Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *279*


__ADS_3

Suster Diana berada di depan pintu kamar Putri Belinda dia kelihatan sangat gugup sekali dan Rizal pun mengetuk pintu kamar tersebut.


Putri Belinda yang baru saja selesai mandi dia langsung berlari menuju ke pintu kamar nya.


"Seperti nya itu adalah Suster Diana, aku harus cepat membuka nya."


Putri Belinda membuka pintu kamar dan dia pun langsung melihat wajah Suster Diana.


"Suster Diana."


Terdengar suara Belinda yang sedikit bergetar dan Suster Diana pun langsung memeluk erat tubuh Putri Belinda.


"Putri Belinda anak ku sayaaaaang."


Regina dan Rizal pun memilih untuk pergi meninggalkan mereka berdua untuk mengobrol melepaskan rasa rindu mereka berdua.


"Suster Diana sangat merindukan kamu sayaaaaang."


Suster Diana melepaskan pelukan erat dan mereka berdua pun masuk ke dalam kamar tersebut.


"Suster Diana, aku juga sangat rindu sekali apalagi pada saat Suster Diana yang datang ke panti asuhan ingin rasanya aku berteriak-teriak kencang memangil Suster Diana."


Suster Diana semakin ingin mengetahui seberapa apa yang membuat Putri Belinda merasa takut dan tidak mau menghampiri mereka berdua pada saat di panti asuhan.

__ADS_1


"Sayang, bisakah kamu ceritakan semua nya kepada Suster Diana. Apa yang sebenarnya terjadi dengan kamu sayaaaaang, Suster Diana tidak akan memberitahu kan kepada siapa pun."


Putri Belinda yang merasa percaya dengan Suster Diana dia pun langsung menceritakan semuanya tanpa ada yang di sembunyikan.


"Ketika di wahana itu Papa menyuruh Om Rizal untuk membuat aku terjatuh di wahana itu tapi sepertinya Om Rizal tidak tega dia pun lebih menyuruh orang lain yang melakukan nya. Orang lain itu sengaja menjatuhkan aku dari wahana tapi di saat dia mau menjatuhkan aku malah anak perempuan yang terjatuh dan aku pun ikut terjatuh tapi aku tidak merasa rasa sakit sama sekali hanya luka kecil di bagian wajah ku ini."


Suster Diana pun menyentuh luka yang masih ada di wajah Putri Belinda dan Putri Belinda pun menceritakan kembali.


"Ketika banyak orang yang datang aku di ambil oleh salah lelaki dia pun langsung memilih memasukkan aku ke panti asuhan. Lelaki tersebut mengancam akan membunuh Mama jika sampai aku memberitahu semuanya dan aku pun di masukkan ke panti asuhan lelaki itu bilang jika aku itu korban kecelakaan dan kedua orang tua ku yang meninggal di tempat."


Suster Diana merasa sangat sakit sekali ketika mendengar cerita dari Putri Belinda, dia tidak menyangka jika ada Ayah kandung yang sampai ingin membunuh anak nya sendiri.


"Suster Diana sekarang Papa sudah berubah dia tidak jahat seperti dulu lagi, Papa dan Om Rizal merasa sangat menyesal dan bersalah sekali dengan apa yang sudah mereka lakukan dengan aku."


"Dan apakah Anak yang di kuburkan itu adalah Anak yang mau melakukan kejahatan nya kepada kamu sayang. Dan akhirnya anak nya sendiri yang menjadi korban dari kejahatannya."


Putri Belinda melepaskan pelukan erat Suster Diana dia melihat wajah Suster Diana terlihat sangat kesal sekali.


"Tindakan Papa kamu itu sudah sangat tidak manusiawi sekali, dia jahat seperti bukan manusia. Hewan pun begitu sangat menyayangi Anak nya tapi dia manusia tidak punya hati nurani."


Suster Diana mencoba untuk menenangkan perasaan nya dia benar-benar merasa sangat marah dengan Ronny dan juga Rizal.


Walaupun sekarang mereka berdua yang sudah berubah menjadi baik apa sudah mereka lakukan itu sangat jahat sekali.

__ADS_1


"Suster Diana, sudah yaa jangan marah-marah sama Papa dan Om Rizal yaa. Karena sekarang hanya mereka berdua yang aku punya. Mama dan Suster Diana yang sudah milik Elisabeth."


Melihat mata Putri Belinda yang sampai berkaca-kaca membuat Suster Diana pun langsung tersenyum kepada Putri Belinda.


"Maafkan Suster Diana yang terlalu berlebih-lebihan sayang dengan Putri Belinda, jadi Suster Diana merasa sangat kesal sekali dengan apa yang di lakukan oleh Papa dan Om Rizal kepada Putri Belinda."


Putri Belinda mencium pipi Suster Diana.


"Aku sayang Suster Diana selamanya."


Suster Diana pun mulai fokus pada Putri Belinda yang sudah tidak menggunakan Kursi roda.


"Sayang, apakah ini juga sebuah keajaiban dari Tuhan. Kamu yang bisa seperti anak-anak seusia mu, bukan keinginan mu itu begitu sangat sederhana sekali ingin bisa berlari-lari seperti anak-anak yang lain dan sekarang kamu bisa melakukan."


Putri Belinda pun langsung berlari seperti balerina di hadapan Suster Diana.


"Aku bisa seperti balerina sekarang."


Putri Belinda terus saja menunjukkan bakat nya tersebut..


"Iya sayaaaaang kamu pantas menjadi seorang balerina gerakan pun sangat indah sekali."


Suster Diana merasa sangat bahagia sekali ketika dirinya bisa bersama dengan Putri Belinda.

__ADS_1


__ADS_2