
Keesokan harinya Elisabeth dan Melinda yang sudah sibuk dari pagi untuk melakukan pemotretan dan juga iklan produk mereka.
Elisabeth terlihat sangat bersemangat sekali bahkan dia sudah tidak sabar ingin segera cepat-cepat berangkat.
"Bu, saya mau minta ijin yaa pergi ke panti asuhan untuk bisa bertemu dengan Merry. Saya ingin sekali bisa dekat dengan Merry."
Suster Diana meminta ijin di saat Melinda, Elisabeth dan Regina sedang menikmati sarapan pagi nya.
"Merry anak panti asuhan yaa,? apa yang membuat kamu ingin bertemu dengan nya?."
Regina bertanya kepada Suster Diana karena dia pun merasa sangat penasaran sekali.
"Entah mengapa ketika saya melihat Merry itu seperti sedang bersama dengan Putri Belinda, yaa walaupun Merry yang selalu memakai masker dan saya tidak tahu bagaimana bentuk wajah nya."
Elisabeth pun memberitahu Suster Diana wajah asli Merry.
"Merry memang sangat putih sekali tapi Merry memiliki wajah yang tidak mulus seperti habis kecelakaan jadi itu yang membuat Merry malu tidak mau bertemu dengan banyak orang."
Melinda pun baru mengetahui hal tersebut.
"Luka kecelakaan seperti apa sayaang,? memang nya Merry itu pernah mengalami kecelakaan yaa ?."
Tidak hanya Regina sekarang Melinda pun menjadi penasaran sekali terhadap Merry.
"Aku tidak tahu Mommy, pokonya wajah nya kasihan sekali loh. Tapi yang membuat aku tidak suka dari Merry di awal-awal dia datang ke panti asuhan dia itu bersikap seperti anak orang kaya, itu yang membuat aku tidak suka dengan Merry."
Melinda seketika dia langsung mengingat ketika Rizal bersama dengan anak perempuan.
Regina melihat jam di handphone dan dia pun langsung memilih Melinda dan Elisabeth bersiap-siap untuk pergi.
"Ayo Melinda kamu harus segera pergi sekarang, jangan sampai mereka yang membuat menunggu kedatangan kalian berdua."
Melinda pun merasa bersiap-siap untuk pergi dan Elisabeth memegang tangan Melinda.
__ADS_1
"Kita berdua pergi yaa, Suster Diana hati-hati pergi ke panti asuhan nya yaa. Dan jangan lupa bercerita dengan kita yaa nanti."
Melinda pun dan Elisabeth berjalan ke luar rumah dan langsung naik mobil mewah nya, Elisabeth terus saja memegang tangan Melinda.
"Mommy aku tidak sabar loh Mom, aku ingin segera sampai di tempat nya. Aku tidak bisa membayangkan nanti wajah ku ada di televisi mereka mengetahui jika aku adalah Elisabeth pemilik Elisabeth Parfume."
Melinda pun tersenyum sambil mencium kening Elisabeth.
"Iyaa sayaaaaang, nanti anak Mommy menjadi terkenal."
Mereka berdua pun sampai ketiduran di mobil karena perjalanan yang lumayan jauh sedangkan Suster Diana dia yang baru akan pergi ke panti asuhan.
Suster Diana tidak lupa membawakan bekal untuk Merry dia berharap Merry bisa menyukai bekal nya ini.
Ketika Suster Diana yang mau masuk ke dalam mobil tiba-tiba saja Regina melambaikan tangan nya dan Suster Diana tidak jadi masuk ke dalam mobil.
"Suster Diana saya juga ingin ikut yaa ke panti asuhan, saya juga merasa penasaran dengan yang namanya Merry."
Suster Diana pun merasa sangat senang dan akhirnya mereka berdua pun masuk ke dalam mobil untuk pergi ke panti asuhan.
Mereka berdua pun akhirnya sampai di panti asuhan, Suster Diana yang benar-benar tidak sabar dia dan Regina pun langsung masuk ke ruangan ibu panti asuhan.
"Selamat siang Bu, saya Diana yang sering datang bersama dengan Bu Melinda dan ini adalah Ibu nya Melinda bernama Ibu Regina."
Mereka berdua pun bersalaman dan duduk.
"Kedatangan saya ke sini ingin bisa bertemu dengan Merry, saya ingin sekali bisa dekat Merry."
Suster Diana terlihat jelas begitu sangat bahagia sekali tapi dia harus menerima kenyataan yang sebenarnya.
"Maaf yaa Suster Diana dan juga Ibu Regina, Merry sudah tidak ada di panti asuhan ini yaa. Dia sudah di adopsi dan saya tidak bisa memberitahukan siapa nama yang mengadopsi Merry."
Suster Diana tidak kuasa meneteskan air mata nya ketika dia mendengar perkataan tersebut.
__ADS_1
"Merry sudah di adopsi,? saya tidak di berikan kesempatan untuk bisa dekat dengan Merry."
Regina merasa sangat kasihan sekali melihat Suster Diana yang sampai menagis, Regina pun semakin yakin jika anak perempuan yang bersamaan dengan Rizal itu adalah Merry.
"Yasudah yaa Suster Diana sekarang lebih baik kita pulang saja yaa, Merry sudah bahagia bersama dengan keluarga yang baru."
Regina dan Suster Diana pun mereka berpamitan untuk untuk pulang, tapi air mata Suster Diana yang terus saja membasah wajahnya.
"Maafkan saya Suster Diana, jika sebenarnya Merry itu adalah Putri Belinda. Anak kandung dari Bu Melinda tapi karena Bu Melinda yang sudah mempunyai Elisabeth membuat Putri Belinda yang lebih memilih tinggal bersama dengan Papa nya."
Langkah kaki Suster Diana merasa sangat berat sekali ketika dia harus keluar dari panti asuhan tersebut.
"Bu Regina kenapa yaa rasa sedih saya ini seperti ketika saya di tinggalkan Putri Belinda, saya sekarang merasa sangat sedih sekali rasanya."
Regina pun mengajak Suster Diana untuk duduk agar bisa menenangkan perasaan hati nya.
"Suster Diana, seandainya Merry itu masih ada di panti asuhan ini dan kalian berdua saling menyayangi. Apakah kamu akan mengadopsi Merry dan meninggalkan Elisabeth?."
Pertanyaan Regina membuat Suster Diana merasa sangat terkejut sekali dan dia pun mencoba untuk jujur kepada Regina.
"Seperti iya saya akan meninggalkan Elisabeth demi Merry, saya pun tidak tahu kenapa saya sampai seperti ini. Saya begitu sangat sayang kepada Merry walaupun kita berdua yang belum pernah mengobrol kita berdua yang hanya saling bertatapan dan itu pun saya hanya melihat mata Merry."
Regina semakin yakin jika Merry itu adalah Putri Belinda walaupun dia tidak bagaimana bisa terjadi seperti itu dan sekarang Putri Belinda bersama dengan Ronny Papa kandung nya.
Regina tidak bisa membayangkan bagaimana jika Melinda sampai mengetahui nya, dia pasti akan menyesal karena sudah mengadopsi Elisabeth.
"Baiklah Suster Diana, bagaimana jika sekarang kita bermain ke toko Putri Belinda Parfume. Kita masuk ke sana yaa, di sana banyak sekali foto-foto Putri Belinda yang sangat cantik."
Regina menarik tangan Suster Diana dan akhirnya Suster Diana pun mau mengikuti apa yang di katakan oleh Regina.
"Bu Regina, apakah kita tidak di usir yaa oleh Pak Ronny. Saya takut Pak Ronny yang tidak mengingat kehadiran kita berdua di toko nya, karena saya yang sangat tahu jika Pak Ronny itu sangat membenci Bu Melinda."
Regina dan Suster Diana pun masuk ke dalam mobil nya dan mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju ke toko tersebut.
__ADS_1
"Kenapa Ronny harus marah dengan kehadiran kita berdua, Ronny hanya membenci Melinda kan. Bukan membenci kita berdua jadi aman-aman saja jika kita ingin pergi ke sana dan bilang saja kita berdua yang sedang merindukan Putri Belinda."
Suster Diana berharap seperti yang di katakan oleh Regina, tapi memang ada benarnya juga di sana banyak sekali foto Putri Belinda sehingga membuat rasa kangen ini sedikit berkurang.