
Ronny yang masih menyimpan perasaan cemburu dia nekat untuk datang ke toko milik Melinda, dia ingin memberitahukan kepada Febrian untuk menjaga jarak dengan Melinda.
Kepergian Ronny membuat Rizal pun langsung menarik tangan nya.
"Kamu mau pergi ke mana,? ada yang ingin aku bicarakan dengan mu. Mungkin ini adalah cara agar menghilangkan arwah-arwah yang ada di gedung ini dan membuat bisnis mu menjadi lebih maju."
Ronny tidak memperdulikan perkataan Rizal dia pun langsung masuk ke dalam mobil nya.
"Mau pergi ke mana dia yaa, aku jadi merasa hawatir."
Rizal pun langsung mengikuti mobil Ronny dari belakang dan Ronny mengetahui nya.
"Untuk apa Rizal mengikuti ku, dan kenapa dia yang selalu saja membicarakan tentang Arwah-arwah. Aku tidak memperdulikan nya kecuali dia menganggu ku dan mengancam kematian untuk ku, jika dia mengambil dari para pegawai ku aku tidak peduli."
Ronny pun akhirnya sampai di depan toko tersebut, dia melihat banyak sekali perbedaan dan membuat langsung terdiam di dalam mobil.
"Mereka menggunakan warna pink yang ceria, dengan memasang foto Putri Belinda."
Rizal turun dari mobil dan dia pun langsung merasa takjub melihat nya.
__ADS_1
"Ini adalah sebuah dedikasi seorang ibu kepada anaknya, salut sekali dengan pemikiran Melinda. Dia lebih fokus membuat Parfume Belinda menjadi kesukaan anak-anak."
Melihat wajah Rizal yang terlihat begitu sangat terpesona sekali, Ronny pun langsung menghampiri Rizal.
"Jangan sampai kamu membandingkan dengan toko kita berdua yaa, toko Parfume kita itu Romeo itu di tunjukkan untuk para lelaki sejati."
Rizal pun tersenyum tipis kepada Ronny dan mereka pun langsung masuk ke dalam, Ronny begitu sangat terkejut ketika melihat pegawai yang dulu berkerja di rumah sekarang menjadi office boy dan girl di toko ini.
"Kalian semua dengan kompak nya meninggalkan rumah dan sekarang berkerja di tempat ini, sungguh sangat luar biasa sekali yaa kalian semuanya."
Mereka mengabaikan perkataan Ronny dan Febrian yang tidak sengaja melihat cctv dia melihat kedatangan Ronny ke toko nya.
Melinda langsung melihat nya dan ternyata memang benar, Melinda sedikit emosi.
Melihat Melinda yang mulai mengatur nafas nya Febrian pun memberikan minuman untuk Melinda, bahkan Melinda menyerah tas nya agar Febrian mencarikan obat penenang untuk nya.
"Ini Buu Obat nya, silahkan di minum yaa."
Febrian dengan sangat sigap sekali memperlakukan Melinda.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Febrian, kamu baik sekali."
Melinda memilih untuk duduk dan ketukan pintu pun terdengar sangat jelas sekali, Melinda merasa jika itu adalah suami nya.
"Cepat bukankah saja pintu nya."
Febrian Irawan pun langsung membuka pintu tersebut dan begitu sangat terkejut nya Ronny ketika melihat Melinda yang satu ruangan dengan asisten pribadi nya.
"Sungguh luar biasa sekali yaa, kamu bisa bersama dengan lelaki lain yaa dalam satu ruangan."
Rizal mencoba untuk menenangkan perasaan Ronny.
"Memang nya kenapa,? apa masalah nya dengan kamu ? bukan kah kamu yang sudah tidak peduli terhadap aku Ronny Mahendra."
Melinda pun sampai terbangun dari tempat duduk nya dia yang begitu sangat emosional sekali ketika melihat suaminya datang ke toko.
"Ada apa kalian berdua datang ke toko ku,? kalian berdua ingin membuat berita jika produk Parfume kita ini berkerja sama? tidak akan terjadi kamu benar-benar jahat Ronny. Kamu rela menjual toko-toko parfume ini untuk berharap besar jika toko mu itu bisa sukses? itu tidak akan pernah terjadi karena toko mu itu tidak bersih sama seperti hati mu akan selalu ada korban jiwa dalam waktu yang tidak lama karena ada seorang yang merasa kesepian dan menginginkan untuk mengajak bermain malam-malam."
Rizal begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Melinda seperti tau tentang gedung nya tersebut.
__ADS_1