Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 52.


__ADS_3

Dokter Robby pun masuk ke dalam mobil nya, dia langsung mengendarai mobil nya untuk menuju ke gedung yang di maksud oleh Suster Diana.


"Kenapa Melinda sampai seperti itu yaa, apakah terjadi sesuatu di gedung tersebut."


Dokter Robby pun akhirnya sampai di depan gedung tersebut, begitu banyak sekali orang yang ada di depan itu.


Ternyata lokasi gedung tersebut tidak jauh dari rumah Melinda sehingga Dokter Robby tidak perlu waktu lama untuk sampai di gedung tersebut.


Dokter Robby menghampiri salah satu orang yang berada di tempat tersebut.


"Maaf, permisi yaa Pak. Kalau boleh tahu kenapa banyak sekali yaa orang-orang yang berada di depan gedung ini?."


Dokter Robby pura-pura tidak tahu dia ingin mengetahui apa jawaban dari orang yang ada di sana.


"Besok adalah peresmian pembukaan gedung ini untuk Parfume Belinda yang di gantikan nama, sungguhan sangat berani sekali Bapak Ronny untuk membeli gedung tua ini."


Dokter Ronny pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari salah satu orang yang ada di sana dia merasa ada sesuatu di balik gedung tua ini.

__ADS_1


Orang tersebut pun langsung pergi dan Dokter Robby merasa ingin sekali melihat pembukaan gedung tersebut besok.


"Ada misteri apa di balik gedung tua ini, dan kenapa banyak sekali yang berpikiran negatif terhadap gedung tua ini."


Dokter Robby memilih untuk kembali ke dalam mobil nya, dia akan kembali besok.


Ronny untuk pertama kalinya dia datang ke gedung tersebut, dia melihat gedung tersebut di cat dengan warna merah yang menyala.


"Wow cet merah menyala melambangkan keberanian untuk ku dalam merencanakan bisnis ini."


Ronny pun keluar dari mobil nya dan mereka semua menyambut kedatangan Ronny, Ronny pun masuk ke dalam dan dia melihat ruangan yang sudah sangat rapih sekali.


Ronny naik ke lantai ke dua dia merasakan suasana yang berbeda di lantai dua tersebut.


Seketika saja Ronny seperti mendengar suara teriakan anak kecil yang sedang bermain-main.


"Kenapa ada suara anak kecil di depan jendela itu, ini sudah menjelang malam tidak mungkin ada anak kecil yang bermain-main."

__ADS_1


Ronny merasa penasaran sekali dia pun sampai membuka gorden tersebut dan juga membuka jendela yang sangat besar sekali.


Ronny berjalan tidak ada siapapun, dia melihat ke bawah seperti ada seseorang yang terjatuh di sana.


"Apakah ini hanya pikiran ku saja,? bayangan ku saja seperti ada seseorang yang terjatuh di bawah seperti anak perempuan atau itu hanya boneka saja."


Merasa tidak mau berhalusinasi terlalu jauh, Ronny memilih untuk menutup kembali jendela tersebut dan dia seperti mencium parfume yang sering di pakai oleh Putri Belinda.


"Papa.....Papa."


Ronny merasa mendengar suara yang memanggil papa dengan suara yang sangat lembut sekali.


"Papa,? siap yang bersuara seperti itu. Di sini tidak ada anak kecil."


Ronny pun menghirup aroma Parfume yang begitu sangat menyengat sekali dan dia pun seperti menghirup parfume yang tumpah.


"Seperti nya ada parfume yang tumpah, aku harus mengecek kembali di mana pusat aroma Parfume yang sangat menyengat sekali ini."

__ADS_1


Ronny mencoba untuk mencari di mana sumber aroma tersebut tapi dia tidak menemukan nya.


Ronny melihat parfume yang masih di segel rapih.


__ADS_2