
Melinda membuka pintu kamar tersebut dan langsung masuk ke dalam dia juga membuka jendela kamar dan gorden agar matahari bisa masuk ke dalam kamar tersebut.
Suster Diana pun langsung mengambil buku merah dan tas pink kesukaan Putri Belinda, Suster Diana pun langsung menangis seakan tidak percaya jika dia harus meninggalkan kenangan bersama dengan Putri Belinda di kamar ini.
"Sayaaaaang, maafkan Suster Diana yaa. Suster Diana begitu sangat merindukan kamu tapi kenapa Putri Belinda yang tidak pernah mau hadir di mimpi Suster Diana lagi."
Suster Diana pun membereskan tempat tidur dan memeluk guling yang sering di pakai oleh Putri Belinda.
Melinda merasa sangat sedih sekali ketika melihat Suster Diana yang sampai harus seperti itu, Suster Diana yang sangat dekat sekali dengan Putri Belinda.
"Semua nya kita masukkan ke dalam kardus yaa, dengan seperti ini tidak akan lagi bayangan-bayangan tentang Putri Belinda lagi. Aku melakukan ini semua agar Putri Belinda tenang di sana walaupun aku mengetahui dia yang ingin sekali kita mengetahui apa yang sebenarnya terjadi tentang kronologi meninggalnya Putri Belinda."
__ADS_1
Suster Diana memegang erat buku merah tersebut tapi buku tersebut yang tiba-tiba saja terjauh dan seperti membukakan lembaran baru di buku tersebut.
Kali ini Melinda yang mengambil buku tersebut dia pun langsung membaca isi dari buku tersebut apa.
"Temukan aku segera, maka aku tidak akan pernah bersama dengan kalian. Tolong aku tolong lah aku."
Melinda pun langsung menutup kembali buku merah tersebut dia pun kelihatan sangat bingung sekali dengan kata-kata yang ada pada buku tersebut.
"Apakah setiap apa yang kita baca dalam buku Merah ini adalah sebuah petunjuk,? siap yang harus kita temukan? kita tidak tahu harus mencari siapa."
Suster Diana memperhatikan tangan Melinda yang tidak bergetar sama sekali ketika membuka buku merah tersebut bahkan membaca pun dengan sangat tenang sekali.
__ADS_1
Tidak seperti dirinya yang sampai bergetar dan merasakan ketakutan serta gugup ketika memegang dan membaca buku merah tersebut.
Suster Diana dan Melinda membuat kosong kamar tersebut sehingga hanya ada tempat tidur dan lemari saja, Melinda sehingga membuat Kamar tersebut kosong dan dia juga membuka kak gorden jendela agar matahari masuk ke dalam kamar.
"Putri Belinda, Mama pergi ya sayaaaaang. Semoga kita bisa bertemu ntah Mama yang mungkin harus meninggal dunia ini atau kamu yang selalu hadir di dalam mimpi Mama setiap malam."
Melinda sampai meneteskan air mata nya.
"Mama sayang kamu Nak, Mama tetap akan selalu sayang kamu dan tidak pernah melupakan kamu. Mama berjanji akan mengungkapkan kejadian kecelakaan tersebut karena Mama merasa semua itu adalah sebuah rencana pembunuhan dan apakah Papa mu juga yang terlibat dengan ini semua Mama tidak akan pernah bisa memanfaatkan nya."
Suster Diana pun memilih untuk keluar dari kamar tersebut, dan ketika Melinda berjalan menuju ke luar kamar.
__ADS_1
Dia seperti merasakan sebuah pelukan dari belakang, pelukan yang terasa sangat dingin sekali sampai Melinda memejamkan mata nya.
Dia merasa melihat gadis kecil perempuan dengan wajah yang penuh dengan darah dan tangan putih yang membiru seperti yang sudah di aniaya oleh seorang.