
Elisabeth dan Suster Diana menunggu di mobil sedangkan Melinda yang masih berada di dalam rumah nya.
"Suster Diana apakah yang mau di berikan untuk Merry sudah di siapkan, aku hawatir Suster Diana meluncurkan nya karena Merry pasti sangat bahagia sekali mendapatkan hadiah itu. Mungkin di sepanjang hidup nya dia tidak pernah memakai baju yang harganya sangat mahal sekali."
Walaupun perkataan Elisabeth sedikit menyakitkan tapi itu mengingatkan kepada Suster Diana.
"Sudah di siapkan di bagasi mobil, sekarang kita menunggu Bu Melinda saja."
Melinda pun akhirnya datang dia langsung masuk ke dalam mobil, dan mobil pun segera berangkat.
"Kita pergi ke toko dulu yaa Pak, kita ambil beberapa Parfume yang akan kita bagikan untuk anak-anak panti sosial. Dan Febrian juga dia ingin memberikan sesuatu untuk anak-anak di sana."
Suster Diana pun merasa senang karena ternyata banyak sekali yang peduli dengan panti asuhan dan semakin banyak yang datang untuk berdonasi.
"Bu, aku tidak mau terlalu lama di panti asuhan yaa Buu. Aku ingin bermain Buu, kan hari ini adalah hari libur jadi waktunya untuk bermain."
Elisabeth mulai memanfaatkan kesempatan ini, dia ingin sekali bisa menikmati uang-uang hasil penjualan Parfume.
"Elisa, kamu jangan selalu berpikiran untuk bermain. Ingat yaa sayang kamu sekarang sedang bermasalah di sekolah, Mommy ingin kamu sekarang belajar untuk bisa bersikap baik ke orang lain dan juga saling menghargai."
Elisabeth merasa sangat tidak senang dia yang ingin pindah dari sekolah tersebut.
"Kenapa aku tidak pindah saja Mom, carikan aku sekolah yang jauh lebih bagus dari sekolah itu."
Suster Diana merasa sangat emosi sekali melihat sikap Elisabeth kepada Melinda.
"Tidak Elisa, kamu tidak akan pernah pindah dari sekolah itu. Sekolah itu yang terbaik untuk kamu, nanti hari Senin kamu yang harus meminta maaf kepada Veronica yaa. Dan kamu harus berjanji tidak akan pernah mengulangi perbuatan seperti itu."
Elisabeth hanya bisa terdiam saja dan mereka pun akhirnya sampai di depan toko, Melinda turun tapi Elisabeth lebih memilih untuk diam di dalam mobil dan Suster Diana mengabaikan dia membantu Melinda memasukkan botol-botol Parfume tersebut dan juga barang-barang titipan dari Febrian.
"Maafkan saya Bu Melinda tidak bisa datang, semoga kalian semua sampai tujuan dengan selamat."
__ADS_1
Melinda dan Suster Diana kembali ke dalam mobil mereka melihat wajah Elisabeth yang cemberut seperti tidak senang. Melinda dan Suster Diana lebih memilih untuk mendiamkan nya saja, karena Melinda yang sudah mulai lelah sekali dengan sikap Elisabeth yang selalu saja ingin di ikuti.
"Bu, saya sebenarnya ingin sekali bisa memberikan langsung hadiah untuk Merry. Tapi kenapa yaa Merry yang selalu saja menghindari."
Melinda pun baru menyadari jika dari banyak nya anak-anak panti asuhan hanya Merry yang belum pernah menyapa nya bahkan Merry yang lebih memilih untuk diam di dalam kamar.
"Seperti dia mempunyai trauma dengan seseorang sehingga membuat nya lebih ingin membatasi bertemu dengan orang lain."
Di saat Melinda yang masih dalam perjalanan menuju ke pantai asuhan, Rizal dia sudah sampai duluan di pantai asuhan. Rizal pun masuk dan meminta ijin untuk mengajak Merry pergi bersama dengan nya.
Salah satu pengawas pantai asuhan pun langsung pergi ke kamar Merry, mengetuk pintu kamar nya dan Merry pun langsung keluar.
"Merry, ada yang ingin bertemu dengan mu. Sekarang dia yang sedang berada di ruangan ibu panti."
Merry yang mengetahui jika itu adalah Om Rizal dia pun langsung berlari begitu sangat bersemangat untuk bisa dengan cepat masuk ke dalam ruangan.
Merry membuka pintu dan dia langsung berlari menghampiri Rizal dan memeluk nya.
Merry melihat dan dia merasa jika barang-barang yang di belikan oleh Om Rizal seperti yang sering di belikan oleh Mama nya.
"Sekarang Merry bawa semuanya ke kamar Merry dan setelah itu Merry pakai salah satu nya, Om tunggu Merry di depan gerbang yaa."
Di karena kan Merry yang memang ingin pergi bersama dengan Rizal, pihak panti asuhan pun membiarkan mereka berdua untuk bisa jalan-jalannya bersama.
Merry memilih dress merah dan dia memakai sepatu yang berwarna merah juga, Merry tidak pernah lupa untuk memakai masker dan juga topi karena dia yang merasa sangat malu sekali dengan wajahnya.
Ketika Rizal yang sedang menunggu Merry, mobil Melinda datang dan membuat Rizal sedikit terkejut.
"Kenapa harus ada Melinda di sini, jangan sampai dia melihat Putri Belinda."
Rizal mencoba untuk tetap terlihat tenang dan mereka pun turun dari mobil nya melihat Rizal, Melinda langsung menghampiri Rizal.
__ADS_1
"Ada apa kamu berada di pantai asuhan, apakah kamu sedang melakukan sesuatu di sini."
Melinda begitu sangat penasaran sekali dengan kedatangan Rizal di pantai asuhan.
"Aku ingin mengadopsi salah satu anak perempuan yang ada di sini, sekarang aku akan membawa nya jalan-jalan untuk bisa lebih dekat dan membuat nya bahagia."
Mendengar Rizal yang ingin mengadopsi membuat Elisabeth langsung menghampiri Rizal dan juga Melinda.
"Siapa anak perempuan yang akan Om adopsi,? apakah Joana karena menurut ku dia yang lumayan cantik dan bersih."
Rizal sampai menggelengkan kepalanya ketika dia mendengar cara bicara Elisabeth kepada nya.
"Bu Melinda, apakah anak seperti ini yang Bu Melinda pilih untuk mengantikan posisi Putri Belinda. Sangat jauh sekali dari kesan anak yang baik."
Melinda langsung menarik tangan Elisabeth agar menjauh dari Rizal, dan ketika mereka akan masuk keluar Merry dengan baju yang sangat cantik.
Rizal langsung menghampiri dia tidak mau Melinda sampai melihat wajah Merry walaupun Merry yang memakai masker.
"Ayo sayang kita harus segera pergi dari sini yaa."
Dengan sangat terburu-buru sekali Rizal memasukkan Merry ke dalam mobil dan dia pun segera pergi dari panti asuhan.
"Seperti nya itu adalah Merry, wah beruntung sekali dia seperti nya Om itu orang yang berkecukupan."
Melinda seperti melihat Putri Belinda ketika melihat Merry yang memakai baju merah dan sepatu berwarna merah.
"Bu, Melinda."
Suster Diana mencoba untuk memanggil Melinda dia dia melihat tatapan mata Melinda yang kelihatan sangat kosong.
"Astaga, ayo kita masuk ke dalam dan bawa semua barang-barang yang ingin kita berikan untuk mereka di dalam."
__ADS_1
Melinda mencoba untuk melupakan penglihatan nya yang melihat Merry seperti melihat Putri Belinda.