
Semua anak-anak di kumpulkan dan mereka semua di beritahu jika Elisabet sudah tidak akan lagi tinggal bersama di pantai asuhan, Elisabet akan pernah bersama dengan orang tua nya yang baru.
Merry menteskan air mata nya ketika melihat Melinda memeluk erat tubuh mungil Elisabet, Merry pun tidak kuasa meneteskan air mata nya melihat kebahagiaan Merry.
Merry memilih berlari menuju ke kamar nya, dan anak-anak pun juga seperti tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh ibu panti asuhan mereka pergi seakan tidak mau bersalaman dengan Elisa.
Elisa merasa sangat marah sekali ketika melihat sikap teman-teman nya, niat dia yang ingin sombong tapi ternyata tidak ada yang melihat kepergian Elisa.
"Ayo sayang salaman dengan ibu panti yaa."
Elisa pun langsung bersalaman dan memeluk ibu panti asuhan yang sudah merawat nya selama ini.
"Ibu terimakasih banyak yaa, aku tidak akan pernah melupakan kebaikan ibu pantai kepada ku."
Ibu panti pun memeluk erat tubuh mungil Elisa.
"Elisa baik-baik yaa sayang, jadi anak yang baik nurutin semua perkataan Ibu Melinda yaa."
Elisa menundukkan kepalanya dia pun akhirnya bisa keluar dari pantai asuhan, Putri Belinda yang hanya bisa melihat kepergian Elisa dari jendela kamar nya.
"Mama, aku rindu Mama."
Merry menagis kembali dengan memeluk boneka kesayangan, suara Merry menangis sampai terdengar ke luar sehingga membuat teman-teman nya masuk ke dalam kamar nya.
"Merry kamu baik-baik saja kan,? kamu jangan menangis yaa Merry nanti juga pasti kita semua nya mendapatkan kebahagiaan."
Leona menghapus air mata Merry dengan tangan nya.
__ADS_1
"Iya Leona, aku merasa Merry begitu sangat beruntung sekali dia mendapatkan orang tua yang begitu sangat sayang sekali dengan Merry."
Leona memeluk erat Merry mereka berdua seperti saling menguatkan satu sama lain.
"Merry sekarang sudah tidak ada lagi Elisa, sudah tidak ada lagi yang menyakiti perasaan mu dengan kata-kata nya. Sekarang kamu bisa bermain bebas di luar."
Leona menarik tangan Merry agar mau keluar kamar untuk bermain bersama-sama dengan nya.
Merry pun seperti mendapatkan kebebasan dan dia pun akhirnya mau bersosialisasi dengan teman-teman nya.
Di saat Merry yang merasa sangat senang di saat Elisa pergi untuk selamanya tidak akan kembali ke panti asuhan, Elisa masuk ke dalam mobil milik Melinda dan Suster Diana pun ada di dalam mobil tersebut.
Elisa memandangi wajah Suster Diana dengan tatapan mata yang sangat sinis sekali dan dia berencana untuk membuat Suster Diana tidak lagi menjadi Suster nya.
"Elisa sayaang, sekarang kita pergi untuk membeli pakaian dan barang-barang yang kamu inginkan yaa. Kamu bisa memilih apapun yang kamu mau yaa tidak perlu di pikiran kan lagi."
Mereka pun akhirnya sampai di tempat yang Elisa inginkan, Elisa bersama dengan Suster Diana mereka mencari apapun yang di inginkan oleh Elisa.
"Aku bisa bersantai sejenak, ketika Elisa dan Suster Diana sedang memilih pakaian untuk Elisa dan lain-lain nya."
Melinda masih merasa tidak percaya jika dia yang bisa menjadi seorang ibu kembali, Melinda merasa jika Elisa bisa membuat mental nya kembali seperti dulu lagi.
Suster Diana membiarkan Elisa mengambil apapun yang dia inginkan, karena dia tahu jika sampai melarang nya maka Elisa akan marah dan mengadukan kepada Melinda.
"Sekarang aku harus kamu urus yaa, apapun yang aku inginkan harus kamu lakukan. Jika tidak aku akan melaporkan nya kepada Mommy sudah."
Suster Diana hanya terdiam saja dia tidak berkata apapun, Suster Diana merasa malas menjawab perkataan dari Elisa.
__ADS_1
Setelah merasa puas dengan semua yang dia beli, Melinda pun mengeluarkan uang nya 30 juta hanya untuk keperluan Elisa.
"Mommy terimakasih banyak yaa, Mommy baik sekali."
Melinda mencium kening Elisa sambil membayar semuanya.
"Putri Belinda tidak pernah sampai seperti ini, anak ini seperti sudah mengetahui sikap memanfaatkan seseorang. Ayo sangat yakin sekali ini adalah hanya permulaan saja dan lihat saja nanti akan lebih-lebih dari ini semua."
Suster Diana berjalan di belakang Elisa dan Melinda, mereka pun memilih untuk makan siang. Dan lagi-lagi Elisa yang memesan makanan begitu sangat banyak sekali.
"Elisa, apakah kamu sudah satu Minggu tidak makan di pantai asuhan,? makanan yang kamu pesan seperti tidak ada hari esok saja."
Ucap sinis Suster Diana membuat Elisa merasa sangat kesal sekali, dan Melinda juga merasa tidak nyaman dengan cara Elisa yang sedang makan dengan begitu cepat sekali.
"Sayang, pesan makanan sesuai dengan kebutuhan mu yaa. Jangan serakah seperti ini hanya ingin merasakan semua makanan jika ujung nya kamu tidak bisa menghabiskan makanan ini."
Suster Diana merasa sangat puas sekali dan dia pun tersenyum manis kepada Elissa sambil menikmati makanan yang ada di hadapannya.
"Iya Mommy maafkan aku."
Setelah selesai makan mereka pun berniat untuk pulang ke rumah, Elissa dengan kamar baru nya sudah di siapkan.
"Ayo sayang kita pulang yaa, kamu pasti senang dengan kamar baru Bu bersama dengan Suster Diana."
Elisa begitu sangat terkejut sekali ketika dia yang harus tidur bersama dengan Suster Diana.
"kenapa aku harus tidur bersama dengan Suster Diana, aku ingin tidur sendirian saja Mommy.
__ADS_1
Suster Diana yang sudah merasa sangat tidak nyaman sekali dengan banyak nya permintaan Elisa kepada Melinda.