Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (171)


__ADS_3

Rizal datang ketika Ronny yang baru saja selesai telephone dengan orang yang mengikuti Melinda.


"Ronny, aku baru saja pulang dari pantai asuhan dan aku memberikan donasi uang 30 juta. Itu adalah panti asuhan yang menjadi pilihan Melinda ketika dia memilih Elisabeth menjadi anak adopsi nya."


Ronny masih terdiam ketika dia mendengar cerita dari Rizal karena masih kesal mendengar Informasi tentang Melinda yang akan membuat Elisabeth Parfume.


"Dan aku ingin bertemu dengan anak-anak panti asuhan yang ada di sana, tapi aku merasa sangat penasaran ada anak perempuan yang bernama Merry dia tidak pernah mau bertemu dengan banyak orang karena seperti memiliki phobia tersendiri."


Ronny pun mulai merespon perkataan Rizal.


"Lalu apa hubungannya dengan mu,? jika kamu memang berniat untuk berdonasi silahkan teruskan niat baik mu itu."


Ronny meninggalkan Rizal begitu saja dan dia merasa ada sesuatu yang terjadi dengan Ronny.


"Seperti nya dia sedang mendapatkan masalah, apalagi yang terjadi dengan Melinda."

__ADS_1


Rizal pun memilih untuk fokus pada pekerjaan dia melihat pemasukan yang semakin menurun drastis.


"Bagaimana ini jika terus-menerus seperti maka toko ini akan bangkrut dengan cepat."


Rizal merasa kasihan terhadap Ronny ketika dia yang sudah menjual segala nya demi ingin mempunyai toko atas nama nya sendiri.


Suasana berbeda terjadi pada Melinda dan juga Ibu nya, sudah tidak ada lagi yang harus di bahas karena semua sesuai dengan keinginan Melinda.


"Bu, sekarang apakah ibu mau pergi ke toko ku. Ibu membantu aku untuk mendekorasi semuanya."


"Baiklah, ayo sekarang kita pergi ke toko mu itu."


Regina dan Melinda meninggalkan Restoran tersebut dan mereka berdua menuju ke mobil masing-masing, ayah Melinda mengikuti mereka berdua dia ternyata tidak pergi dia hanya ingin menenangkan pikiran dan emosional nya.


Di perjalanan menuju ke toko nya, Melinda terus saja terbayang-bayang wajah Putri Belinda ketika bersama dengan nya, Melinda sampai menghentikan mobil nya secara tiba-tiba dia pun mencoba untuk menenangkan pikiran nya.

__ADS_1


"Astaga kenapa harus seperti ini, Putri Belinda. Maafkan Mama tapi Mama harus melakukan ini semua sayaaaaang."


Melinda beristirahat terlebih dahulu setelah merasa tenang pikiran nya dia pun langsung melanjutkan kembali perjalanan nya menuju ke kantor nya.


Regina memperhatikan mobil Melinda, dia pun merasa terjadi sesuatu dengan Melinda.


"Seperti nya Melinda mengingat kembali kenangan nya bersama dengan Putri Belinda, setidaknya walaupun Putri Belinda sudah tiada nama nya akan selalu di ingat dan harum seperti orang-orang yang sudah mengetahui Belinda Parfume."


Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan toko foto besar Putri Belinda pun sudah tidak ada lagi, dan Regina pun turun dari mobil nya.


"Putri Belinda cucu ku yang cantik."


Melinda merasa sesak dia tidak yang sebenarnya tidak mudah untuk bisa melakukan ini semua nya.


Tapi Melinda pun memilih untuk masuk ke dalam toko nya dan Regina yang berada di belakang Melinda dia pun mengikuti Melinda ke ruangan kerjanya.

__ADS_1


Para pegawai begitu sangat serius sekali ketika melihat Melinda dan Regina, mereka semakin yakin jika akan ada acara kembali di toko nya.


__ADS_2