
Merry terbangun dari tidurnya dan ternyata ini adalah waktu jam makan malam.
"Kenapa aku sudah ada di kamar yaa, bukan kah aku yang tadi masih di dalam mobil Om Rizal."
Merry beranjak dari tempat tidur dia pun membawa barang-barang yang akan dia berikan kepada teman-temannya nya.
"Selamat malam teman-teman, aku membawakan sesuatu untuk kalian semuanya. Aku di perbolehkan untuk membeli barang-barang yang aku inginkan oleh Om Rizal, dan pun langsung membelikan alat-alat untuk sekolah jadi kita bisa bersama-sama belajar di sini."
Dengan di bantu petugas panti asuhan, Merry begitu sangat senang sekali dia bisa berbagi kebahagiaan bersama dengan teman-teman nya.
"Kenapa yaa Bu Melinda tidak memilih kamu saja untuk menjadi anak adopsi nya, kamu baik sekali Merry masih ingat dengan teman-teman mu di sini."
Ucap salah satu teman Merry yang begitu sangat senang sekali mendapatkan perlengkapan sekolah dari Merry.
"Oh iya Merry Ibu sampai lupa sayaaaaang, ini ada kado spesial untuk kamu dari Suster Diana."
Merry pun langsung menerima pemberian dari Suster Diana.
"Sebenarnya Suster Diana dia ingin sekali bisa mengobrol dengan kamu sayaaaaang, tapi kamu yang jalan-jalan bersama dengan Pak Rizal."
Merry merasa sangat senang sekali mendapatkan hadiah pemberian dari Suster Diana.
"Bu, aku ingin membuka nya di kamar yaa."
Merry pun langsung berlari sambil mengambil hadiah tersebut, dia begitu sangat bersemangat sekali.
Merry membuka pintu kamar nya dan dia menutup rapat kembali, Merry membuka nya dah dia pun tersenyum ketika melihat baju yang di berikan oleh Suster Diana.
"Baju ini sangat sama sekali dengan baju yang aku pakai sebelum kecelakaan itu, seperti nya Suster Diana ingin melihat aku sebagai Putri Belinda kembali."
Merry pun menyimpan baju tersebut, dia akan memakai nya besok, Merry pun memilih untuk diam di dalam kamar nya.
"Sekarang aku yang sudah tidak akan kembali dengan Mama, sekarang aku yang mempunyai Papa. Apakah Papa sekarang sudah baik yaa sama aku, Papa yang sudah tidak benci dengan ku."
__ADS_1
Merry berjalan menuju ke jendela kamar nya dia melihat bulan yang begitu sangat terang sekali.
"Mama, aku sangat rindu Mama. Walaupun nanti aku tidak bisa ada di samping Mama lagi, tapi aku berjanji akan selalu menjadi anak yang baik anak yang pintar seperti yang Mama inginkan."
Merry menteskan air mata nya dia yang begitu sangat merindukan Mama nya, dan ternyata di tempat yang berbeda Melinda merasa gelisah dia pun bangun dan duduk.
Melinda memejamkan mata nya, dia seperti melihat bayangan Putri Belinda yang sedang menangis sambil memanggil nama nya.
"Putri Belinda sayaaaaang, Mama rindu sekali Nak. Mama ingin sekali bisa memeluk mu lagi sayang."
Seketika Melinda memikirkan jika Putri Belinda yang masih hidup.
"Andai saja Mama bisa membayangkan kamu yang masih hidup, lalu bagaimana dengan kondisi kesehatan mu sayaaaaang. Kamu yang tidak bisa berlama-lama di luar rumah, kamu yang harus selalu minum vitamin setiap hari dan sekarang kamu tidak akan pernah merasakan itu semua lagi. Mampukah kamu hidup di luar sana."
Melinda benar-benar ingin sekali Putri Belinda yang tiba-tiba saja masih hidup, Suster Diana mengetuk pintu kamar Melinda untuk membawa kan makanan untuk Melinda.
Suster Diana melihat Melinda yang mulai pandangan nya kosong sambil memandangi ke depan, Suster Diana pun langsung menghampiri Melinda dan memegang tangan nya.
Mata Melinda berkaca-kaca dia memandangi wajah Suster Diana.
"Aku yang sedang membayangkan jika Putri Belinda yang masih hidup, dan kita bisa menemukan nya dan dia kembali berada di dalam rumah ini."
Melinda pun meneteskan air mata nya.
"Jika Putri Belinda yang masih hidup, lalu bagaimana dengan Elisabeth. Putri Belinda tidak mungkin mau bersama dengan Elisabeth, apalagi Putri Belinda yang sangat butuh perhatian yang khusus dan dia yang tergantung oleh orang-orang yang ada di sekitarnya."
Melinda pun baru menyadari semua nya jika Putri Belinda kembali bagaimana dengan Elisabeth.
"Sekarang lebih baik Bu Melinda istirahat yaa, jangan pernah lagi membayang jika Putri Belinda yang masih hidup. Karena sekarang Bu Melinda yang sudah memilih Elisabeth sebagai anak Bu Melinda."
Suster Diana pun pergi dari kamar Melinda, dia merasa sangat sesak sekali ketika mendengarkan halusinasi Melinda.
"Aku tidak bisa membayangkan nya, jika Putri Belinda kembali dan ada di rumah ini. Aku berjanji akan fokus pada Putri Belinda dan mungkin melihat untuk keluar dari rumah untuk bisa mengurus Putri Belinda."
__ADS_1
Suster Diana kembali masuk ke dalam kamar nya karena Elisabeth yang sudah tidur, Suster Diana masuk ke dalam kamar nya.
"Putri Belinda, Suster Diana merasa sangat merindukan mu sayaaaaang. Hadirkan dia di mimpi ku malam ini."
Suster Diana pun membaringkan tubuhnya dia menari selimut dan mematikan lampu kamar nya.
Suster Diana yang sedang duduk sambil memegang buku merah kesukaan Putri Belinda, dan tiba-tiba saja Putri Belinda datang dengan menggunakan baju yang dia berikan kepada Merry.
"Terimakasih banyak yaa Suster Diana, aku sangat suka sekali dengan baju nya dan juga sepatu nya. Aku terlihat sangat cantik sekali kan seperti seorang princess."
Suster Diana pun merasa sangat bahagia sekali karena dia melihat Putri Belinda yang tidak memakai kursi roda dan dia bisa berlari-lari.
"Sayaaaaang, kamu sekarang sudah tidak sakit lagi sayaaaaang. Kamu bisa berlari-lari seperti anak-anak yang lain."
Suster Diana memeluk erat tubuh Putri Belinda.
"Aku sudah tidak seperti dulu lagi, aku sangat kuat sekali. Lingkungan yang membuat aku seperti ini."
Suster Diana terus saja memeluk erat Putri Belinda, dia yang begitu sangat merindukan Putri Belinda tapi tiba-tiba saja Putri Belinda melepaskan pelukan erat dari Suster Diana.
"Mama, aku di sini Mam."
Putri Belinda melihat Mama yang sedang melambaikan tangan dan membuat Putri Belinda langsung berlari menghampiri Mama nya tapi ternyata bukan Putri Belinda yang di peluk melainkan Elisabeth.
Suster Diana merasa sangat sedih sekali melihat nya, dan Putri Belinda hanya bisa menangis saja melihat Mama nya yang bersama dengan orang lain.
"Mama sudah tidak sayang aku, untuk apa aku kembali ke rumah ini. Lebih baik aku pergi saja untuk selamanya."
Putri Belinda pun langsung pergi meninggalkan Suster Diana.
"Putri Belinda sayaaaaang, kembali Nak. Jangan pergi sayaaaaang. Suster Diana yang akan selalu sayang kamu Nak kembali Nak."
Putri Belinda menghilang begitu saja membuat Suster Diana merasa sangat sesak sekali.
__ADS_1