
Melinda masuk ke dalam mobil nya dia mengendarai mobil nya sendiri, di perjalanan Melinda melihat balon merah berbentuk love.
Melinda pun langsung memberhentikan mobilnya ingin membeli balon tersebut untuk Belinda.
"Belinda pasti suka dengan balon merah yang berbentuk love, aku belikan dua untuk Belinda."
Melinda turun dari mobil dia langsung membeli balon tersebut, dan kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan menuju ke rumah nya.
Melinda merasa tidak sabar sekali ingin langsung memberikan balon merah berbentuk love untuk Belinda.
"Semoga saja Belinda sudah bangun dari tidur nya, dan dia bisa langsung bermain dengan balon ini."
Ketika Melinda masuk ke rumah nya dia melihat Belinda yang sedang di suapi oleh Suster Diana.
Makanan Belinda yang tidak sembarang dan begitu sangat bersih sekali
"Belinda sayaaaaang lihat Mama bawa apa Sayaaaaang, balon merah berbentuk love untuk Belinda sayaaaaang."
Belinda tersenyum manis penuh dengan kebahagiaan ketika dia mendapatkan balon tersebut dari Mama nya.
"Terimakasih banyak yaa Mama, aku sayang Mama."
__ADS_1
Melinda memeluk erat tubuh mungil Belinda.
"Mama juga sayaaaaang kamu Nak, Mama mandi dulu yaa sayaaaaang."
Melinda melepaskan pelukan erat nya dia mencium kening Belinda dan langsung pergi untuk mandi.
Belinda begitu sangat bahagia sekali ketika dia mendapatkan balon merah tersebut.
"Suster Diana, aku sangat senang sekali Mama yang sangat sayang aku tidak apa-apa Papa benci aku yang penting Mama sayang aku."
Suster Diana merasa sangat sedih sekali ketika anak se kecil ini sudah merasakan rasa benci dari Papa nya.
"Papa tidak benci sayaaaaang, Papa sayaaaaang Belinda. Mungkin Papa yang cape sayaaaaang jadi dia marah-marah seperti itu."
Melinda selesai mandi dia pun langsung menghampiri Belinda.
"Suster Diana kamu bisa pergi untuk beristirahat, biarkan Belinda bersama dengan saya yaa."
Suster Diana pun memilih untuk membereskan buku-buku yang belum di simpan di rak buku.
"Baiklah Bu saya pergi."
__ADS_1
Melinda duduk di samping Belinda dia tersenyum manis memandangi wajah cantik anak nya tersebut.
"Mama kenapa bisa pulang sore, biasanya Mama pulang Malam bersama dengan Papa."
Belinda mulai mengetahui pekerjaan orang tua nya.
"Iyaa sayaang, Mama kangen sama Belinda jadi Mama memilih untuk pulang cepat sayaaaaang."
Melinda memegang tangan Belinda yang kelihatan sangat bergetar sekali.
"Mama kapan yaa aku bisa sehat bisa berlari-lari seperti anak-anak lainnya, dan aku ingin sekolah Mama."
Apa yang Melinda pikirkan ternyata jadi kenyataan, jika Belinda yang pasti menginginkan hal tersebut.
"Belinda nanti juga bisa berlari-lari kencang sebentar lagi Belinda pasti akan sembuh total, Belinda yang sabar yaa sayaaaaang. Mungkin untuk sekarang Belinda di suruh untuk beristirahat dulu yaa tidak boleh capek-capek an sayaaaaang."
Melinda tidak kuasa menahan air mata nya dia hadapan Belinda, dan Belinda mengusap air mata Mama nya yang terjatuh.
"Mama menangis ya, Mama kasihan kepada ku yaa Mam."
Melinda pun mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan dia tidak mau terus menangis di hadapan Belinda.
__ADS_1
"Mama tidak kasihan sama Belinda, Mama merasa bangga sekali dengan Belinda karena Belinda itu adalah anak yang cantik pintar dan sangat istimewa sekali untuk Mama."
Belinda pun hanya tersenyum tipis kepada Mama nya.