Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 60.


__ADS_3

Begitu terkejut nya Suster Diana yang melihat jari Melinda yang terus-menerus mengeluarkan darah segar.


"Astaga Bu, apa yang sudah ibu lakukan? kenapa Bu sampai melukai jari ibu sendiri."


Suster Diana dengan cepat mengambil kotak p3k dan mengobati luka Melinda.


"Luka ku ini tidak seberapa sakit nya daripada Putri Belinda, dia mengeluarkan darah begitu sangat banyak sekali. Sampai wajah nya pun tidak bisa kita kenali."


Setelah tertawa terbahak-bahak, Melinda pun langsung terdiam dan mata nya berkaca-kaca.


"Aku sangat merindukan Putri Belinda, aku ingin bertemu dengan nya sekarang juga. Putri Belinda tidak bisa meninggalkan ku secepat ini dia belum merasakan kebahagiaan."


Melinda terus saja menagis sambil memanggil nama Putri Belinda, dan Suster Diana pun memilih untuk membawa Melinda ke kamar Putri Belinda.


Ketika Suster Diana membuka pintu kamar Putri Belinda, aroma Parfume Putri Belinda pun begitu sangat menyengat sekali sehingga membuat Melinda seperti merasakan kehadiran Putri Belinda.


"Nak, kamu di sini Nak ? kamu baru mandi yaa sayaaaaang. Kamu selalu memakai parfume itu setelah kamu mandi."

__ADS_1


Melinda pun menghampiri tempat tidur Putri Belinda, dia memeluk selimut nya.


"Jangan pernah ada yang mencuci selimut dan sprei ini. Aku tidak mau kehilangan aroma tubuh Putri Belinda."


Suster Diana pun memberikan buku merah kepada Melinda.


"Ini adalah buku yang sering ingin di bacakan oleh saya, Putri Belinda selalu ingin di bacakan buku merah ini."


Melinda mengambil buku tersebut tangan nya pun yang tiba-tiba saja bergetar, Suster Diana melihat Melinda yang tiba-tiba saja bergetar dan ternyata tidak hanya dia saja yang merasakan hal tersebut.


Ketika buku tersebut di simpan di atas kasur, buku tersebut pun tiba-tiba saja membukakan halaman sendiri, Melinda yang begitu sangat terkejut sekali melihat nya.


Melinda pun seakan mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Diana.


***A***ku sendirian, aku ingin mencari teman yang bisa aku ajak bermain-main setiap malam bersama dengan ku*.*


Melinda tiba-tiba saja menutup buku tersebut, dia merasa tidak sanggup untuk melanjutkan membaca nya.

__ADS_1


"Simpan buku ini baik-baik, aku tidak mau membaca nya lagi."


Melinda memberikan buku tersebut kepada Suster Diana, dan Melinda berjalan menuju ke jendela kamar.


Melinda membuka gorden jendela kamar nya terlihat sangat jelas sekali gedung merah tersebut.


"Lihatlah, gedung merah itu terlihat sangat jelas sekali. Aku ingin sekali membuat gedung tua seperti dulu lagi membuat Ronny merasa sangat menyesali perbuatannya terhadap ku."


Wajah Melinda penuh dengan kebencian terhadap Ronny, Suster Diana pun menutup rapat kembali gorden tersebut.


"Bu, ini sudah larut malam lebih baik ibu maupun di kamar Putri Belinda saja. Agar kerinduan ibu sedikit terobati tidur di kamar ini."


Suster Diana membawa kan obat untuk Melinda, dan Melinda meminum obat tersebut.


Melinda membaringkan tubuh nya di kasur dia memeluk boneka kesayangan Putri Belinda.


"Mama sangat merindukanmu mu Nak, Mama ingin memeluk erat tubuh mungil mu."

__ADS_1


Melinda mencoba untuk memejamkan mata nya dan Suster Diana mematikan lampu kamar nya.


Suster Diana keluar dari kamar Putri Belinda dia berharap Melinda baik-baik saja tidak melakukan hal-hal yang membahayakan lagi.


__ADS_2