
Regina merasa tidak ingin berpisah dengan Putri Belinda tapi dia juga harus pergi ke kantor Melinda dan juga hari ini suaminya pulang dari luar kota.
"Putri Belinda sayang, sebenarnya Omah masih ingin bersama dengan mu tapi Omah harus pergi ke kantor Mama Melindungi. Nanti jika Omah ingin bertemu dengan kamu apakah kamu tetap ingin bertemu dengan Omah."
Putri Belinda menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Terimakasih banyak sayaaaaang, Omah pergi yaa. Kamu baik-baik yaa sayang jaga kesehatan nanti Omah akan pilihan sekolah yang bagus untuk kamu yaa."
Regina mencium kening Putri Belinda dan dia pun juga berpamitan dengan Ronny.
"Terimakasih banyak Ronny, kamu sudah memberikan kesempatan kepada Ibu untuk bisa bertemu dengan Putri Belinda."
Ronny hanya tersenyum dan Regina pun pergi meninggalkan Putri Belinda, Regina melambaikan tangan nya begitu juga dengan Putri Belinda yang membalas lambaian tangan tersebut.
Putri Belinda mendekati Papa nya dan dia menyenderkan kepalanya ke pundak Papa nya.
"Aku punya Omah yang baik sekali, nanti aku akan di pilihkan sekolah yang terbaik oleh Omah. Aku sangat bahagia sekali Papa."
Ronny merasa sangat senang sekali ketika Putri Belinda yang sudah di siapkan segalanya oleh Omah nya.
"Sekarang kita kembali ke dalam toko yaa, bawa bekal nya."
Putri Belinda pun mengikuti apa yang di katakan oleh Papa nya, Regina sudah sampai di toko Melinda dia berjalan menuju ke ruangan tapi dia tidak melihat keberadaan Melinda.
"Ini sudah jam 9, kenapa Melinda belum juga ada di ruangan nya."
Regina pun keluar dari ruangan tersebut dan dia ingin menanyakan sesuatu kepada Febrian tapi Regina juga tidak melihat keberadaan Febrian di ruangan nya.
"Mereka berdua tidak ada, apakah mereka berdua pergi bersama malam tadi."
Regina pun lebih memilih untuk tidak menghubungi nomer handphone Melinda dia diam di ruangan nya saja.
Dan ternyata Melinda dan Febrian masih berada di dalam Apartemen, Melinda pun mulai membuka mata nya dan begitu sangat terkejut Melinda ketika melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 09:00.
"Astaga aku telat masuk ke kantor."
Melinda pun langsung berlari menuju ke kamar mandi dan Febrian pun merasakan kepergian Melinda.
__ADS_1
Febrian membuka mata dia begitu sangat terkejut sekali ketika sudah siang.
"Wahhhh, aku benar-benar kesiangan."
Febrian berlari menuju ke kamar mandi tapi ternyata Melinda yang berada di dalam.
"Aku pikir dia sudah berangkat ke kantor, jika seperti apakah akan membuat kecurigaan terhadap para pegawai yang ada di kantor yaa."
Melinda pun langsung keluar dari kamar mandi dan dia pun langsung menatap wajah Febrian.
"Bagaimana ini apakah kita harus berangkat secara bersamaan,? karena mobil ku yang masih berada di Restoran itu."
Febrian pun langsung masuk ke dalam kamar mandi dia tidak menjawab pertanyaan dari Melinda.
Melinda tidak sempat untuk mengeringkan rambut panjang nya, dan mereka berdua pun akhirnya memutuskan untuk pergi bersama.
Febrian yang mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali sehingga membuat Melinda sedikit ketakutan.
"Febrian bisakah kamu sedikit lebih pelan mengendarai mobil nya, aku sangat ketakutan sekali."
Febrian dan Melinda pun akhirnya sampai di depan toko nya, semua mata tertuju pada mereka berdua apalagi pada rambut Melinda yang basah dan terurai panjang.
Melinda pun langsung membuka pintu ruangan dan begitu sangat terkejut sekali Melinda ketika melihat Ibu nya yang sudah berada di ruangan nya.
"Ibu, aku terlalu kecapean sampai aku telat masuk ke kantor."
Wajah Melinda kelihatan sangat pucat sekali dia seperti sangat ketakutan.
"Kamu datang bersamaan dengan Febrian, apakah kamu menghabiskan waktu bersama dengan Febrian?."
Regina mulai merasa curiga terhadap Melinda dan juga Febrian tapi Melinda mencoba untuk menutupi nya.
"Aku akan segera membereskan berkas-berkas perceraian ku dengan Ronny."
Regina merasa sangat kasihan sekali melihat Melinda tapi di satu sisi dia sudah membuat Putri Belinda patah hati karena melihat Melinda bersama dengan lelaki lain.
"Semoga secepatnya kamu membereskan nya dan setelah itu kamu bisa bebas dekat dengan siapa pun tadi dengan batas kewajaran."
__ADS_1
Regina pun keluar dari ruangan Melinda.
"Ibu akan menjemput Ayah mu di bandar karena sekarang Ayah mu akan pulang dari luar kota."
Melinda pun hanya menundukkan kepalanya dan membiarkan Ibu nya pergi, Regina menatapi wajah Febrian yang tidak seperti biasanya.
Regina semakin yakin jika Melinda pergi bersama dengan Febrian semalam tadi. Regina berjalan menuju ke ruangan Febrian dan Melinda pun melihat nya.
"Untuk apa Ibu masuk ke ruangan Febrian, ahhhh apa yang akan di bicarakan oleh Ibu kepada Febrian yaa."
Melinda merasa sangat hawatir sekali dia terus saja memperhatikan mereka berdua.
Tatapan mata Regina begitu sangat tajam sekali kepada Febrian dan duduk saling berhadapan dengan Febrian.
Febrian menundukkan kepalanya karena memang merasa bersalah.
"Aku tidak akan membahas tentang kamu dan Melinda, aku datang ke sini ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada kamu tadi pagi aku bertemu dengan Putri Belinda dan aku begitu sangat bahagia sekali."
Febrian pun mulai berani menatap wajah Regina.
"Aku akan mentransferkan uang sebesar 20 juta rupiah untuk kamu yaa, tapi aku tidak mau Melinda sampai mengetahui nya karena ternyata Putri Belinda melihat kalian berdua yang sedang bersama di sebuah Restoran."
Febrian merasa sangat malu sekali ketika Regina yang mengetahui semuanya dan akhirnya dia pun begitu sangat maju sekali.
"Pokoknya walaupun kamu sekarang sedang dekat dengan Melinda, tapi jangan sampai Melinda mengetahui Putri Belinda yang masih hidup. Karena sekarang Putri Belinda yang merasa sangat sedih ketika Mama nya yang lebih memilih mengadopsi anak perempuan dan sekarang dia melihat Mama bersama dengan lelaki lain."
Setelah mentransfer uang 20 juta, Regina pun bersiap untuk pergi.
"Terimakasih banyak Bu Regina, saya juga ingin meminta maaf kepada Bu Regina juga."
Febrian sampai menundukkan kepalanya dan Regina memilih untuk langsung pergi keluar dari ruangan Febrian.
Regina menyadari jika Melinda yang terus memperhatikan nya, Regina pun memilih untuk lebih pergi saja.
Melihat Ibu nya pergi, Melinda berniat untuk menanyakan sesuatu kepada Febrian tapi dia juga mengingatkan jika jam 10 siang mereka berdua yang harus melakukan rapat penting.
Melinda memilih untuk mempersiapkan diri untuk rapat tersebut begitu juga dengan Febrian dia yang menjadi asisten pribadi Melinda dia juga harus tampil sempurna dan bisa sukses demi bisnis tersebut.
__ADS_1