
Sudah jam pulang tapi Melinda menginginkan makan malam bersama dengan Febrian, Melinda yang ingin merasakan bagaimana rasanya menikmati keindahan bersama dengan seorang pria.
Melinda mengeluarkan handphone nya, dia mengirimkan pesan kepada asisten pribadi nya yang umur lebih muda dari nya.
*Aku akan pergi ke salon kecantikan untuk mempersiapkan diri untuk bisa makan bersama dengan mu, aku harap kamu tidak membuat ku kecewa*
Setelah mengirimkan pesan tersebut Melinda pun langsung pergi dari ruangan dan Febrian membuka pesan tersebut.
Febrian merasa tidak menyangka jika Melinda bisa sampai seperti ini kepada dirinya, Febrian juga tidak bisa membohongi pesona kecantikan Melinda yang walaupun sudah mempunyai anak.
"Apakah ini adalah kesempatan ku untuk bisa mendapatkan Melinda, aku yang menjadi seorang yang menggantikan posisi suaminya."
Febrian pun dengan cepat dia membalas pesan tersebut.
*Ya, aku akan menunggu di Restoran yang pernah kita datangi ketika sedang membicarakan tentang rencana ganti nama Parfume*
Melihat pesan masuk balasan dari Febrian, Melinda pun langsung membalas nya.
*Baiklah*
Melinda terlihat sangat bersemangat sekali dia pun tidak lupa untuk menghubungi Ibu nya.
*Hallo Ibu*
*Ya Melinda ada apa*
*Bu seperti aku pulang malam yaa, aku tidak makan malam di rumah. Aku dan Febrian ingin membicarakan tentang toko kita ini*
*Baiklah Melinda, jangan pulang terlalu malam yaa*
__ADS_1
Regina selalu percaya jika Melinda bersama dengan Febrian karena dia tahu jika Febrian itu anak yang baik-baik.
Melinda terpaksa membohongi ibu nya karena dia yang benar-benar merasa sangat kesepian sekali.
"Maafkan aku Ibu."
Melinda pun langsung berlari menghampiri mobil nya karena dia yang harus tampil cantik dan seksi di hadapan Febrian dia ingin sekali Febrian tergoda dengan nya.
Di saat Melinda yang harus pergi ke salon kecantikan, Febrian dia harus menyiapkan makan malam romantis mereka berdua.
Elisabeth dia berjalan menuju ke tempat makan tapi dia yang tidak melihat keberadaan Mommy nya, Elisabeth merasa sangat malas jika dia harus makan berdua saja dengan Regina.
"Mommy pulang malam, dia harus menyelesaikan bisnis nya yaa. Jadi kamu langsung makan saja yang banyak yaa, tidak usah menunggu kedatangan Mommy kamu."
Elisabeth pun dengan sangat terpaksa dia makan karena dia juga yang merupakan lapar.
Suster Diana menyiapkan susu hangat untuk Elisabeth, dia melihat Elisabeth yang seperti tidak bersemangat untuk makan bersama dengan Regina.
Regina pun berjalan menuju ke kamar nya, dia memikirkan bagaimana cara besok agar bisa bertemu dengan Putri Belinda dan memberikan bekal makanan tersebut.
"Ayo di makan yaa kamu harus makan yang banyak yaa, supaya kamu sehat Mommy Melinda pasti merasa sangat senang sekali."
Suster Diana pun memilih untuk menyuapi Elisabeth agar makan nya jauh lebih lahap, Elisabeth sudah merasa nyaman bersama dengan Suster Diana.
"Aku mulai sayang dengan Suster Diana, walaupun aku di awal tidak suka dengan Suster Diana."
Dengan sangat polos nya Elisabeth sampai mengatakan hal tersebut di hadapan Suster Diana.
"Baguslah jika sekarang kamu menyadari jika Suster Diana ini baik dan membuat mu nyaman, tapi sampai sekarang sikap mu memang tidak mungkin bisa berubah. Tapi Suster Diana selalu saja berharap besar jika kamu bisa jauh lebih baik dan tidak sombong."
__ADS_1
Elisabeth menganggukkan kepalanya sambil melahap makanan yang ada di piring nya sampai habis.
"Sekarang sudah makan dan segera masuk ke kamar nya, ingat sebelum tidur cuci tangan dan kaki jangan lupa sikat gigi sampai bersih. Nanti Suster Diana membawakan susu hangat nya."
Elisabeth pun langsung berjalan menuju ke kamar nya dia mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Diana.
"Terimakasih Tuhan, sekarang aku sudah bisa menerima kehadiran Elisabeth sebagai anak asuh ku. Semoga saja rasa cinta dan sayang ku bisa lebih besar kepada Elisabeth, karena sekarang hanya Elisabeth yang aku punya di rumah ini."
Suster Diana pun membawakan susu hangat untuk Elisabeth dia melihat Elisabeth yang sudah siap untuk beristirahat.
Suster Diana menyimpan susu hangat tersebut di meja sebelah tempat tidur Elisabeth tapi Elisabeth dia langsung meminum nya sampai habis.
"Terimakasih banyak Suster Diana."
Elisabeth memberikan gelas kosong kepada Suster Diana.
Elisabeth pun langsung menarik selimutnya dan memejamkan mata nya, Suster Diana tersenyum manis dia pun mencium kening Elisabeth dan membuat Elisabeth kembali membuka membuka mata nya.
"Tidur yang nyenyak yaa semoga mimpi indah."
Suster Diana mematikan lampu kamar dan dia pun langsung pergi meninggalkan Elisabeth.
"Seperti nya Suster Diana dia memang sudah sayang kepada ku."
Elisabeth merasa sangat senang sekali dan Suster Diana pun berjalan menuju ke kamar nya.
Ketika Suster Diana membuka pintu kamar nya tiba-tiba saja foto kebersamaan bersama dengan Putri Belinda terjatuh di hadapan nya.
Suster Diana pun langsung mengambil foto tersebut.
__ADS_1
"Kenapa bisa terbang yaa ini foto padahal sudah aku tempelkan dengan sangat kuat sekali di tembok tapi bisa terbang yaa."
Suster Diana memilih menyimpan foto tersebut di bawah bantal nya dan berharap dia akan bermimpi indah bersama dengan Putri Belinda malam ini.