
Rizal datang dan dia pun langsung menghampiri Ronny, Rizal tidak mau menceritakan kebahagiaan nya bisa bertemu dengan Putri Belinda.
"Rizal kamu kelihatan sangat bahagia sekali, apa yang sudah terjadi dengan hari-hari mu?."
Rizal pun menghelakan nafas panjang nya.
"Hari ini aku merasa sangat bahagia sekali karena bisa bertemu dengan anak-anak panti asuhan. Mereka yang begitu sangat bahagia sekali ketika kita datang dengan memberikan hadiah."
Mendengar cerita Rizal, Ronny merasa perubahan Rizal yang positif.
"Baguslah pertahanan sikap dermawan mu itu yaa, buat anak-anak panti asuhan menjadi bahagia."
Ronny sedang menyiapkan semuanya, mulai besok pruduk Parfumnya yang berganti nama menjadi Putri Belinda Parfume.
"Kita persiapkan semua dari sekarang, aku ingin besok kita sudah Menganti nama."
Pergantian nama menjadi Putri Belinda Parfume membuat para pegawai merasa sangat bersemangat sekali bahkan Ronny juga ingin memasang foto kebersamaan nya bersama dengan Putri Belinda.
__ADS_1
"Aku ingin foto ku dengan Putri Belinda saja, jika ada foto yang bertiga kamu edit foto untuk."
Ronny menyerahkan semuanya kepada Rizal dan Rizal dengan senang hati dirinya pun mengikuti keinginan Ronny. Rizal membuat foto kebersamaan Ronny dengan Putri Belinda dari mulai Putri Belinda masih kecil hingga dewasa.
Rizal ingin memberikan yang terbaik untuk Ronny dan juga Putri Belinda, di saat Ronny yang ingin memakai semua tentang Putri Belinda. Melinda berencana ingin sekali mengadopsi Elisa sebagai anak secara negara.
"Aku ingin sekali mengurus nya, agar Elisa bisa menjadi anak ku sepenuhnya. Dan tidak akan pernah ada yang bisa memisahkan kita berdua."
Melinda meminta Febrian untuk membantu nya agar dirinya bisa secepatnya memiliki Elisa sepenuhnya. Tapi Febrian pun lagi-lagi selalu mengingatkan kembali Melinda.
"Apakah ibu yakin ingin Elisa menjadi anak ibu yang sah,?"
"Ya, sangat yakin sekali karena Elisabeth dia yang akan menerima semua yang aku miliki ini. Dia akan aku didik menjadi seorang pengusaha yang sukses."
Febrian melihat wajah yakin Melinda, dan dia pun segera mengambil berkas-berkas untuk mempercepat proses tersebut.
"Aku merasa sangat merindukan Elisabeth, semenjak mengadopsi Elisabeth aku merasa sedikit bisa melupakan Putri Belinda."
__ADS_1
Karena melihat orang tua nya yang sudah pulang, Melinda pun berjalan keluar dari ruangan dia melihat Suster Diana yang tertidur pulas di sofa sedangkan Elisa yang sedang memainkan handphone.
"Mommy jangan marah dengan Suster Diana, dia seperti nya sangat capek sekali."
Melinda pun langsung menghampiri Elisabeth dan mencium pipi tembem nya.
"Anak Mommy yang begitu sangat perhatian sekali yaa sekarang, tidak Mommy tidak akan membangunkan Suster Diana."
Elisa pun memeluk erat tubuh Mommy Melinda.
"Mom, nanti kita ke pantai asuhan lagi yaa kita bawa Parfume terbaru yang di berikan nama aku. Supaya anak-anak panti asuhan mereka bangga dengan ku."
Melinda merasa apa yang di inginkan oleh Elisa adalah hal yang positif, dia pun mengikuti apa yang di inginkan Elisa.
"Baiklah Sayaaaaang, tapi nanti hari minggu yaa sayaaaaang. Hari di mana kamu libur sekolah yaa sayaaaaang."
Mendengar suara Melinda membuat Suster Diana sampai terbangun dan langsung merasa sangat terkejut sekali.
__ADS_1
"Astaga maafkan saya Bu Melinda saya sampai ketiduran di sofa."
Suster Diana pun langsung berdiri dan Melinda hanya tersenyum saja.