus menunggu kedatangan Putri Belinda kembali, Putri Belinda yang tidak mungkin bisa kembali kepada ku."
Melinda mendengar suara ketukan pintu dia pun merasa sangat terkejut sekali, dia langsung menghampiri pintu tersebut dan membuka nya.
"Maafkan Bu Melinda, Elisabeth sudah sangat lapar sekali dia ingin makan bersama dengan Ibu."
Melinda pun langsung keluar dari kamar nya dan menuju ke meja makan, Melinda melihat Elisabeth yang sedang memegangi perutnya.
"Maafkan Mommy yaa sayang, kamu sudah lapar yaa sayaaaaang."
Elisabeth pun dengan lahap memakan makanan yang sudah di siapkan oleh Suster Diana, Suster Diana memperhatikan Elisa yang sebelumnya mengeluh dengan makanan nya tapi akhirnya dia yang bisa menghabiskan makanan nya.
"Bu Melinda, saya permisi dulu yaa."
Suster Diana pergi ke dapur dia yang juga makan malam bersama dengan pegawai yang lain. Kedatangan Suster Diana pun langsung membuat para pegawai memberikan banyak pertanyaan kepada dirinya.
"Suster Diana, aku merasa sikap Elisabeth itu jauh berbeda dengan Putri Belinda. Dia sangat boros sekali seperti memanfaatkan kesempatan menjadi anak orang kaya."
Suster Diana pun menghentikan makannya dia menjawab pertanyaan salah satu pegawai tersebut.
"Putri Belinda di didik dengan kesederhanaan, dia juga yang selalu berjuang keluar masuk Rumah Sakit hanya ingin bisa seperti anak-anak seusianya. Kadang aku merasa sakit hati ketika melihat Elisabeth yang lebih merasakan semuanya dari pada Putri Belinda."
Suster Diana pun sampai meneteskan air mata nya dan para pegawai yang ada di sana pun merasakan apa yang di rasakan oleh Suster Diana.
"Andaikan saja ada keajaiban datang, Putri Belinda yang tiba-tiba saja masih hidup di dunia ini. Begitu sangat bahagia sekali Ibu Melinda."
Para pegawai berharap besar Putri Belinda yang bisa kembali masuk ke dalam rumah ini.
"Tapi jika Putri Belinda kembali, dia harus tinggal bersama dengan Elisabeth. Karena Ibu Melinda yang menginginkan Elisabeth sah di mata negara. Mungkin kah akan seperti cerita bawang merah dan putih."
__ADS_1
Suster Diana pun melanjutkan makan malam nya, karena dia merasa jika itu tidak akan pernah terjadi. Putri Belinda yang sudah meninggal dunia tidak akan pernah bisa hidup kembali ke dunia ini.