
Melinda kelihatan sangat lemas sekali dia tidak tahu harus bagaimana lagi karena sikap Elisabeth yang mungkin tidak akan pernah berubah.
"Apakah keputusan ku untuk mengadopsi Elisabeth itu adalah sebuah kesalahan besar, ternyata tidak mudah untuk bisa mengurus anak yang bukan dari rahim kita sendiri."
Melinda masih memilih untuk diam di sekitar sekolah, dia tidak mau kembali ke rumah nya karena dia tidak mau emosi terhadap Elisabeth.
"Lebih baik sekarang aku pergi ke suatu tempat untuk minum dan membuat aku sedikit menjadi lebih tenang lagi."
Melinda pun masuk ke dalam mobil nya dia yang merasa sangat tidak tenang, dia harus menjaga cara komunikasi nya terhadap Elisabeth.
Ketika Melinda yang lebih memilih untuk pergi ke tempat yang nyaman, Elisabeth di perjalanan menuju ke rumah dia tetap saja tidak mau tersenyum dan Suster Diana pun memilih untuk membiarkan nya.
Sampai akhirnya mereka berdua pun sampai di depan rumah dan Elisabeth dengan cepat dia membuka pintu mobil nya, Elisabeth langsung berlari menuju ke kamar nya.
__ADS_1
"Apakah benar dia akan kembali ke panti asuhan, semoga iya karena dia hanya membuat Bu Melinda menjadi banyak pikiran saja."
Suster Diana pergi ke dapur dan dia menyimpan makan siang untuk Elisabeth, Suster Diana selalu memberikan makanan yang terbaik untuk Elisabeth.
"Kenapa akhir-akhir ini aku yang selalu saja memikirkan Putri Belinda yaa, ada apa dengan pikiran ku ini yaa. Aku berharap semoga ini adalah pertanda yang bagus untuk ku dan keluarga ini."
Selesai membuatkan makan siang untuk Elisabeth, Suster Diana pun berjalan menuju ke kamar Elisabeth dia tidak mendengar tangisan atau teriakan dari dalam kamar Elisabeth.
Suster Diana membuka pintu kamar dan dia melihat Elisabeth yang sedang asik bermain handphone, Suster Diana menyimpan makanan tersebut di meja belajar.
"Cepat makanan, sebelum makan nya menjadi dingin."
Suster Diana pun memilih untuk langsung pergi dari kamar Elisabeth, Elisabeth pun merasa sangat lapar sekali dia pun langsung memakan makanan tersebut.
__ADS_1
"Baguslah Suster Diana yang tidak banyak bicara dengan ku, jadi aku tidak harus banyak drama yang menyebalkan."
Elisabeth memakan makanan tersebut dia pun sambil berpikir apa yang akan dia lakukan selanjutnya karena dia yang begitu sangat dendam kepada Veronica.
"Jika aku tidak bisa keluar dari sekolah itu, maka aku yang akan membuat Veronica yang keluar dari sekolah itu. Lihat saja Veronica, aku akan membalas dendam ku kepada mu, aku tidak akan kalah."
Wajah Elisabeth begitu sangat emosional sekali dengan Veronica, dia pun melanjutkan makan nya dia begitu sangat lapar sekali.
"Aku tidak akan keluar dari kamar, aku ingin Mommy Melinda merasa bersalah dengan apa yang sudah dia lakukan kepada ku. Aku ingin membuat Mommy Melinda merasa sangat menyesal sekali dan dia yang tidak mau kehilanganmu ku."
Elisabeth seperti sudah menyusun rencana-rencana dalam pikirannya, dia ingin Mommy Melinda merasa takut kehilangannya.
Elisabeth akan melakukan berbagai cara agar apa yang dia inginkan menjadi kenyataan, termasuk meminta uang kepada Mommy Melinda karena sebenarnya Elisabeth yang masih mempunyai keluarga.
__ADS_1