Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 72.


__ADS_3

Suster Diana mengejar Melinda yang mau masuk ke dalam mobil, tangan Melinda begitu sangat bergetar sekali.


"Bu Melinda kenapa,? ibu sudah melihat apa? kenapa sampai ketakutan seperti ini."


Suster Diana meminta untuk supir yang tidak menjalankan dulu mobil nya, Suster Diana ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Banyak sekali mayat-mayat anak kecil di depan gedung itu, aku melihat nya sendiri. Mereka yang seperti di ajak main dan ketika sudah sampai di atas gedung merdeka di dorong satu persatu dan terjatuh."


Suster tidak tahu gedung mana yang di maksud oleh Melinda, apakah gedung yang sekarang di jadikan toko parfume milik suaminya.


"Gedung mana yang ibu lihat,? apakah gedung yang ada di belakang kita ini."


Melinda pun langsung memandangi gedung tersebut, gedung yang sama dengan apa yang dia lihat.


"Karena sekarang pun banyak sekali yang menjadi korban dari gedung baru ini, dan apakah ini pun sama seperti cerita ibu Melinda?."


Melinda mengabaikan perkataan Suster Diana, pandangan mata nya yang terus saja tertuju pada atap gedung tersebut.


"Dia kesepian, dia mencari teman. Tapi dia menyakiti teman tersebut sampai tewas mengenaskan."

__ADS_1


Melinda merasa sangat gelisah sekali, dan Suster Diana pun langsung menyuruh supir untuk menjalankan mobilnya.


"Ayo pak, kita harus segera pergi dari tempat ini. Seperti nya ibu yang sudah tidak nyaman."


Suster Diana tidak melihat boneka Barbie di tangan Melinda, padahal sebelumnya Melinda yang tidak mau jauh dari boneka Barbie tersebut.


"Boneka Barbie nya mana Bu,? apakah ibu membuang nya ?."


Melinda pun baru tersadar jika dia tidak dengan boneka nya, Melinda mengingat kembali.


"Boneka itu milik anak gadis itu, aku tidak mau lagi bersama dengan boneka Barbie itu. Aku lempar boneka Barbie itu sangat mengerikan sekali."


Melinda pun terlihat sangat ketakutan sekali dan Suster Diana mencoba untuk menenangkan Melinda.


Melinda mulai gelisah dan Suster Diana mulai tidak bisa menahan Melinda.


"Ayo pak cepat, saya tidak kuat menahan Bu Melinda yang tidak bisa ngatur emosional nya."


Melinda pun berteriak-teriak kencang di dalam mobil nya sampai akhirnya mereka pun sampai di depan rumah nya.

__ADS_1


Suster Diana membuka pintu mobil nya dan dia menyuruh para pegawai yang ada di lingkungan rumah untuk membantu Melinda.


"Cepat tolong ibu Melinda kembali tidak bisa mengendalikan emosi nya."


Melinda pun berteriak-teriak sambil memanggil Putri Belinda.


"Kembalikan Putri Belinda kepada ku, aku sangat menginginkan nya. Dia yang hanya aku punya selama ini."


Melinda di bawa ke kamar nya tapi dia seperti menolak nya.


"Aku tidak mau tidur di sanaaaaaa, sangat menyeramkan sekali. Aku ingin bersama dengan Putri Belinda."


Melinda tidak mau tidur di kamar nya dan Suster Diana pun langsung menyuruh Melinda untuk di pindahkan ke kamar Putri Belinda saja.


"Bawa ke kamar Putri Belinda saja, mungkin Bu Melinda bisa lebih baik."


Ketika mereka membuka pintu kamar tersebut terlihat sangat berantakan sekali mainan-mainan di lantai.


Para pegawai pun melihat sangat aneh karena tidak ada anak kecil di dalam rumah ini.

__ADS_1


"Siapa yang melakukan ini semua yaa, kenapa kamar sangat berantakan sekali."


Suster Diana menyuruh mereka untuk segera meninggalkan kamar tersebut agar tidak berpikir negatif terhadap kamar Putri Belinda.


__ADS_2