
Melinda melihat ke dua orang tuanya dia merasa sangat bersalah sekali dengan kedua orang tuanya demi hidup bersama dengan Ronny, Melinda harus meninggalkan ke dua orang tuanya.
Melinda pun langsung berlari menghampiri kedua orang tuanya dia menagis di pelukan ibunya.
"Mama maafkan aku, aku yang terlalu bodoh dengan cinta. Aku yang lebih memilih lelaki itu dari pada orang tua ku dan sekarang aku kehilangan anak ku. Anak yang sangat aku cintai anak yang aku tunggu-tunggu selama tujuh tahun lamanya."
Suster Diana pun hanya terdiam di belakang Melinda dia akhirnya sampai mengetahui kisah cinta Melinda dan Ronny.
"Sudahlah, Mama dan Papa memaafkan mu. Sekarang kamu harus bangkit dari keterpurukan mu yaa."
Melinda tidak menyadari jika begitu sangat mudah nya, kedua orang tuanya memaafkan nya.
Ronny lebih memilih untuk menjauh dari Melinda dan keluarga nya, akhirnya jenazah Putri Belinda pun datang.
Melinda mencoba untuk tetap tenang saat melihat peti mati tersebut masuk ke dalam tanah, Melinda merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Melinda merasa jika Putri Belinda yang masih hidup.
Suster Diana menaburkan bunga di pusaran terakhir Putri Belinda.
__ADS_1
"Putri Belinda sayang, sekarang sudah tidak sakit lagi yaa Nak. Sekarang kamu sudah menjadi peri cantik di surga."
Melinda pun mencoba untuk tersenyum.
"Putri Belinda sayaaaaang, kamu pasti melihat Mama tapi Mama yang tidak bisa melihat kamu yaa. Mama akan selalu merindukan mu sayaaaaang, selalu hadir di mimpi Mama yaa sayang."
Suster Diana pun menarik Melinda yang terus memeluk makam Belinda, dia tidak mau Melinda yang berlarut-larut bersedih.
"Bu, ayo kita pergi. Lihat sudah mendung seperti ini."
Angin kencang pun tiba-tiba saja datang dan hujan deras pun langsung membuat para pelayat berlarian karena hujan deras dan angin.
"Jika aku pergi kasihan Belinda, dia pun kedinginan di sini."
Orang tua Melinda memaksa Melinda untuk pergi karena baju nya yang sudah basah kuyup, ketika Melinda akan pergi Melinda yang tiba-tiba saja langsung pingsan.
Dan membuat banyak orang langsung menghampiri Melinda, sedangkan suaminya dia tidak berani mendekati Melinda karena dia merasa sangat malu sekali.
__ADS_1
Melinda pun akhirnya sampai di rumah nya dan seseorang memberikan buku merah kepada Suster Diana.
Suster Diana yang mengingat perkataan terakhir Putri Belinda, bacakan cerita tentang si merah di setiap jam 7 malam.
Suster Diana pun akan mengikuti apa yang di katakan oleh Putri Belinda, pesan terakhir Putri Belinda.
"Terimakasih banyak yaa, ini adalah buku favorit Putri Belinda."
Suster Diana pun mengajak kedua orang tuanya Melinda ke dalam kamar Putri Belinda, dan mereka berdua pun akhirnya bisa melihat wajah cantik cucu nya tersebut.
"Cantik sekali Putri Belinda, sayaaaaang sekali kita yang belum bisa berjumpa sayaaaaang."
Suster Diana pun menceritakan tentang Putri Belinda kepada kedua orang tuanya Melinda.
"Putri Belinda terakhir dengan kesempurnaan, dia yang harus terapi tiap bulan dan mengonsumsi obat-obatan setiap hari."
Suster Diana pun menangis kembali di hadapan kedua orang tua Melinda.
__ADS_1
"Kasihan sekali Putri Belinda, tapi sekarang dia pasti sudah bahagia."
Suster Diana pun menyimpan buku merah tersebut di sebelah bantal Putri Belinda.