
Belinda terbangun dari tidurnya dia merasakan pelukan hangat yang berbeda, dia pun langsung melihat ternyata itu adalah Mama nya.
"Mama, ternyata Mama yang memeluk aku. Aku sangat bahagia sekali aku tidak menyangka jika hari-hari ku akan selalu bersama dengan Mama."
Belinda kembali memejamkan mata nya, dia seperti ingin terus bersama dengan Mama nya.
Di sisi yang lain Rizal yang berniat untuk membuat Belinda pergi untuk selamanya dia merasakan sesuatu yang berbeda dengan dengan dirinya, Rizal merasa jika tidak tenang ketika dia mau beristirahat.
Keringat dingin sampai membasahi tubuh nya, sampai akhirnya dia pun terbangun dari tidurnya.
Dia seperti melihat ada anak kecil yang sedang duduk di samping nya, hanya terlihat rambut panjang nya saja yang terurai sampai ke lantai.
Rizal mereka jika dirinya yang sedang bermimpi dia pun menggosok kedua matanya dengan tangan nya.
"Ahhhh, sudah ku duga ini hanya halusinasi saja. Tidak mungkin ada anak kecil di dalam rumah ku seperti nya aku yang hanya memikirkan Belinda saja."
Rizal pun lebih memilih untuk mematikan lampu kamar nya, karena dia yang ingin beristirahat dengan cukup.
Tapi ketika Rizal yang hendak menutup rapat mata nya terlihat sangat jelas wajah anak perempuan dengan mata yang merah dan wajah yang penuh dengan darah.
Rizal pun langsung merasa sangat ketakutan sekali dia menarik selimut sampai menutupi wajahnya.
Tangan Rizal yang sangat bergetar sekali dia pun merasa ingin pergi dari rumah nya, dia tidak ingin menempatkan rumah nya ini.
__ADS_1
Di saat Rizal yang sedang merasakan ketakutan, Ronny memegang handphone nya dia binggung harus memulai bagaimana untuk bisa mengajak Belinda pergi besok.
"Melinda sudah sangat membenci ku, dia tidak mungkin mau percaya dengan ku. Apalagi hubungan ku dengan Belinda yang tidak baik-baik saja."
Ronny terus saja memandangi Handphone nya sampai akhirnya dia pun memilih untuk mengirimkan pesan kepada Melinda.
*Melinda maafkan aku yang menggangu waktu istirahat mu, aku ingin meminta maaf kepada kamu terutama Putri Belinda atas apa yang sudah aku lakukan kepada nya. Aku berniat untuk mengajak kamu, Putri Belinda dan Suster Diana untuk pergi ke suatu tempat besok*
Melinda yang sedang tertidur pulas pun mendengar getaran handphone yang berada di bawah bantal nya pun membuat dirinya terbangun dari tidurnya.
"Hmmmmm, siapa sih. Malam-malam begini mengirimkan pesan."
Melinda tidak mau sampai menganggu istirahat Belinda dia pun langsung membuka pesan tersebut.
"Apa maksud dari pesan ini, sudah sangat jelas sekali dia tidak mau meminta maaf kepada Belinda pada saat itu karena ucapan nya yang menyakiti hati Belinda."
Tapi ternyata pada saat Melinda hendak menyimpan handphone nya, yang tersebut berdering kencang dan membuat Melinda langsung menjawab panggilan telephone masuk tersebut.
*Hallo Melinda apakah kamu sudah membaca pesan dari ku*
*Sudah aku baca apa maksud nya,? apakah ini hanya sebuah sandiwara saja*
*Tidak Melinda aku begitu sangat tulus sekali ingin memperbaiki hubungan kita sekeluarga seperti dulu lagi*
__ADS_1
*Tapi kenapa aku tidak percaya dengan perkataan ini, aku merasa ada sesuatu di balik ini semua*
*Melinda kamu jangan seperti ini berikan aku kesempatan, aku ingin menjadi seperti dulu lagi. Besok kita pergi bersama-sama yaa*
*Aku tidak menjawab nya sekarang, aku harus bertanya kepada Belinda. Sudah yaa aku sangat mengantuk sekali*
Melinda langsung mengakhiri panggilan telephone nya dan Ronny semakin emosional sekali dengan Melinda.
"Melinda benar-benar membuat ku marah, kenapa sikap bisa berubah seperti ini."
Ronny membayangkan jika sampai rencana gagal dia sudah memberikan uang 200 juta rupiah kepada Rizal.
"Aku harus bisa membuat Belinda mau menerima kehadiran ku kembali dan dia langsung ikut bersama dengan ku dalam rencana ini."
Ronny mencoba untuk menghubungi nomer handphone Rizal dia ingin memastikan bahwa rencana sudah dia susun dengan baik.
Handphone Rizal aktif tapi dia tidak menjawab panggilan telephone masuk dari Ronny.
Ronny begitu sangat was-was sekali dia takut Rizal kabur membawa uang tersebut dan tidak melakukan rencana nya.
"Lebih baik aku pergi ke kontrakan nya, jangan sampai dia kabur dengan untuk yang sudah dia terima."
Di perjalanan menuju ke kontrakan Rizal, Ronny merasa sangat bodoh sekali yang sudah memberikan uang terlebih dahulu kepada Rizal.
__ADS_1
"Bodoh sekali aku yaa, kenapa tidak aku berikan uang tersebut di saat dia sudah menjalankan aksinya."
Ronny semakin menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali karena dia ingin sampai secepatnya di kontrakan Rizal.