
Melinda dan Febrian merencanakan semuanya dengan sangat sempurna sekali.
"Aku ingin ada yang merekam kita berdua pada saat presentasi, aku ingin sekali menunjukkan kesempurnaan kita berdua di hadapan banyak orang."
Ferdian pun mengikuti apa yang di inginkan oleh Melinda dia begitu sangat detail sekali, Febrian mengetahui keinginan Melinda yang ingin di lihat oleh suaminya.
Kesuksesan yang dia lakukan tanpa harus ada campur tangan suaminya sendiri, Febrian sudah melakukan apa yang di inginkan oleh Melinda dan tinggal menunggu beberapa saat lagi presentasi itu akan di mulai.
Rizal yang sedang memainkan handphone dia pun melihat secara langsung ketika Melinda yang sedang presentasi produk baru nya bersama dengan Febrian.
Terlihat jelas jika Melinda memang sangat bagus sekali ketika dia sedang bicara di depan umum.
"Ronny harus mengetahui ini semua, agar dia bisa bersiap-siap untuk bangkrut sebentar lagi."
Rizal pun masuk ke dalam ruangan Ronny dia langsung memberikan handphone nya, Ronny yang sedang fokus pun marah ketika Rizal yang tiba-tiba saja datang ke ruangan nya.
"Apa yang sedang kamu lakukan,? kamu tidak melihat aku sedang serius berkerja."
__ADS_1
Ronny terlihat begitu sangat marah sekali kepada Rizal.
"Lihat dulu Melinda dan Asisten tampan nya mereka berdua sedang melakukan siaran langsung dalam melakukan presentasi produk baru nya. Lihatlah Melinda yang membuat varian baru untuk anak-anak dengan aroma buah-buahan."
Setelah mendapatkan penjelasan dari Rizal, Ronny pun langsung mengambil handphone Rizal dan dengan serius dia meminta nya.
Ronny tidak menyangka jika Melinda yang mudah bangkit, dia yang sudah sembuh dari despresi nya.
"Apa yang membuat kondisi Melinda menjadi membaik seperti ini,? bukan kah kita mengetahui jika Melinda yang despresi."
Ronny tidak meneruskan untuk melihat video tersebut, dia merasa sangat cemburu melihat istrinya bernama dengan lelaki lain.
Rizal pun langsung mencari tahu tentang siapa lelaki yang bersamaan dengan Melinda.
"Dia sangat tampan sekali yaa, nama nya Febrian Irawan dia lulusan luar negeri sama seperti Melinda. Pantaslah mereka berdua cocok sama-sama pintar."
Ronny menatap sinis wajah Rizal.
__ADS_1
"Apakah kau tidak menyadari dengan ucapan mu itu,? aku adalah suami Melinda."
Rizal pun seketika tertawa mendengar perkataan Ronny.
"Masih bisa kamu berkata jika kamu itu adalah suami Melinda, sedangkan kamu sendiri yang sudah tidur bersama dengan wanita penghibur? jangan seperti ini Ronny. Kamu menginginkan Melinda tapi hanya untuk memanfaatkan nya saja. Melinda itu wanita yang cantik dan pintar beruntung sekali kamu mendapatkan Melinda."
Rizal pun memilih untuk keluar dari ruangan Ronny dia berjalan menuju ke tangga lantai dua, Rizal kembali merasakan hal mistis ketika dia berjalan turun tangga.
Rizal melihat sosok anak kecil perempuan yang sedang duduk di tangga dengan membelakangi nya dia memainkan boneka Barbie yang sudah sangat kusam sekali.
Seketika Rizal pun langsung mengingat perkataan Irene tentang anak kecil yang melarang nya untuk datang ke toko nya.
"Apakah ini yang di maksud oleh Irene, anak kecil perempuan ini yang mempunyai gedung tua ini sebelum berubah menjadi toko parfume.
Rizal mencoba untuk memberanikan diri menghampiri gadis kecil tersebut, tapi langkah kaki Rizal yang tiba-tiba saja berhenti tidak bisa di gerakkan.
Anak kecil perempuan tersebut pun melayang pergi keluar jendela dan seperti menuju ke belakang gedung.
__ADS_1
"Dia melayang ke belakang gedung, seperti nya ada sesuatu di sana dan mungkin itu bisa menjadi jawaban kenapa anak kecil perempuan itu selalu menganggu toko ini."
Kaki Rizal pun segera bisa bergerak seperti biasanya, dia benar-benar seperti sedang merasakan mistis yang begitu nyata.