
Rizal merasa jika toko Parfume yang semakin sepi dan semakin seram bahkan para pegawai wanita yang tidak berani untuk pergi ke toilet ketika sudah lewat dari jam 18:00, mereka selalu merasa ada yang mengikuti mereka di saat berjalan.
"Ronny dia lebih baik mencari tempat yang lebih baik lagi, toko ini sudah tidak akan mendapatkan kebahagiaan untuk nya. Apalagi sekarang Ronny yang lebih fokus untuk mencari Putri Belinda di bandingkan bisnis nya."
Rizal di perintahkan oleh Ronny untuk menjaga toko nya sedangkan Ronny yang sedang mencari tahu anak perempuan yang di adopsi oleh Melinda.
Rizal merasa tidak nyaman sekali jika dia harus berjalan dari lantai satu menuju ke lantai dua apalagi sedang berada di tangga.
Rizal merasa dia ingin berada di lantai dasar saja sampai Ronny datang kembali, Rizal duduk di tempat kasir dia yang sedang mengantikan pegawai tersebut yang sedang di toilet.
Tidak berapa lama kemudian suara teriakan pun terdengar begitu sangat jelas sehingga membuat para konsumen merasa sangat panik sekali mendengarnya.
"Suara teriakan apa itu,? seperti bersumber dari sana. Bukan kah itu adalah jalan yang menuju ke toilet umum nya."
__ADS_1
Rizal pun langsung berlari menuju ke tempat tersebut dan dia tidak membiarkan pegawai yang lain mengikuti nya karena Rizal yang tidak mau membuat pegawai merasa hawatir dan bahkan berpikir negatif terhadap toko nya.
Ketika Rizal berada di toilet dia tidak mendengar teriakkan tersebut, dia bahkan sampai masuk ke toilet wanita dan melihat pegawai wanita tersebut yang keluar dalam keadaan baik-baik saja.
"Apakah tadi kamu yang berteriak kencang,? apa yang sudah terjadi dengan mu ?."
Pegawai tersebut merasa sangat binggung sekali dengan pertanyaan Rizal.
"Aku tidak berteriak-teriak di sini sangat sepi sekali Pak, tidak ada yang sampai berteriak seperti yang bapak Rizal tanyakan tadi."
"Tadi terdengar suara teriakan yang sangat keras sekali, sehingga membuat para pengunjung pun hawatir tapi ternyata itu hanya sebuah permainan semata."
Pegawai tersebut pun terlihat mulai ketakutan ketika mendengar cerita Rizal dia langsung keluar dari pintu toilet.
__ADS_1
"Sebaiknya kita langsung pergi dari toilet ini, saya merasa sangat ketakutan sekali."
Rizal memegang tangan pegawai wanita tersebut.
"Kamu harus bisa melindungi toko ini, jika mereka bertanya apa yang terjadi maka kamu jawab saja kamu melihat kodok atau serangga agar mereka semua tidak berpikiran negatif terhadap toko kita."
Walaupun merasa sangat berat untuk berbohong, pegawai tersebut akhirnya mau mengikuti apa yang di katakan oleh Rizal.
"Ronny akan memberikan uang untuk mu, kamu jangan takut semuanya akan mendapatkan uang nya tenang saja."
Pegawai wanita tersebut pun menganggukkan kepalanya dan dia berjalan menuju ke luar sudah banyak sekali yang ingin tahu apa penyebab dari teriakan yang sebenarnya pegawai tersebut tidak mendengar apapun di dalam toilet.
"Maafkan saya yang membuat kalian semuanya hawatir, tadi di saat saya sedang di toilet ada cicak yang jatuh ke pundak saya sehingga membuat saya histeris berteriak kencang dan membuat kalian semuanya kaget."
__ADS_1
Melihat wajah wanita tersebut yang meyakinkan akhirnya mereka semua pun bubar dan kembali pada pekerjaan masing-masing.
Rizal pun langsung tersenyum manis kepada pegawai tersebut.