
Kedatangan Regina sudah di ketahui oleh Ronny dan Putri Belinda menghampiri Papa nya.
"Papa sedang melihat siapa Pap,? siapa wanita itu Pap."
Putri Belinda memperhatikan Regina dan Ronny memilih untuk jujur kepada Putri Belinda.
"Itu adalah ibu nya Mama kamu dia Omah mu Nak, dan seperti dia ingin bertemu dengan kamu."
Seketika Putri Belinda pun langsung berlari ke belakang Papa nya dia merasa ketakutan.
"Jangan takut dia tidak akan pernah bisa membawa mu pulang sayang, karena Papa akan memberitahu semuanya."
Ronny menarik tangan Putri Belinda dan mereka berdua berjalan menuju ke pintu masuk.
Regina begitu sangat terkejut sekali ketika dia membuka pintu masuk dia langsung melihat Putri Belinda, tangan Regina pun langsung bergetar sampai bekal yang akan di berikan kepada Putri Belinda terjatuh.
"Apakah ini adalah Putri Belinda,? ini Putri Belinda cucu ku tersayang."
Regina memperhatikan wajah Putri Belinda.
"Astaga, kamu benar-benar masih hidup sayaaaaang. Ini omah mu Nak."
Regina pun akhirnya bisa memeluk Putri Belinda dan Ronny mengambil bekal makanan yang di bawa oleh Regina.
Ronny melihat bekal makanan tersebut yang masih utuh tidak hancur.
__ADS_1
"Omah sayaaaaang kamu, Omah tidak tahu harus berkata apa kepada kamu."
Regina melepaskan pelukan erat nya dan Ronny mengajak Regina untuk keluar dari kantor nya, agar mereka berdua bisa lebih bebas.
"Lebih baik kita mengobrol di luar saja yaa, udara lebih segar."
Regina melepaskan pelukan erat nya dan dia menatap wajah cantik Putri Belinda, mata yang sipit hidup yang mancung serta kulit yang putih seperti salju.
Regina pun memegang tangan Putri Belinda dan Putri Belinda tetap mempertahankan wajah Papa nya.
Mereka pun duduk di depan toko Parfume tersebut dan Ronny mulai menjelaskan semuanya.
"Rizal menemukan Putri Belinda di panti asuhan yang sama dengan anak perempuan yang di adopsi oleh Melinda, tapi Putri Belinda Menganti nama nya menjadi Merry dan Merry yang lebih memilih untuk menjauh dari Melinda karena ada seorang yang mengancam Putri Belinda jika dia kembali kepada keluarga nya maka dia akan membunuh Melinda."
Regina masih merasa tidak percaya dengan apa yang di lihat sekarang.
Regina memberikan bekal makanan kepada Putri Belinda.
"Ini adalah bekal makanan buatan Suster Diana, kamu pasti sangat menyukai nya kan sayang."
Putri Belinda membuka bekal makanan tersebut dan dia pun langsung tersenyum ketika melihat isi bekal makanan tersebut.
Makanan yang begitu seorang anak perempuan dengan memakai dress merah dan di kelilingi oleh kelinci.
Putri Belinda pun langsung merasa merindukan Suster Diana, dia langsung memakan nya dengan lahap.
__ADS_1
"Aku hanya mengijinkan Ibu untuk bisa melihat Putri Belinda tapi untuk Melinda, sudah banyak perlakuan Melinda yang membuat Putri Belinda merasa sakit hati."
Regina mengerti dengan apa yang di maksud oleh Ronny karena memang tidak akan mudah untuk Putri Belinda bisa bertemu dengan Melinda sedangkan Melinda yang sudah mempunyai Elisabeth.
"Jadi aku mohon jangan beritahu Melinda, biarkan Melinda mengetahui semuanya sendiri tanpa harus ada yang menyadarkan nya."
Ronny mencium rambut panjang Putri Belinda dan membuat Regina melihat begitu sangat tulus kasih sayang yang di berikan Ronny kepada Putri Belinda.
"Ibu berjanji akan merahasiakan semua ini, karena sekarang Melindungi pun tidak pulang ke rumah. Ntah apa yang sedang dia inginkan sampai dia lupa dengan rumah demi untuk pekerjaan."
Putri Belinda pun seketika dia langsung menghentikan makannya setelah mendengar perkataan Omah nya.
"Aku sangat benci Mama, semalam dia bersama dengan seorang pria di Restoran dan Papa dan Mama bertengkar. Mama yang tidak hanya melupakan aku dia juga melupakan Papa dan aku semakin tidak mau bertemu dengan Mama."
Ronny hanya bisa terdiam saja ketika Putri Belinda memberitahu semuanya terjadi di hadapan Omah nya.
"Benarkah itu,? Melinda yang sudah mempunyai kekasih. Bukan kah kalian berdua belum berpisah secara hukum, astaga Melinda benar-benar membuat malu saja."
Regina merasa sangat kesal sekali dengan sikap Melinda yang semakin tidak terkendali.
"Sudahlah Bu, lebih baik ibu tidak sampai menegur Melinda karena jika ibu bicarakan ini semua Melinda pasti mengetahui jika ini semua aku yang mengatakan nya. Aku tidak mau berdebat panjang dengan Melinda."
Regina pun memegang tangan Putri Belinda, dia yang lebih memihak kepada Ronny dari pada Melinda. Putri Belinda pun sekarang mulai merasa nyaman bersama dengan Omah nya.
"Kamu jangan pernah merasa sedih yaa sayang, di saat Mama kamu bersama dengan Elisabeth. Karena Omah yang akan membuat kamu bahagia, kamu adalah penerus harta kekayaan Omah dan Opah kamu yaa."
__ADS_1
Regina kembali memeluk erat Putri Belinda dengan penuh air mata.