Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (139)


__ADS_3

Melinda memperhatikan Suster Diana, ternyata dia begitu sangat hati-hati ketika membawa masuk Elisa ke dalam mobil.


"Perlakuan nya seperti kepada Putri Belinda, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Mungkin hanya dari komunikasi saja yang belum lancar."


Melinda masuk ke dalam mobil nya karena dia merasa sangat tenang untuk menjalankan bisnis nya.


Tanpa sepengetahuan Melinda ternyata Rizal memperhatikan nya, dia pun seperti bertanya-tanya anak siapa yang memakai kursi roda dan di masukkan ke dalam mobil.


"Aku harus memberitahu Ronny, jangan-jangan itu adalah Putri Belinda."


Rizal pun dengan cepat langsung menuju ke ruangan Ronny, kondisi Ronny yang masih terlihat sesak dan sangat lemas sekali.


"Ronny, aku melihat Melinda di Rumah Sakit ini. Dia bersama dengan seorang anak kecil seperti nya perempuan dan memakai kursi roda, apakah itu adalah Putri Belinda."


Ronny yang awalnya merasa lemas dia pun seketika merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan dari Rizal.


"Kamu tidak sedang membohongi aku kan Rizal, kamu tidak salah lihat."


Rizal mencoba untuk menyakinkan Ronny.

__ADS_1


"Tidak Ronny tidak, aku benar-benar melihat nya. Dan anak di bawa pergi oleh Suster Diana."


Jika sampai benar anak tersebut adalah Putri Belinda, maka kesempatan Ronny untuk bisa membuat Melinda menderita itu tidak akan pernah terjadi.


"Cari tahu cepat tentang informasi tersebut, aku tidak mau jika Putri Belinda bersama dengan Melinda. Putri Belinda harus bersama dengan ku, aku akan membuat Putri Belinda bahagia sedangkan Melinda menderita seumur hidup nya."


Ronny memberikan alamat rumah orang tua Melinda kepada Rizal, agar Rizal bisa mencari tentang informasi tersebut.


"Pergilah ke sana, dan tanyakan saja pada satpam penjaga gerbang. Tentang Putri Belinda, bilang saja kamu itu adalah adik lelaki ku yang ingin bertemu dengan Putri daftar."


Rizal mengambil kertas putih tersebut dan dia pun langsung pergi untuk menjalankan rencana nya.


Ronny merasa kondisi nya yang menjadi lebih membaik, karena dia ingin mencari Putri Belinda.


Ketika Rizal yang berniat pergi ke rumah orang tua Melinda, di sisi lain Suster Diana dan Elisa tidak bertegur sapa sama sekali ketika berada di dalam mobil.


Supir pribadi pun memperhatikan mereka berdua, dan mereka jika mereka berdua memang tidak cocok jika sampai di persatuan.


Dan sampai akhirnya, mereka berdua pun sampai di depan panti asuhan.

__ADS_1


"Pak tolong bantu saya ya, tolong siapkan kursi roda nya yaa. Karena tidak mungkin dia mau berjalan walaupun sebenarnya dia masih sanggup untuk berjalan."


Supir pribadi itu pun langsung membuka pintu mobil, dan juga bagasi dan Elisa pun akhirnya bisa duduk di kursi roda.


Suster Diana mendorong Elisa sampai di depan pintu ruangan ibu panti asuhan, Suster Diana mengetuk pintu dan ibu panti langsung membukakan pintu tersebut.


"Astaga Elisa, akhirnya kamu sudah kembali sayaaaaang. Kamu sudah sehat yaa."


Ekpresi wajah jutek Elisa memandangi wajah Ibu pantai asuhan.


"Aku sebenarnya lebih suka berada di Rumah Sakit dari pada di pantai asuhan, di sana makanan ku terjamin sehat oleh Mommy Melinda."


Suster Diana begitu sangat emosi sekali ketika mendengar perkataan Elisa, dan salah satu pengurus panti asuhan pun langsung membawa Elisa ke dalam kamar nya.


"Saya permisi pulang dulu yaa Buu."


Suster Diana langsung pergi dari pantai asuhan tersebut, tapi ketika dia hendak keluar dari gerbang dia melihat Merry yang sedang membuka jendela kamar nya.


Ingin rasanya Suster Diana menghampiri Merry, tapi juga mempunyai pekerjaan di rumah Melinda.

__ADS_1


__ADS_2