Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (146)


__ADS_3

...~Keesokan Harinya ~...


Melinda terlihat sangat bersemangat sekali karena dia berharap sudah tidak perlu lagi mengonsumsi obat-obatan.


Melinda keluar dari kamar nya dan menuju ke ruangan untuk sarapan pagi, dia bersiap untuk sarapan dengan menu yang sudah di siapkan.


"Melinda pagi sekali kamu sudah bersiap seperti ini, kamu mau bertemu dengan Dokter Robby pagi ini."


Suster Diana membawa susu coklat hangat untuk Melinda.


"Ya, ibu benar sekali dan aku akan pergi bersama dengan Suster Diana. Aku berharap Robby bisa mengabulkan keinginan ku."


Suster Diana memilih untuk masuk ke kamar nya dia harus bersiap-siap.


"Melinda, ingat yaa Elisa bukan Putri Belinda. Ibu melihat sikap Elisa itu sangat keras sekali tidak seperti Putri Belinda, walaupun Ibu belum pernah melihat nya tapi ibu sangat yakin sekali jika Putri Belinda itu sangat lemah lembut sekali."


Melinda mendengar perkataan Ibu nya dan dia juga mencoba untuk menerima bagaimana pun sikap asli Elisa.


"Ibu tenang saja, aku akan mencoba merubah sikap Elisa menjadi lebih baik lagi dan mungkin aku akan memilih untuk tinggal di Apartemen karena aku tidak mau menganggu Ibu dan Ayah di sini."


Regina hanya bisa terdiam saja karena dia yang memang tidak terlalu suka dengan anak tersebut.


"Yasudah yaa Mel, Ibu pergi ke kantor dulu yaa dan Ayah kamu juga dia harus rapat di luar kota. Kamu harus hati-hati yaa sayang, jaga dirimu baik-baik."


Regina pergi dan Suster Diana pun menghampiri Melinda.


"Ayo kita Suster Diana kita pergi sekarang juga yaa."


Suster Diana hanya bisa mengikuti apa yang di katakan oleh Melinda, dan mereka berdua pun masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Melinda, Rizal sudah menunggu keberangkatan Melinda.


"Untuk sekarang Melinda tidak akan menyadari jika aku mengikuti nya, karena Ronny menyewa kan mobil untuk ku sehingga dia tidak akan pernah mengenaliku."


Rizal memakai masker dan kaca mata hitam, dia mengikuti mobil Melinda secara perlahan-lahan.


"Suster Diana, kenapa kamu tidak seperti biasanya. Kenapa kamu diam seperti ini, apa yang sudah terjadi dengan mu."


Melinda memperhatikan Suster Diana, wajah nya terlihat sangat sedih sekali.


"Saya merindukan Putri Belinda, tapi sayang nya saya tidak bisa bermimpi dengan nya."


Suster Diana meneteskan air mata nya, dan Melinda pun memberikan tissue untuk Suster Diana.


"Aku pun tidak mengerti kenapa yaa semakin Putri Belinda sudah lama pergi tapi kenapa aku merasa kerinduan yang mendalam, aku pun tidak pernah lagi memimpikan Putri Belinda."


Melinda mencoba untuk menahan air mata nya karena dia merasa hari adalah hari kebahagiaan nya bisa mengadopsi Elisa.


"Rumah Sakit lagi, untuk apa mereka berdua pergi ke Rumah Sakit."


Karena sudah merasa aman akhirnya Rizal memilih untuk keluar dari mobil nya, dia menunggu Melinda dan Suster Diana kembali.


"Suster Diana, aku merasa sangat gugup sekali. Aku merasa tidak percaya diri."


Suster Diana memegang tangan Melinda yang dingin dan berkeringat.


"Ibu harus tenang yaa, semua nya pasti akan baik-baik saja."


Suster Diana mencoba untuk menenangkan perasaan Melinda dan ternyata mereka berdua pun harus menunggu.

__ADS_1


"Ahhhh, semakin membuat ku gugup banyak sekali yang datang ke sini. Kenapa tidak Robby saja yang datang ke kantor ku."


Suster Diana melihat Melinda yang tidak mau diam, dan akhirnya ketika menuggu lumayan lama. Akhirnya giliran Melinda yang masuk ke dalam.


Melihat Melinda, Dokter Robby tidak banyak bicara dia langsung memberikan Melinda. Dokter Robby merasa jika Melinda yang sudah seperti dulu lagi.


"Melinda, aku tidak bisa mengatakan kamu sembuh total yaa. Tetap saja kamu harus bisa mengendalikan emosi mu yaa."


Melinda pun mulai membersihkan diri bicara dengan Robby.


"Robby bisa kah kamu membantu ku, aku ingin sekali bisa mengadopsi Elisa. Kamu dan Suster Diana pasti akan bisa membantu ku di sana, aku yang begitu sangat merindukan Putri Belinda mungkin saja jika ada kehadiran Elisa maka semuanya akan semakin membaik lagi."


Melinda sampai memohon kepada Dokter Robby dan membuat nya merasa tidak tega melihat Melinda yang memang menginginkan seorang anak kembali.


"Apakah kamu yakin dengan pilihan kepada Elisa,? kamu bisa menerima kehadiran nya dengan sikap nya mungkin jauh berbeda dengan Putri Belinda."


Dokter Robby mencoba untuk menyakinkan kembali Melinda, karena Dokter Robby merasakan sesuatu yang ada di diri Elisa.


"Aku sangat yakin sekali Robby, sudah tidak harus di pertanyaan kan lagi."


Melinda merasa sangat kesal karena banyak yang meragukan sikap Elisa.


"Yasudah, tunggu jam praktek ku berakhir yaa. Kamu bisa menuggu di kantin Rumah Sakit."


Melinda pun langsung keluar dari ruangan Dokter Robby, karena dia melihat begitu banyak sekali pasien nya yang mengantri.


"Bagaimana Bu,? apa kata Dokter Robby?."


Suster Diana langsung menghampiri Melinda dan dia pun sampai menghelakan nafas panjang nya.

__ADS_1


"Semua baik-baik saja tapi tetap Robby bilang aku yang harus sering menjaga emosi ku, dan mungkin aku yang harus banyak menarik nafas dalam-dalam ketika aku bertemu dengan Ronny dan Rizal."


Melinda pun berjalan menuju ke kantin Rumah Sakit untuk menunggu Robby


__ADS_2