
Melinda pun memilih untuk mematikan televisi nya dia berlari menuju ke kamar nya.
Suster Diana tidak tahu harus bagaimana untuk menanggapi hal tersebut.
"Pak Ronny, Semoga saja kamu segera menyesal. Kekayaan yang kamu miliki sekarang akan hilang begitu saja, tidak hanya kehilangan uang-uang mu tapi kehilangan keluarga mu."
Suster Diana kembali menyalakan televisi nya, dia ingin tahu apa saja yang di lakukan oleh Ronny.
Setelah menggunting pita dia hanya menunjukkan foto nya saja, tidak ada foto keluarga sama sekali.
Ronny benar-benar seperti ingin menjalankan kehidupan baru nya untuk menjadi seorang diri tanpa ada istri di samping nya.
Sikap Ronny membuat banyak orang yang tidak menyukai nya, dia pun tidak ada rasa sedih padahal kematian Putri Belinda yang baru saja menginjak 7 hari.
"Aku yakin akan sukses tanpa ada Melinda di sisi ku dan lihat lah kesuksesan akan ada di tangan ku."
Melinda semakin histeris dan Suster Diana pun berlari menuju ke kamar nya, dia merusak semua barang yang ada di dalam kamar nya.
__ADS_1
Suster Diana pun merasa sangat binggung sekali dia hanya menghubungi siapa sedangkan suaminya yang sudah tidak normal seperti itu.
"Lebih baik aku menghubungi kami handphone Dokter Robby saja lebih baik Bu Melinda di bawa ke rumah orang tua nya."
Dengan tangan yang bergetar Suster Diana mencoba untuk menghubungi nomer handphone Dokter Robby, tapi tidak ada jawaban nya karena sedang sibuk dengan banyak pasien nya.
Suster Diana mencoba untuk menghentikannya apa yang di lakukan oleh Melinda tapi Melinda malah melemparkan sesuatu yang membuat Suster Diana sampai terluka di bagian kepalanya.
Suster Diana pun langsung keluar meminta bantuan satpam dan pada pegawai lelaki yang ada di sana.
Dan ternyata dengan terpaksa mereka mengingat tubuh Melinda sehingga Melinda tidak bisa bergerak.
Suster Diana merasa sangat kasihan sekali jika Melinda terus seperti ini bahkan sampai bisa melukai seseorang dia harus di bawa ke rumah sakit kejiwaan.
"Saya tidak tega jika harus membawa Ibu ke rumah sakit, ibu yang cantik dan sangat pintar sekali kenapa bisa seperti ini."
Suster Diana mencoba untuk membuka plester yang menutupi mulut Melinda, Suster Diana memberikan obat penenang agar Melinda yang bisa beristirahat.
__ADS_1
Melinda menatapi wajah Suster Diana.
"Apakah kamu akan membunuh ku,? bunuh saja aku karena aku ingin bertemu dengan Putri Belinda."
Suster Diana begitu sangat terkejut sekali mendengar perkataan Melinda kepada nya.
"Saya tidak akan akan pernah membunuh ibu, saya sangat sayang sekali dengan ibu. Sudah yaa Buu jangan seperti ini lagi, tenangkan diri ibu ini hanya membuat ibu merasa sakit saja."
Melinda pun meneteskannya air mata nya dia merasa sangat sedih sekali ketika dia mengingat Putri Belinda, Melinda menginginkan Putri Belinda untuk kembali kepada nya.
"Putri Belinda, anak ku sayaaaaang Mama sangat merindukan mu Nak. Pulang lah Nak kembang kepada pelukan ibu mu ini."
Suster Diana memberikan foto kebersamaan mereka berdua dan Melinda pun memandang nya.
"Jika kepergian mu bukan karena kecelakaan, maka Mama akan membalas semua nya. Mereka yang membuat mu pergi maka mereka juga harus mengakhiri hidupnya secara menyakitkan."
Suster Diana begitu sangat dendam sekali.
__ADS_1