
Elisabeth menceritakan sikap Putri Belinda yang kasar kepada dirinya, tapi tidak membuat Suster Diana merespon perkataan Elisabeth.
Regina memilih untuk pergi dia tidak mendengarkan perkataan Elisabeth.
Putri Belinda dan Veronica pun menghampiri Omah Regina untuk menjelaskan semuanya.
"Omah Belinda tidak salah, Elisabeth yang mendorong Belinda dan aku yang membalas nya. Omah aku mohon jangan percaya dengan perkataan Elisabeth, semuanya belum tentu benar."
Putri Belinda hanya bisa terdiam saja karena dia tidak tahu harus berkata menurut nya Elisabeth itu sangat jahat sekali.
"Belinda sayaaaaang, Omah selalu percaya dengan kamu yaa sayang. Jadi sekarang lebih baik Belinda kembali ke dalam kelas yaa, setelah itu lupakan apapun yang terjadi."
Omah Regina mengantarkan Belinda dan juga Veronica ke dalam kelas sedangkan Elisabeth dia memilih untuk tetap menagis dan meminta untuk pulang ke rumah.
"Sudah yaa jangan seperti ini yaa, nanti Mommy Melinda menjadi hawatir sama kamu Elisa. Kasih Mommy Melinda."
Suster Diana pun mengantarkan Elisabeth kembali ke dalam kelas dan menunggu nya karena sebentar lagi jam pulang.
"Harus kah Elisabeth yang keluar dari sekolah ini, aku merasa sangat pusing sekali melihat perlakuan nya yang sangat manja seperti ini."
Regina pun langsung pergi dan Suster Diana mengerti jika dirinya berada di posisi Regina karena bagaimana pun juga Putri Belinda itu adalah cucu kandungnya.
Suster Diana terus saja memperhatikan Elisabeth sampai waktunya jam pulang, Putri Belinda memandangi wajah Suster Diana dia langsung berlari menuju ke Omah Regina.
Melihat wajah Putri Belinda yang kelihatan sangat sedih membuat Omah Regina ingin membawa Putri Belinda ke taman bermain.
"Sayang, pulang sekolah ini kita pergi ke taman bermain yaa. Jangan dulu pulang ke Papa nanti Omah yang memberitahu Papa."
Putri Belinda terlihat sangat senang sekali dan dia pun langsung masuk ke dalam mobil.
Tatapan mata sinis Elisabeth terhadap Putri Belinda dia benar-benar ingin membuat Putri Belinda tidak bahagia.
"Suster Diana aku akan ingin pindah sekolah dan juga pindah rumah juga aku sangat bosan sekali dengan kondisi seperti ini."
Suster Diana membukakan pintu mobil nya dan Elisabeth pun langsung masuk ke dalam mobil nya, Suster Diana merasa sikap Elisabeth yang berlebih-lebihan padahal posisi nya sekarang Melinda yang belum mengetahui Putri Belinda.
"Elisabeth, pernah kamu memikirkan jika Mommy Melinda tanpa sengaja melihat keberadaan Putri Belinda. Dia mengetahui jika Putri Belinda masih hidup dan apa yang akan kamu lakukan, karena tidak pernah mengetahui kedepannya akan seperti apa dan sekarang kita yang mulai menyembunyikan semua tapi bagaimana jika tiba-tiba semua nya langsung terbongkar dengan sendirinya."
Elisabeth tidak mau hal tersebut terjadi dia benar-benar tidak pernah mempertemukan Mommy Melinda dengan Putri Belinda.
"Aku akan melakukan berbagai cara apapun itu agar Mommy Melinda tidak kembali dengan Putri Belinda, termasuk menyakiti hidup ku sendiri."
Suster Diana merasa sangat terkejut sekali ketika Elisabeth yang sampai akan melakukan hal seperti itu.
__ADS_1
Suster Diana memilih untuk diam saja dia tidak mau lagi berkata seperti itu.
Di saat Elisabeth yang berencana untuk melakukan apapun yang dia inginkan hanya untuk agar Mommy Melinda bisa bersama nya. Lain lagi dengan Putri Belinda dia yang akan di bawa ke tempat bermain anak-anak.
"Belinda Omah akan menghubungi Papa kamu yaa dan kamu bilang jika kamu yang bersama dengan Omah akan pergi ke tempat bermain anak-anak."
Putri Belinda menganggukkan kepalanya sambil tersenyum riang gembira. Omah Regina pun memberikan handphone nya kepada Putri Belinda.
*Papa ini aku Belinda aku pakai handphone Omah*
*Iya sayang ada apa yaa*
*Papa aku dan Omah akan pergi ke tempat permainan anak-anak yaa, aku ingin senang-senang bersama dengan Omah*
*Baiklah Sayaaaaang tapi hati-hati yaa sayang jauh jauh-jauh dari Omah*
*Baiklah Papa, aku sayang Papa*
*Papa juga sayang kamu*
Putri Belinda mengakhiri panggilan telephone nya dan dia langsung memberikan handphone tersebut kepada Omah nya.
Omah Regina berniat untuk membelikan handphone untuk Putri Belinda.
Putri Belinda hanya terdiam saja dia tidak tahu harus menjawab apa.
"Kenapa kamu tidak menjawab sayang, yasudah nanti Omah minta Opah untuk membelikan nya yah."
Putri Belinda pun langsung tersenyum manis.
"Terimakasih banyak Omah, Omah baik sekali sama aku."
Omah Regina pun langsung memeluk erat Putri Belinda.
"Kita beli baju dulu yaa supaya kamu tidak memakai seragam sekolah."
Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam toko baju dan Putri Belinda memilih baju yang akan dia pakai.
Putri Belinda memilih Dress cantik berwarna pink dan dia pun kelihatan sangat cantik sekali.
"Cucu Omah cantik sekali sayaaaaang."
Setelah selesai memilih baju mereka berdua pun akhirnya berjalan menuju ke tempat permainan anak-anak.
__ADS_1
Dan Putri Belinda terlihat sangat senang sekali, dia pun sangat menikmati permainan tersebut.
Omah Regina hanya bisa memantau Putri Belinda dia pun memesankan makanan untuk mereka berdua.
"Oh iya aku lupa, aku minta Ayah untuk membelikan handphone untuk Putri Belinda."
Omah Regina pun langsung mengeluarkan handphone nya dia memilih mengirimkan pesan kepada suaminya.
*Ayah tolong belikan handphone untuk Putri Belinda yaa dan malam ini lebih baik kita menginap di hotel saja*
*Baiklah Bu, sekarang ibu sedang berada di mana. Sebenar lagi Ayah pulang*
*Ibu sedang di tempat permainan anak-anak, kasihan Putri Belinda dia sepertinya ingin bermain-main*
*Yasudah bersenang-senang dulu saja nanti Ayah ke sana sambil membawa handphone baru untuk cucu kesayangan Opah*
*Baiklah kita tunggu di sini yaa*
Putri Belinda berlari menghampiri Omah Regina seperti nya dia yang sangat capek sekali.
"Capek yaa sayang, ayo minum dulu yaa sayang."
Omah Regina memberikan air mineral kepada Putri Belinda.
"Ayo sayang sekarang kita makan yaa kamu pasti sangat lapar sekali sayaaaaang."
Putri Belinda pun duduk dia menikmati makanan yang ada di hadapannya.
"Ini enak sekali Omah, aku suka seperti nya aku akan habis banyak."
Putri Belinda kelihatan sangat lahap sekali memakai nya sehingga membuat Regina merasa sangat senang.
"Iya sayang, makan yang banyak yaa sayang."
Omah Regina sambil menunggu kedatangan Opah Arief.
"Nanti Opah akan datang untuk membawakan handphone baru untuk kamu sayang, kamu pasti sudah tidak sabar kan menunggu nya."
Putri Belinda menganggukkan kepalanya dan ternyata Opah yang sudah berada di belakang Putri Belinda.
"Opah datang sayang bawa handphone baru untuk kamu."
Putri Belinda pun kelihatan sangat senang sekali dia pun melihat handphone yang sangat mahal sekali.
__ADS_1