Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 70.


__ADS_3

Suster Diana menghampiri Melinda, dia melihat boneka Barbie tersebut.


"Apa yang ibu rasakan ketika ibu memegang boneka Barbie tersebut? apakah ibu merasa sangat senang."


Melinda pun langsung memandangi boneka Barbie tersebut.


"Dia kesepian sekali, dan dia merasa nyaman ketika bersama dengan ku."


Suster Diana ingin sekali membawa Melinda ke toko parfume milik suaminya.


"Bu, bagaimana jika sekarang kita pergi ke toko parfume milik suami ibu. Toko Parfume Pak Ronny, ibu juga harus mengetahui dong seperti apa toko parfume tersebut."


Melinda pun menganggukkan kepalanya dan Suster Diana pun langsung memegang tangan Melinda untuk menuju ke luar rumah nya.


"Pak, antarkan kita berdua ke toko parfume Pak Ronny yaa. Toko Parfume gedung merah."


Melinda dan Suster Diana pun masuk ke dalam mobil nya, Suster Diana ingin mengetahui bagaimana ekpresi wajah Melinda yang sedang memainkan boneka Barbie di depan gedung merah tersebut.


"Bu Melinda harus bisa mengendalikan emosi ibu yaa, aku akan bicara dengan Pak Ronny apa yang di sampaikan oleh Dokter Robby."


Melinda mengabaikan perkataan Suster Diana, dan ketika mereka sampai penjaga sangat ketat sekali.


"Kenapa sampai ada polisi yang berjaga yaa, memang sebenarnya apa yang terjadi di sini."


Suster Diana memilih untuk keluar terlebih dahulu dan meninggalkan Melinda di dalam mobil.


Suster Diana pun menghampiri satpam yang ada di depan nya.

__ADS_1


"Maaf yaa Pak, ini sebenarnya ada apa yaa. Kenapa sampai banyak sekali polisi di sini."


Suster Diana merasa sudah terjadi sesuatu di gedung ini.


"Sering sekali terjadi kejadian anak kecil yang terjatuh di dalam toko tersebut, dan korban yang ke tiga ini sampai harus mendapatkan penanganan khusus dari Rumah Sakit. Orang tua korban pun memilih Bapak Ronny untuk bertanggung jawab."


Setelah mendengar penjelasan dari satpam tersebut, Suster Diana pun memilih untuk masuk ke dalam dan dia seketika melupakan Melinda yang berada di dalam mobil.


Melinda merasa sangat bosan sekali dia pun memilih untuk pergi ke luar dari mobil nya, dan dia merasa jika boneka Barbie nya mereka sangat senang sekali berada di lingkungan gedung tersebut.


"Kamu senang yaa senang, wah ayo kita masuk ke dalam."


Para wartawan memperhatikan wajah Melinda mereka yang seperti mengenal wajah Melinda.


"Itu seperti Ibu Melinda, tapi kenapa yaa dia seperti berbeda dia seperti orang yang despresi memegang boneka Barbie kotor seperti itu."


Melinda pergi ke belakang gedung tersebut dan dia seperti melihat ada anak kecil yang duduk dan tersenyum manis kepada nya.


"Siapa gadis kecil itu yaa, apakah dia yang mempunyai boneka Barbie ini."


Melinda pun terus saja memandangi wajah gadis tersebut.


"Wajah tidak ada yaa, aku tidak bisa melihat wajah nya. Tapi kenapa aku merasakan jika dia yang sedang tersenyum manis kepada ku yaa."


Melinda pun melihat kembali boneka Barbie yang ada di tangan nya, gadis kecil itu seperti melambaikan tangan nya kepada Melinda dan membuat Melinda seperti mengikut nya.


Tapi ketika Melinda yang merasa semakin dekat dia gadis kecil itu pun menghilang begitu saja.

__ADS_1


Dan Melinda melihat ada pita merah di tempat gadis kecil itu duduk, Melinda pun langsung mengambil pita merah tersebut dan dia memakai nya pada boneka Barbie milik nya.


"Wah, kamu sangat cantik sekali yaa."


Melinda berjalan kembali ke depan tapi dia juga melihat kembali apakah ada wartawan lagi.


"Aku tidak mau di dekati oleh mereka semua, cahaya lampu camera mereka membuat ku pusing sekali."


Melinda pun berjalan secara perlahan-lahan dan seketika panduan mata nya pun menjadi gelap.


Dia seperti melihat banyak nya anak kecil yang berjatuhan dari atas gedung tersebut.


Seketika Melinda pun langsung berteriak-teriak sangat kencang sekali tapi teriakan Melinda yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.


Orang-orang di sekitarnya seperti tidak mendengar teriakkan kencang Melinda.


Melinda melihat banyak darah yang mengalir keluar dari tubuh anak-anak yang terjatuh dari gedung tersebut.


"Siapa yang membuat mereka semuanya seperti ini, siapa yang tega melakukan nya.".


Melinda pun menghampiri salah satu mayat tersebut dan di pun merasa sangat ketakutan sekali.


Melinda melihat ke arah atas gedung tersebut dan ternyata seorang gadis kecil bergaun merah yang sebelumnya dia lihat duduk di batu besar yang ada di belakang gedung tersebut.


"Kenapa kamu jahat sekali, kamu membunuh banyak anak-anak di sini."


Melinda pun langsung melemparkan boneka Barbie tersebut, dia tidak mau lagi memegang nya.

__ADS_1


__ADS_2