
Ronny sudah menyiapkan uang 200 juta, dia tinggal menghubungi Rizal untuk menjalankan tugas nya.
Ronny benar-benar di buat gelap mata dengan apa yang akan dia lakukan kepada Belinda putri kandung nya sendiri.
*Cepatlah datang ke kantor ku yang ke 5, aku sudah menyiapkan uang 200 juta cash untuk mu*
Rizal yang membaca pesan tersebut dari Ronny dia langsung tersenyum.
"Bapak yang tidak normal dia rela berbuat seperti itu kepada anak nya sendiri."
Rizal pun langsung membalas pesan dari Ronny.
*Baiklah aku akan segera datang ke sana sekarang juga*
Rizal bersiap untuk pergi ke kantor Ronny cabang ke 5, Ronny sudah membayangkan jika dia tidak harus membayar biaya pengobatan Belinda dia pasti akan membeli lagi gedung ke 7 untuk usaha nya.
Ronny pun menunggu kedatangan Rizal sudah hilang rasa kasih sayang nya terhadap Belinda karena hanya uang dan kekayaan dan kekuasaan yang dia pikirkan sekarang ini.
Akhirnya Rizal pun datang dia langsung menghampiri Ronny yang sudah menunggu di ruangan lantai bawah.
"Sudah ku siapkan di lantai dua, cepat kita langsung ke sana."
__ADS_1
Rizal dan Ronny pun sampai berlari menuju ke lantai dua dan akhirnya mereka berdua di hadapan dengan uang 200 juta.
"Melinda memilih untuk tidak bekerja dia memilih untuk diam di rumah mengurus Belinda, lalu untuk apa aku menyewa Suster Diana di rumah. Hanya untuk membuang-buang uang ku saja."
Ronny menuangkan minuman ke gelas nya dan terlihat sangat emosional sekali.
"Aku pun yang sudah menghianati cinta Melinda, aku sudah tidur dengan perempuan lain dan aku merasa sudah tidak ada lagi rasa cinta yang tulus."
Mendengar curahan hati Ronny, Rizal pun menepuk pundak Ronny.
"Sabar, mungkin ini memang yang terbaik untuk kehidupan mu yaa."
Rizal pun mulai memikirkan bagaimana dia bisa melakukan tugas nya.
Terdengar sangat tradisi sekali tapi Ronny dengan terpaksa dia harus menyetujui nya, dan langsung memberikan uang tersebut kepada Rizal.
"Lakukan yang terbaik buatlah seperti sebuah kejadian kecelakaan bukan tindakan kejahatan dan ambil semua uang ini."
Rizal dengan tangan yang bergetar dia memasukkan uang tersebut ke dalam kantong plastik berwarna hitam.
"Terimakasih banyak Ronny, senang bisa berbisnis bersama dengan mu."
__ADS_1
Dengan sangat cepat Rizal pun keluar dari ruangan Ronny dia langsung menuju ke mobil nya.
Nafas Rizal yang tiba-tiba saja sesak ketika dia yang mendapatkan uang dari Ronny.
"Semudah ini aku mendapat uang dari mu Ronny, kamu memang bodoh sekali mudah untuk di pengaruhi."
Rizal pun mengendarai mobil nya untuk sampai di rumah nya dan memikirkan bagaimana cara nya agar rencana berjalan dengan lancar.
"Aku akan menyuruh Ronny untuk meminta maaf kepada Melinda, dengan mengajak mereka sekeluarga untuk datang ke tempat permainan itu. Dan setelah itu aku yang akan mengajak Belinda untuk bermain dan menghabisi nyawa berharap dia langsung tewas di tempat jika tidak maka aku akan masuk penjara."
Rizal pun masuk ke dalam rumah nya, lampu tiba-tiba saja tidak menyala.
Rizal seperti mendengar suara hentakan kaki Anak kecil yang sedang berlari-lari di belakang nya.
Rizal mencoba untuk menyalakan senter handphone nya dan tiba-tiba saja lampu tersebut pun menyala.
"Kenapa bisa seperti ini, apakah sedang ada yang mempermainkan ku. Belinda yang masih hidup jika dia sudah tiada maka aku akan meninggalkan rumah ini."
Rizal berjalan menuju ke kamar dengan kantor keresek berisi uang dia pun melemparkan uang tersebut ke atas tempat tidur nya.
"Yaaaaaaa, aku kaya raya. Aku menjadi orang yang kaya uang ini akan membuat hidup ku menjadi berubah menjadi seorang yang berkecukupan."
__ADS_1
Rizal seperti orang yang kehilangan akal nya dia tertawa-tawa sambil melemparkan uang yang ada di hadapannya.