
Putri Belinda membuka pintu kamar nya dan dia melihat Merry yang sudah menunggu nya. Putri Belinda pun langsung menutup pintu kamar nya dan dia berlari menghampiri Merry.
"Merry, aku sangat bahagia sekali. Aku akan sekolah dan aku akan satu sekolah dengan Elisabeth."
Merry seketika langsung melihat jika Putri Belinda yang akan mendapatkan perlakuan kasar dari Elisabeth.
"Kamu tidak harus hawatir yaa, aku tidak akan diam. Aku bukan Putri Belinda yang lemah aku harus berani menghadapi Elisabeth."
Merry tetap merasa hawatir karena dia melihat jika Elisabeth adalah anak yang sangat jahat sekali.
"Aku akan selalu bersama dengan mu Belinda sampai kapan pun."
Merry tiba-tiba langsung menghilang begitu saja dan ternyata Papa Ronny datang. Belinda pun menghampiri Ronny dan memeluk nya.
"Bagaimana sayang apakah kamu merasa bahagia bersama dengan Omah dan Opah kamu? mereka berdua baik dengan mu ?."
__ADS_1
Papa Ronny dan Putri Belinda duduk di atas kasur.
"Mereka berdua sangat baik kepada ku dan Omah Regina yang akan mengantarkan aku sekolah dan aku sangat bahagia sekali."
Putri Belinda memeluk Papa nya dan Ronny merasakan perasaan sedih yang sedang Putri Belinda rasakan.
"Papa tahu ini pasti sangat berat sekali sayaaaaang, ketika kamu yang baru sekolah tapi tidak di temani oleh Mama kamu. Tapi percayalah ini akan membuat kamu menjadi anak yang kuat dan tidak lemah. Putri Belinda bukan anak yang lemah tapi anak perempuan yang kuat."
Perkataan Ronny membuat Putri Belinda semakin yakin dan percaya jika dia bisa menjadi yang di inginkan oleh Papa nya.
Ronny menatap wajah Putri Belinda dengan harapan yang besar.
"Kamu adalah penerus perusahaan milik Omah dan Opah kamu yaa, Kamu jauh lebih tinggi dari Elisabeth kamu akan mendapatkan semuanya seluruh kekayaan milik Omah dan Opah kamu sayang. Jadi kamu harus menjadi anak yang pintar yaa, jika Elisabeth mencoba mengusik kamu atau sampai melakukan sesuatu yang membuat kamu terluka kamu balas jangan diam karena ada papa yang akan melindungi kamu."
Putri Belinda merasa berat untuk melakukan balasan tersebut tapi dia juga mengetahui jika Elisabeth memang anak melakukan hal tersebut kepada dirinya.
__ADS_1
"Iya Pap, tapi bagaimana aku pasti akan bertemu dengan Suster Diana. Suster Diana pasti akan menghampiri ku Pap, dia pasti akan memeluk ku karena aku yang lebih dekat dengan Suster Diana."
Ronny juga merasakan jika Suster Diana yang merawat Putri Belinda sejak umur 2 bulan sampai sekarang dia pun juga yang mengurus Putri Belinda di saat dia sakit.
"Kamu bisa memeluk erat Suster Diana, tapi kamu juga harus ingat jika sekarang Suster Diana itu bukan milik mu lagi nya dia milik Elisabeth dan kamu harus menjaga jarak dengan Suster Diana walaupun Suster Diana ingin dekat dengan mu."
Putri Belinda menganggukkan kepalanya sambil mata nya berkaca-kaca.
"Kenapa yaa Elisabeth mengambil orang-orang yang aku sayangi, dia benar-benar membuat aku sangat sedih sekali."
Ronny mencoba tidak membuat Putri Belinda menangis.
"Jangan menagis yaa sayang, jika kamu menagis Papa sedih. Kuat yaa sayang kuat jangan menagis."
Putri Belinda pun mencoba untuk tersenyum di hadapan Papa nya.
__ADS_1