
Omah Regina mencium kening Putri Belinda.
"Aku ketika sakit tidak pernah makanan seperti ini, aku makan harus yang di masak oleh Suster Diana dan ketika aku di pantai asuhan aku harus makan seadanya tapi aku merasa sangat bahagia sekali ketika apa yang aku makan di makan juga oleh banyak orang."
Omah Regina pun merasa sangat binggung Putri Belinda yang harus mendapatkan perawatan khusus sekarang dia seperti anak-anak yang lain nya.
"Lalu bagaimana cara nya kamu bisa sehat kembali seperti ini sayang, karena pengobatan kamu itu bukan hal yang biasa."
Putri Belinda pun mulai mengingat ketika dia yang seperti ada yang melindungi dia tidak jatuh ke bawah anak perempuan lain yang jatuh ke bawah padahal ibu dari anak perempuan tersebut menginginkan dirinya yang terjatuh dan meninggal dunia.
Putri Belinda juga merasa ada sesuatu yang berbeda ketika dia seperti ada yang menolong nya tubuh nya seketika menjadi kuat dan Putri Belinda pun langsung mengingat Merry.
Putri Belinda tidak mungkin menceritakan tentang kepada siapa pun karena itu seperti cerita halusinasi apalagi sekarang dirinya yang mempunyai teman kecil yang seumuran dengan nya.
"Seperti nya Tuhan sayang aku, dia menyembuhkan semua penyakit yang ada di tubuh ku menjadi bersih tanpa penyakit."
__ADS_1
Makan dan minum pun datang Putri Belinda terlihat sangat bahagia sekali dia sangat lahap sekali.
Ketika Putri Belinda yang sedang bersenang-senang dengan Omah Opah nya di tempat lain Melinda yang sedang satu mobil bersama dengan Febrian.
Melinda mencoba untuk melupakan semua nya sudah terjadi dengan mereka berdua, tapi tidak untuk Febrian yang baru merasakan semuanya dari Melinda.
"Aku sangat menikmati semuanya, dan aku ingin selalu melakukan nya setiap hari bersama dengan mu."
Melinda begitu sangat terkejut sekali mendengar permintaan Febrian.
Febrian menginginkan Melinda hamil agar tidak susah untuk dirinya menikahi Melinda.
"Memang kenapa jika hamil,? kamu akan mempunyai anak kandung kembali dan itu akan jauh lebih bahagia."
Melinda pun mulai merasa tidak nyaman dekat dengan Febrian.
__ADS_1
"Febrian kenapa kamu memberhentikan mobilnya di tempat sepi seperti ini jangan sampai kamu ingin melakukan nya kembali di dalam mobil tidak aku tidak mau Febrian ini di siang hari yaa bukan malam hari."
Febrian pun tertawa terbahak-bahak ketika melihat Melinda yang begitu sangat ketakutan sekali.
Febrian pun melanjutkan perjalanan nya menuju ke kantor nya dan dia terus saja memandangi wajah cantik Melinda.
"Kenapa kamu seperti ini sih, sikap kamu berubah drastis tidak seperti Febrian sebelum nya yang pendiam dan tidak banyak tingkah seperti ini."
Melihat Febrian tersenyum manis membuat membuat Melinda semakin cinta kepada Febrian karena sejujurnya Melinda pun sangat menikmati permainan Febrian.
Mereka berdua pun akhirnya sampai di kantor dan Febrian lebih memilih masuk ke dalam ruangan Melinda.
Febrian dengan sangat berani dia memeluk erat tubuh Melinda dan membuat Melinda merasa sangat tidak nyaman.
Febrian pun langsung menarik tangan Melinda untuk masuk ke dalam toilet yang ada di ruangan nya.
__ADS_1
Melinda tidak bisa menolak nya ketika tangan jail Febrian mulai menyentuh mahkota Melinda dan tangan jail pun terus saja bermain sampai dia merasa puas.