Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (150)


__ADS_3

Melinda pun merasa jika Elisa yang tidak menyukai Suster Diana, dan dia pun merasa tidak nyaman sekali ketika Elisa berkata seperti itu di hadapan Suster Diana.


"Suster Diana maafkan perkataan Elisa yaa, mungkin karena dia yang terbiasa ketika di pantai asuhan tidur sendirian."


Suster Diana hanya tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Melinda.


"Elisa bukan Putri Belinda, jadi saya tidak merasa kaget jika sikap mereka berdua yang sangat berbeda jauh. Semoga saja Elisa bisa mengubah sikap menjadi lebih baik lagi yaa Bu Melinda."


Elisa pun merasa tidak terima dengan perkataan Suster Diana.


"Jangan membandingkan aku dengan seorang yang sudah meninggal, aku tetap yang terbaik untuk sekarang yaa."


Melinda pun mencoba untuk menenangkan mereka berdua dan ingin rasanya Melinda cepat sampai di rumah nya.


"Sudah yaa jangan seperti ini yaa, jangan bertengkar yaa. Ini baru hari pertama kalian berdua yaa, jangan seperti ini yaa."


Melinda lebih memilih untuk duduk di kursi belakang bersama dengan Elisa, sedangkan Suster Diana di kursi depan.


Mereka pun akhirnya sampai di depan pintu gerbang rumah nya, Elisa pun dengan cepat dia ingin sekali keluar dari mobil nya dan masuk ke dalam kamar nya.


Regina dan Suami nya tidak menyambut baik kedatangan Elisa yang di inginkan Melinda itu, Regina hanya fokus pada Melinda.


"Melinda kamu baik-baik saja kan,? apa yang kamu rasakan sekarang?."


Suster Diana membawa barang-barang yang di beli oleh Elisa dan Regina pun begitu sangat terkejut sekali ketika melihat banyak sekali yang di belikan untuk Elisa.


"Suster Diana, hati-hati yaa jangan sampai ada barang ku yang rusak yaa. Karena semuanya aku pilih yang paling mahal."


Suster Diana mengabaikan ucapan Elisa dia terus saja membawa barang-barang tersebut menuju ke kamar tamu karena Elisa yang tidak mau tidur bersama dengan nya.

__ADS_1


Suster Diana memasang sprei dia membersihkan kamar tersebut sebelum Elisa masuk ke dalam kamar nya.


"Mommy aku ingin melihat pekerjaan Suster Diana yaa, siapa tahu dia tidak benar bekerja nya."


Regina semakin tidak menyukai sikap Elisa yang terdengar sangat tidak sopan kepada Suster Diana.


"Anak seperti itu kah yang kamu inginkan Melinda,? kamu tidak salah pilih? dia sangat tidak sopan sekali loh Melinda."


Regina yang merasa sangat kecewa sekali dia pun memilih untuk kembali ke kamar nya, dan Melinda tidak tahu harus bagaimana lagi dia sudah mengadopsi Elisa.


"Aku harus bagaimana ya, aku yakin sekali sikap Elisa pasti akan berubah menjadi lebih baik lagi."


Melinda pun memilih untuk berjalan menuju ke kamar baru Elisa dan dia melihat Elisa yang sedang mempersiapkan pekerjaan Suster Diana.


"Aku ingin kamar yang rapih yaa, dan ingin aku memangil dengan sebutan Princess Elisa."


Melinda melihat sikap Elisa yang sangat tidak sopan dia pun memilih untuk masuk ke dalam kamar Elisa.


"Elisa kamu jangan seperti itu kepada Suster Diana, kamu jaga yaa ucapan mu sayang kamu jangan seperti itu. Karena nanti kamu pasti akan berhadapan dengan banyak orang jadi kamu harus belajar dari sekarang yaa."


Merasa pekerjaan nya sudah selesai, Suster Diana pun ingin segera kembali ke kamar nya.


"Sudah selesai yaa Princess Elisa, silahkan beristirahat dengan baik."


Suster Diana keluar dari kamar Elisa dan Melinda pun menutup rapat pintu kamar Elisa.


"Yasudah yaa sayaaaaang, sekarang kamu istirahat yaa. Besok Mommy akan mencarikan sekolah untuk kamu yaa, agar kamu mempunyai aktifitas tidak selalu berada di dalam rumah."


Elisa membaringkan tubuh di atas tempat tidur yang cukup nyaman sekali dan mungkin dia yang belum pernah merasakan nya.

__ADS_1


Melinda mencium kening Elisa dan mematikan lampu kamar nya.


"Selamat tidur sayang, semoga mimpi yang indah."


Melinda keluar dari kamar Elisa dan dia pun juga harus beristirahat untuk pergi ke toko besok pagi-pagi."


Di saat Melinda dan keluarga sedang beristirahat, Rizal mulai memberitahu Ronny dengan informasi yang sudah dia dapatkan dari Suster Diana.


Rizal menuju ke ruangan Ronny dan kedatangan Rizal memang di tunggu-tunggu oleh Ronny.


"Kamu mendapatkan informasi apa,? tentang Melinda."


Rizal pun tersenyum manis kepada Ronny seakan pertanda dia yang sudah mendapatkan informasi yang akurat.


"Melinda pergi ke pantai asuhan, dia mengadopsi seorang anak tapi Suster Diana dia menangis seakan tidak menginginkan kehadiran anak tersebut."


Ronny begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar kabar tersebut, dia merasa tidak menyangka jika Melinda sampai harus mengadopsi seorang anak.


"Aku merasa sangat bahagia sekali itu tandanya aku sekarang fokus untuk mencari Putri Belinda, dan aku juga akan mengatakan bahwa Mama yang sudah tidak peduli dengan nya."


Ronny mulai mengirimkan banyak orang agar bisa membantu nya untuk mencari keberadaan Putri Belinda.


"Rizal aku tidak akan menyuruh mu sendiri untuk mencari Putri Belinda, aku akan meminta bantuan banyak orang agar Putri Belinda dengan cepat di temukan."


Ronny mengeluarkan tumpah uang yang banyak uang Rizal, dan Rizal pun seakan tidak bisa mengedipkan mata nya.


"Uang-uang ini tidak akan pernah bisa menggantikan Putri Belinda, jika sampai aku bisa memiliki Putri Belinda kembali harta kekayaan yang di miliki oleh Melinda pun tidak akan pernah mampu untuk membayarnya."


Ronny begitu sangat bahagia sekali dia sekarang sudah tidak memperdulikan toko nya yang dia inginkan sekarang adalah kembali nya Putri Belinda bersama dengan nya.

__ADS_1


__ADS_2