Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (136)


__ADS_3

Melinda mulai menelephone Mama nya, jika dia yang akan menginap di Rumah Sakit tidak akan pulang ke rumah.


*Hallo Bu*


*Ya, Melinda. Kamu sedang di mana? kenapa kamu belum pulang, sekarang sudah waktunya makan malam*


*Aku seperti nya malam ini tidak pulang Bu, aku sekarang sedang menginap di Rumah Sakit*


*Siapa yang Sakit Melinda*


Membuat semua yang ada di meja makan pun ikut terkejut ketika mendengar kata sakit.


*Elisa Bu, dia demam dan selalu memanggil nama aku. Jadi aku datang ke pantai asuhan untuk membawa nya ke Rumah Sakit Permata*


*Lalu bagaimana dengan pekerjaan mu, apakah kamu akan meninggalkan pekerjaan mu demi mengurus anak itu*


*Aku berencana di saat aku ke toko Suster Diana yang mengurus Elisa, setelah aku pulang barulah aku. Tolong yaa Bu beritahu Suster Diana besok pagi dia harus datang ke Rumah Sakit Permata untuk menemani Elisa*


*Baiklah, nanti Mama akan beritahu Suster Diana. Kamu baik-baik di Rumah Sakit yaa jaga pola makan kamu*


*Iya Buu*

__ADS_1


Regina langsung mengakhiri panggilan telephone nya, dan dia menatap wajah Suster Diana.


"Suster Diana, besok pagi kamu pergi ke Rumah Sakit Permata yaa. Temani Elisa yang sedang sakit."


Suster Diana hanya bisa terdiam saja dia tidak menjawab perkataan dari Regina.


"Aku tidak mengerti kenapa Melinda begitu sangat sayang sekali dengan anak perempuan itu, sedang aku melihat jika anak perempuan itu tidak baik. Seperti hanya ingin memanfaatkan harta kekayaan milik Melinda."


Suster Diana pun memilih untuk pergi ke dapur menyimpan kembali makanan yang harus nya di siapkan untuk Melinda.


Melihat Suster Diana pergi begitu saja membuat Regina mengerti jika Suster Diana tidak menyukai Elisa.


Setelah selesai menelephone, Melinda pun menghampiri kembali Elisa.


Melinda tersenyum manis kepada Elissa.


"Elisa, bolehkah Mommy bertanya tentang Merry kepada kamu sayang?."


Wajah Elisa yang sebelumnya tersenyum berubah menjadi cemberut.


"Boleh Mommy."

__ADS_1


Melinda melihat Elisa yang memang tidak menyukai Merry tapi Melinda yang merasa sangat penasaran sekali dengan Merry.


"Apakah Merry itu sudah lama tinggal di panti asuhan,? apa yang membuat Merry sampai berada di pantai asuhan?."


Elisa pun dengan sangat terpaksa dia harus menceritakan semuanya kepada Melinda agar Melinda tidak bertanya lagi tentang Merry kepada nya.


"Tapi setelah aku menceritakan semuanya, Mommy harus janji yaa jangan bertanya lagi tentang Merry sama aku."


Melinda dengan sabar dia pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Merry datang begitu saja, dia baru beberapa bulan di pantai asuhan. Seperti dia anak orang kaya yang di buang oleh orang tua nya."


Seketika Melinda pun langsung membayangkan wajah Putri Belinda yang sudah tiada, tapi Melinda pun berpikir kembali Merry tidak mungkin Putri Belinda karena dia sendiri yang melihat jasad Putri Belinda di makamkan walaupun sebelumnya Melinda yang tidak melihat wajah Putri Belinda untuk yang terakhir kalinya.


"Sudah yaa Mommy, jangan tanyakan lagi tentang Merry sama aku. Aku sejak awal melihat Merry sangat tidak suka dengan sikap dia yang manja seperti anak orang kaya."


Melinda pun tersenyum tipis dia menarik selimut dan membiarkan Merry untuk bisa beristirahat.


"Kamu tidur yaa sayaaaaang, semoga besok kamu sudah bisa pulang dari Rumah Sakit ini."


Melinda mengusap rambut panjang Elisa sambil membayangkan wajah cantik Putri Belinda.

__ADS_1


__ADS_2