
Elisa yang seperti sedang memanfaatkan Regina dengan ingin membeli apapun yang dia inginkan, Regina melihat jam di handphone yang menunjukkan sudah jam 15:30.
"Kalau seperti ini, Elisa tidak bisa aku bawa untuk bertemu dengan Melinda. Hanya waktu beberapa jam saja tidak mungkin Melinda bisa meluapkan kerinduan nya."
Elias pun akhirnya merasa sangat puas sekali dengan pakaian dan mainan yang sudah dia beli dari uang Regina.
Regina pun membayarnya total semuanya pengeluaran untuk Elisa sampai di angka 10 juta.
"Ayo Omah, kita bertemu dengan Mommy Melinda."
Regina pun langsung membawa Elisa ke dalam mobil nya.
"Elisa seperti nya, kamu bertemu dengan Mommy Melinda tidak akan terlalu lama yaa karena Omah yang harus mengantarkan kamu ke panti asuhan jangan sampai lewat dari jam 7 malam."
Elisa menganggukkan kepalanya dia mengerti dengan apa yang di katakan oleh Regina, Regina meminta supir nya untuk menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi dan membuat Elisa merasa sedikit ketakutan dengan memegang erat tangan Regina.
Mereka pun akhirnya sampai di depan gerbang rumah, Elisa begitu juga terkejut sekali ketika melihat bangunan rumah megah seperti istana.
__ADS_1
"Wahhhh, besar sekali rumah nya. Seperti di negeri dongeng saja."
Elisa membuka pintu mobil nya dan dia pun berjalan menuju ke dalam, Elisa benar-benar merasakan sangat terpesona melihat betapa megah dan besar nya bangunan rumah tersebut.
"Ayo sayang kita masuk ke dalam Mommy Melinda yang pasti sudah menunggu kamu di kamar."
Suster Diana yang melihat kedatangan Elisa dia memilih untuk pergi ke dapur, Suster Diana yang merasa tidak menyukai Elisa.
"Ayo sayang kita masuk ke dalam kamar Mommy yah."
Penampilan Melinda yang tidak seperti biasanya membuat Elisa merasa sangat ketakutan sekali, dia pun memilih untuk diam di belakang Regina.
"Kamu kenapa sayaang, jangan takut seperti ini yaa. Itu Mommy Melinda yang kamu lihat di pantai asuhan."
Elisa merasa sangat menyesal sekali ketika dia harus mau di bawa ke rumah ini untuk bertemu dengan Melinda, jika mengetahui seperti ini. Elisa lebih memilih untuk langsung pulang ke panti asuhan saja setelah membeli pakaian.
"Omah, aku takut sekali melihat Mommy Melinda seperti itu. Aku tidak mau menghampiri Mommy Melinda, aku tidak mau."
__ADS_1
Elisa yang memilih untuk diam di belakang Regina sampai memegang tangan Regina tangan mungil yang terasa dingin dan bergetar.
Melinda yang sedang fokus berbicara dengan foto Putri Belinda pun dia mendengar suara anak kecil, Melinda pun langsung menghampiri sumber suara tersebut.
"Putri Belinda sayang, kamu di mana sayang. Aku akhirnya kembali kepada Mama.".
Mendengar suara Melinda yang semakin mendekat, membuat Elisa langsung berlari menuju ke luar kamar.
Elisa berlari sangat kencang sekali dan suara teriakan Melinda membuat Elisa semakin berlari menuju ke luar rumah, Elisa diam di balik mobil.
"Hey Nak, kamu sedang apa di sini. Kenapa kamu tidak bersama dengan Bu Melinda."
Tanya supir pribadi Regina kepada Elisa.
"Tidak mau aku takut sekali melihat wajah nya, rambut panjang yang acak-acakan lalu dia berbicara dengan foto sambil tersenyum-senyum sendiri."
Elisa begitu sangat ketakutan sekali dan Suster Diana memperhatikan Elisa dengan tatapan mata yang sinis.
__ADS_1