Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (138)


__ADS_3

Selesai makan Melinda pun menuju ke Rumah Sakit kembali tapi ternyata dia bertemu dengan Rizal.


"Bu Melinda."


Ucap Rizal dengan suara yang sedikit pelan.


"Rizal aku sudah melihat apa yang terjadi dengan toko Parfume kalian yang lagi-lagi memakan korban jiwa, ada apa ini kepada harus selalu ada yang meninggalkan dunia."


Rizal menundukkan kepalanya dia tidak tahu harus menjawab apa.


"Dan sekitarnya kamu di Rumah Sakit apakah sedang mengurus korban tersebut,? dia masih di rumah sakit belum di bawa ke rumah nya ?."


Melinda semakin penasaran ketika melihat wajah Rizal yang seperti sangat panik.


"Saya di sini mengantar Pak Ronny, yang pingsan di toilet."


Melinda begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar Ronny yang pingsan di toilet.


"Rizal, sampai kapan Ronny akan terus mempertahankan toko tersebut?. Sampai semua pegawai menjadi korban berikutnya?, tidak ada kah rasa simpatik dia terhadap keluarga korban yang di tinggalkan?."


Melinda sampai menggelengkan kepalanya sambil memegangi kepalanya.

__ADS_1


"Sudahlah aku pusing jadi nya karena tidak mungkin juga kan, Ronny yang mau mendengarkan perkataan ku ini."


Melinda pun memilih untuk pergi begitu saja dia tidak ada sedikit pun rasa hawatir terhadap Ronny.


"Seperti nya Bu Melinda sudah tidak ada rasa cinta dengan Ronny, baguslah karena Ronny yang selalu mempunyai niat jahat kepada istri nya."


Rizal pun memilih untuk langsung pergi ke Restoran dengan Rumah Sakit, tapi seketika saja Rizal pun langsung berpikir. Melinda berada di Rumah Sakit siapa yang sampai harus di rawat di Rumah Sakit.


Melinda masuk ke dalam ruangan Elisa dia mendapatkan kabar kondisi Elisa yang mulai membaik.


"Seperti besok Elisa sudah bisa pulang, karena demam nya yang sudah turun."


...*Keesokan harinya*...


Suster Diana yang sudah bersiap-siap untuk pergi ke Rumah Sakit, dia tidak mau telat karena mengetahui Melinda yang harus pergi ke kantor.


Suster Diana pun langsung masuk ke dalam mobil.


"Pak ayo cepat yaa, soalnya Bu Melinda sudah menunggu saya di Rumah Sakit."


Supir pribadi pun mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Diana, dia mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang lumayan tinggi sehingga Suster Diana bisa dengan cepat sampai di Rumah Sakit.

__ADS_1


Suster Diana turun dari mobil dan berlari menuju ke kamar yang sebelumnya sudah di beritahu oleh Melinda.


"Ini dia kamar nya akhirnya ketemu juga."


Suster Diana membuka pintu kamar dan dia melihat Elisa yang sedang di buka infusan nya.


"Suster Diana akhirnya kamu datang juga tepat pada waktunya, ayo cepat ke sini temani Elisa. Saya mau membayar administrasi nya dulu."


Melinda keluar ruangan dan Suster Diana pun menghampiri Elisa, Elisa yang sudah selesai di buka infusan nya dia pun langsung di duduk kan di kursi roda.


"Oke Elisa sayang, kamu sekarang sudah bisa pulang yaa. Ingat yaa jaga kesehatan kamu yaa, makanan yang bergizi dan perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan."


Dokter Aliyaa pun keluar dari ruangan dan Suster Diana mendorong kursi roda tersebut.


Tidak ada percakapan diantara mereka berdua, Elisa yang kelihatan tidak senang jika dia bersama dengan Suster Diana.


Setelah selesai menyelesaikan administrasi dan juga membawa obat untuk Elisa, Melinda menghampiri mereka berdua sebelum berangkat ke kantor.


"Suster Diana, antarkan Elisa ke pantai asuhan yaa."


Suster Diana menganggukkan kepalanya dan dia pun langsung mendorong dengan cepat kursi roda tersebut agar tidak ada percakapan di antara mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2