
Ronny terpaksa membiarkan Melinda keluar dari ruangan nya, karena ingin fokus pada penjualan gedung-gedung nya.
Padahal tanpa sepengetahuan Ronny, yang membeli gedung-gedung nya itu adalah Melinda.
Melinda turun dari tangga dia seperti merasakan ada sesuatu di belakang nya yang seperti sedang mengikat nya.
"Apakah kau akan berniat untuk mencelakakan ku, aku yang sudah mengetahui semuanya jika di gedung ini banyak sekali korban dari gedung ini."
Melinda melangkahkan kembali kaki nya, dia merasa jika sesuatu yang ada di belakangnya nya semakin mendekati nya, Melinda pun seketika dia langsung membalikkan badannya dan dengan sangat jelas sekali Melinda seperti melihat wajah Monica korban yang baru saja meninggal dunia.
Bayangan tersebut langsung menghilang begitu saja di hadapan nya dan Melinda pun langsung tersenyum.
"Kau ingin membalas dendam kepada ku, ketika semuanya yang sudah di lakukan oleh suami ku. Maafkan aku yaa, selama aku despresi ku dan di hantui oleh sosok anak kecil perempuan aku semakin berani dalam menghadapi hal-hal seperti ini. Jika kau ingin hancurkan gedung ini silahkan saja tapi jangan membawa korban selanjutnya."
Melinda pun kembali berjalan menuju ke luar tiba-tiba dia mendengar suara wanita yang seperti sedang menertawakan nya.
Melinda terus saja melangkah kan kaki nya dia seakan mengabaikan apa yang sudah terjadi kepada nya.
__ADS_1
Melinda berjalan menuju ke pos satpam.
"Jangan melamun yaa, mungkin saja yang kamu lihat itu bukan manusia."
Melinda pun langsung meninggalkan satpam tersebut dan perkataan Melinda membuat satpam tersebut menjadi merinding.
"Kenapa Bu Melinda sampai berkata seperti itu yaa, apakah dia yang sedang memberitahu kepada ku yaa."
Satpam tersebut pun terus saja memandangi Melinda sampai dia masuk ke dalam mobil, Melinda memakai kacamata hitam nya dan dia merasa jika Suster Diana yang belum berani masuk ke dalam kamar Putri Belinda.
"Suster Diana, kamu terlalu lemah dan mudah mengikuti apa yang di inginkan oleh makhluk kecil itu."
Melinda pun akhirnya sampai di rumah nya, dia pun tersenyum manis kepada para pegawai nya.
Melinda menghampiri para pegawai yang sedang berkumpul di depan rumah.
"Mulai besok tinggalkan tempat ini, dan mulai berkerja di toko parfume Belinda."
__ADS_1
Melinda memberikan kartu alamat toko Parfume nya.
"Kalian tinggal masuk saja, nanti akan ada sahabat saya di sana. Jangan pernah mengatakan ini semua kepada Ronny, jika kalian bertemu dengan nya, kita tinggalkan rumah ini secepatnya."
Melinda begitu sangat bertanggung jawab kepada para pegawai nya, dan dia pun langsung masuk ke dalam rumah nya.
Melinda melihat Suster Diana yang sedang memejamkan mata nya sambil menyenderkan tubuhnya ke pintu kamar Putri Belinda.
Melinda pun menepuk pundak Suster Diana, dia membangunkan Suster Diana dan akhirnya Suster Diana pun langsung terbangun.
"Apa yang terjadi dengan kamu Suster Diana, kamu sampai ketiduran di depan pintu kamar Putri Belinda seperti ini."
Suster Diana pun memegang kepalanya dia yang merasa sangat pusing sekali, dan Suster Diana yang mulai bercerita kepada Melinda.
"Tadi ketika aku mau membuka pintu tersebut, tiba-tiba saja terdengar suara anak menangis dan seketika membuat aku tidak tega setelah itu kenangan bersama dengan Putri Belinda hadir di ingatan ku sampai akhirnya aku tidak menyadari aku sampai ketiduran di sini."
Melinda pun langsung membuka pintu kamar tersebut dan Suster Diana pun ikut masuk ke dalam.
__ADS_1