
Ketika sudah merasa bahagia Putri Belinda pun memilih untuk pulang dia ingin bertemu dengan Papa nya.
"Aku rindu Papa, Ayo Omah kita pulang."
Putri Belinda mengajak pulang sambil memegang handphone baru di tangan nya.
"Baiklah Sayaaaaang, ayo kita pulang sayaaaaang."
Mereka berdua pun berjalan menuju ke mobil sedangkan Opah Arief dia harus memesan hotel untuk mereka menginap karena Omah Regina yang tidak mau pulang ke rumah nya.
Putri Belinda merasa sangat senang sekali dia benar-benar melupakan apa yang sebelumnya terjadi dengan nya di sekolah.
"Sudah yaa sayang jika Elisabeth yang selalu membuat kamu kesal lebih baik kamu abaikan saja dia yaa, hindari dia di saat dia ingin bicara yaa."
Putri Belinda pun mengerti dia pasti akan mengikuti apa yang di katakan oleh Omah Regina.
Dan akhirnya Putri Belinda sampai juga di toko Parfume nya dan berpamitan untuk pulang kepada Omah Regina.
"Aku pulang yaa Omah besok hari minggu aku tidak sekolah, aku ingin bermain bersama dengan Papa dan Om Rizal."
Omah Regina pun langsung mencium kening Putri Belinda.
"Iya sayang selamat bersenang-senang di hari libur yaa, Omah pasti sangat merindukan kamu."
Putri Belinda keluar dari mobil nya dan ternyata Om Rizal sudah menunggu nya.
Putri Belinda melambaikan tangan nya dia pun langsung masuk ke dalam toko.
__ADS_1
"Bagaimana sayaaaaang, apakah sekolah mu menyenangkan hari ini?."
Putri Belinda duduk sambil membuka sepatu nya.
"Lebih menyenangkan di saat aku di bawa Omah Regina ke tempat permainan anak, di sekolah aku yang selalu bertengkar dengan Elisabeth. Aku merasa sangat kesal sekali dengan nya."
Om Rizal mulai menanyakan apa yang di lakukan Elisabeth sampai membuat Putri Belinda merasa sangat kesal sekali sampai Putri Belinda cemberut dan berjalan menuju ke kamar nya.
"Apa lagi yang di lakukan Elisabeth kepada Putri Belinda, dia benar-benar anak yang menyebalkan."
Putri Belinda masuk ke dalam nya dan Om Rizal lebih membiarkan Putri Belinda untuk bisa menenangkan diri nya.
"Biarkan saja dia mencoba untuk mengatasi permasalah nya sendiri, jika aku sampai menghampiri nya dia pasti akan bertambah sedih".
Melihat Putri Belinda yang sudah pulang membuat Ronny pun langsung naik ke lantai tiga tapi Rizal menarik tangan Ronny.
Ronny pun langsung terdiam dia memilih untuk duduk di samping Ronny.
"Sekarang bagaimana dengan kelanjutan rumah tangga ku ini yaa, apakah aku bisa kembali bersama dengan Melinda tapi tanpa ada Elisabeth."
Ronny kelihatan sangat merindukan sekali keluarga yang dulu dia ingin bisa berkumpul seperti dulu lagi tapi seketika Ronny mengingat mobil yang bergoyang tanda penghianat cinta nya.
"Ahhhhhh, kenapa aku punya pikiran seperti itu yaa. Sudahlah sekarang lebih baik aku fokus pada Putri Belinda tidak orang lain."
Ronny pun memilih untuk pergi dan Rizal pun sendiri.
"Melinda sekarang sedang merasakan cinta dengan asisten pribadi nya, ini adalah sebuah pembalasan dendam nya karena dulu Ronny pun menghianati cinta Melinda di saat Melinda despresi. Ronny meninggalkan nya dan memilih wanita bayaran untuk bisa tidur bersama dengan nya."
__ADS_1
Rizal berjalan ke kamar Putri Belinda dia melihat Putri Belinda yang sedang tertidur pulas.
"Seperti dia sangat lelah sekali, dia hanya membuka sepatu nya tidak kaos kaki nya."
Rizal pun membuka kaos kaki yang masih di pakai oleh Putri Belinda dia juga melihat ada kotak besar di dalam tas nya.
"Kotak besar apa itu yaa,?"
Rizal yang merasa penasaran dia pun mengambil kotak tersebut dari tas Putri Belinda.
"Seperti sebuah handphone ya, siapa yang membelikan Putri Belinda handphone yaa."
Rizal pun membuka nya dan ternyata handphone terbaru yang harganya sangat mahal sekali.
"Wahh handphone keluaran terbaru untuk Putri Belinda, ini pasti Ibu Regina yang membelikan untuk nya."
Rizal pun menyimpan kembali Handphone tersebut dia pun tersenyum manis kepada Putri Belinda yang sedang tidur.
"Ibu Regina dia ingin sekali membuat Putri Belinda merasa bahagia walaupun dengan cara nya sendiri."
Rizal pun memilih untuk pergi dari kamar Putri Belinda dia menutup rapat pintu kamar nya.
Rizal pun mulai fokus di lantai dasar karena semenjak Putri Belinda sekolah pendapatan yang semakin tinggi bahkan rencana lantai dua pun akan di buat kan koleksi parfume terbaru.
"Putri Belinda memang benar-benar memberikan keberuntungan untuk bisnis Papa nya. Ini benar-benar mengejutkan sekali semua seperti langsung datang saja."
Rizal membantu Ronny karena melihat Ronny yang mulai butuh bantuan dari nya.
__ADS_1