Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (188)


__ADS_3

Melinda merasa sangat lemas sekali ketika dia membaca pesan dari Suster Diana.


"Bagaimana ini, apa yang di lakukan Elisabeth di sekolah nya. Dia yang masih sangat kecil sekali tapi sudah membuat permasalahan."


Febrian memperhatikan Melinda yang kelihatan dia banyak terbebani setelah mengadopsi Elisabeth.


"Febrian aku pulang dulu yaa, aku harus mengetahui apa yang di lakukan Elisabeth di sekolah nya."


Melinda pun langsung pergi begitu saja dan Febrian hanya bisa mengikuti apa yang di perintahkan oleh Melinda. Melinda segera masuk ke dalam mobil nya, dia menyalakan mesin mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali di perjalanan Melinda terus saja memikirkan Elisabeth. Ketika Melinda yang masih di perjalanan, Elisabeth dan Suster Diana sudah sampai di depan rumah nya dan Elisabeth pun langsung berlari menuju ke kamar nya.


"Astaga aku merasa sangat pusing sekali, tapi mungkin ini yang membuat aku harus mempunyai rasa sabar yang kuat."


Suster Diana sampai duduk di sofa dia memegang kepala nya dan Melinda pun akhirnya sampai, melihat Suster Diana yang sampai duduk lemas di sofa membuat Melinda semakin berpikir negatif terhadap Elisabeth.


"Suster Diana apa yang sebenarnya terjadi dengan Elisabeth di sekolah,?"


Melinda duduk di samping Suster Diana dan Suster Diana pun langsung duduk dengan baik.


"Begini Buu, jadi ada salah satu anak perempuan yang bernama Veronica. Dia bilang jika Elisa itu hanya akan adopsi dan anak kandung ibu adalah Putri Belinda, mendengar hal tersebut Elisa langsung emosional dan mendorong Veronica sampai terjatuh ke lantai."


Melinda begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar penjelasan dari Suster Diana.


"Elisa pun mengatakan jika dia lebih baik keluar dari sekolah, dia ingin mencari sekolah yang baru."


Tanpa sepengetahuan Melinda dan Suster Diana, ternyata Regina dan Arief mendengar semua nya. Mereka memutuskan pulang ke rumah tapi ternyata kepulangan mereka berdua malah mendengar kabar seperti itu.


"Kenapa anak itu selalu saja membuat permasalahan, dia seharusnya sadar diri jika dirinya memang anak adopsi dan anak kandung adalah Putri Belinda."

__ADS_1


Melinda pun langsung berdiri dari tempat duduk ketika mendengar suara Ibu nya.


"Ibu sudah pulang ternyata, kenapa ibu tidak memberikan kabar terlebih dahulu."


Wajah Melinda kelihatan sangat panik sekali dia mencoba untuk mengalihkan pembicaraan tentang Elisabeth.


"Ibu menyesal pulang sekarang, jika ibu tahu seperti ini lebih baik ibu dan ayah mu lebih lama menginap di hotel."


Arief sudah tidak mau banyak bicara tentang Elisabeth dia hanya terdiam saja, dan lebih memilih untuk menyalakan televisi. Dan ternyata televisi tersebut menyiarkan secara langsung acara pergantian produk Parfume milik Ronny.


"Selamat siang semuanya, saya Ronny Mahendra. Siang ini saya ingin mengumumkan bahwa saya akan menganti nama Parfume saya menjadi Putri Belinda Parfume, alasan saya Menganti dengan nama Putri perempuan saya karena saya merasa nama itu jauh lebih baik dari pada pakai nama orang lain. Saya berharap produk Parfume saya ini bisa membuat kalian semuanya tertarik untuk bisa membeli nya."


Regina sampai meneteskan air mata nya ketika mengetahui Ronny lebih memilih memakai nama Putri Belinda, bahkan Ronny seperti tidak menganggap Putri Belinda yang sudah tiada.


"Dulu aku merasa jika dia adalah orang jahat, tapi sekarang aku mengakui jika dia jauh lebih memiliki perasaan. Putri Belinda Parfume nama yang begitu sangat cantik sekali."


"Aku tidak menyangka jika Ronny memilih nama Putri Belinda untuk nama Parfume nya yang baru, kenapa aku menjadi merasa sangat bersalah sekali."


Melinda merasa sangat sedih sekali, dia pun memilih untuk pergi ke kamar nya dan tidak lagi mau membahas tentang Elisabeth.


"Kenapa Pak Ronny tidak menyebutkan nama Putri Belinda dengan memakai Almarhum yaa, ini memang kelihatan nya sederhana tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang di sembunyikan yaa."


Suster Diana pun lebih memilih untuk menyiapkan makanan siang untuk Elisabeth, dan Elisabeth dia melemparkan barang-barang yang ada di dalam kamar nya sampai pecah.


Elisabeth benar-benar merasa sangat marah sekali ketika dia sebut hanya anak adopsi bukan anak kandung.


"Kenapa aku harus mendengarkan perkataan seperti itu, kenapa Veronica harus mengetahui jika aku adalah anak adopsi. Aku sudah tidak mau sekolah di sana, aku sudah sangat malu sekali."

__ADS_1


Elisabeth membuat kamar nya menjadi berantakan sekali dan Suster Diana pun datang dengan membawa makanan untuk nya. Suster Diana merasa sangat terkejut ketika melihat kamar yang seperti terkena gempa bumi.


"Astaga Elisabeth, apa yang sudah kamu lakukan dengan kamar ini."


Suster Diana menyimpan makanan dan minuman dia menghampiri Elisabeth.


"Aku merasa kesal dengan kejadian tadi, hatiku sangat sakti sekali mendengar nya."


Teriakkan Elisabeth membuat Melinda langsung terbangun dari tidurnya dia pun langsung keluar dari kamar nya dan menghampiri kamar Elisabeth.


"Kamu boleh sakit hati tapi tidak seperti ini, apakah saat di pantai asuhan perlakuan mu seperti ini? dan ibu ketua panita tidak menegur mu ? ini perbuatan yang sangat tidak baik Elisabeth. Di saat kamu ingin menjadi anak kandung Ibu Melinda tapi sikap kamu seperti kamu memang tidak seperti anak kandung Ibu Melinda."


Suster Diana seakan sudah tidak bisa lagi menahan emosi nya dan Elisabeth pun langsung menangis ketika mendengar perkataan dari Suster Diana.


"Apa yang di katakan oleh Suster Diana memang sangat benar sekali, aku harus bagaimana sekarang jika aku menghampiri nya maka dia pasti akan merasa mendapatkan pembelaan dan selalu melakukan hal yang sama."


Melinda memilih untuk menutup rapat pintu kamar Elisabeth dia pun melihat Ibunya yang keluar dari kamar nya.


"Apalagi yang di lakukan anak mu itu,? dia sampai berteriak-teriak seperti itu."


Melinda pun memilih menundukkan kepalanya dia tidak menjawab pertanyaan dari ibu nya, Melinda masuk ke dalam kamar.


"Lebih baik aku lihat sendiri apa yang di lakukan oleh anak perempuan itu."


Regina berjalan menuju ke kamar Elisabeth dia membuka pintu kamar nya, dia melihat Elisabeth yang sedang menangis duduk di atas kasur sedangkan Suster Diana membersihkan kamar nya. Regina sampai menghelakan nafas panjang nya ketika melihat kelakuan Elisabeth.


"Melinda seperti nya salah dalam memilih, jika masih kecil saja dia sudah seperti ini bagaimana nanti jika dia sudah besar."

__ADS_1


Regina menutup rapat kembali pintu kamar dan dia memilih untuk keluar rumah untuk mencari udara segar, Suster Diana yang sudah selesai membersihkan kamar Elisabeth dia pun memilih untuk keluar dari kamar tersebut dia tidak memperdulikan Elisabeth yang menagis sangat kencang sekali.


__ADS_2