Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 40.


__ADS_3

Ketika di malam hari Suster Diana mengingat ketika dirinya yang harus melanjutkan membaca cerita untuk Putri Belinda.


"Bu, saya ijin masuk ke dalam kamar Putri Belinda. Karena sebelumnya Putri Belinda yang menginginkan saya untuk membacakan kelanjutan cerita buku merah setiap jam 7 malam."


Melinda pun seketika langsung terdiam dia merasa sesuatu yang yang aneh terjadi di kematian Putri Belinda.


"Silahkan saja jika kamu tidak keberatan untuk membaca kan nya, karena kematian Putri Belinda yang sangat tragis sekali."


Suster Diana pun berjalan menuju ke kamar Putri Belinda, dia menyalakan lampu kamar nya dan dan memandangi tempat tidur nya yang sering mereka pakai untuk tidur bersama.


"Putri Belinda sayang, waktu nya untuk membaca cerita yaa sayaaaaang."


Suara Suster Diana terdengar sangat bergetar sekali ketika dia duduk dan mengambil buku tersebut.


Suster Diana membuka lembaran buku yang baru dan dia pun langsung membaca kan nya.


"Setelah kepergian Merah, orang tua mereka mencari keberadaan merah sampai ke dalam hutan. Mereka berpikir jika merah yang di mangsa oleh bintang buas, pita yang sering menempel di rambut panjang merah pun terjatuh seakan pertanda jika merah yang berada di sekitar tempat tersebut."

__ADS_1


Suster Diana menghela nafas panjang nya dia merasa jika kedua tangan nya yang semakin bergetar hebat.


"Merah melihat orang tua nya, tapi orang tua nya tidak melihat Merah. Sampai akhirnya merah yang menyadari jika dirinya yang sudah tidak bernyawa lagi."


Suster Diana menutup rapat buku tersebut, dia pun memeluk erat buku merah kesayangan Putri Belinda.


"Suster sudah membaca buku ini yaa sayaaaaang, Suster semakin sedih ketika Suster membacakan nya. Tenang di sana yaa sayaaaaang menjadi peri cantik di surga."


Suster Diana meneteskan air mata nya, dia pun sampai tidak sadar tertidur di kamar Putri Belinda.


Putri Belinda menepuk pipi Suster Diana dengan sangat lembut sekali.


Mendengar suara yang seperti tidak asing di telinga nya, Suster Diana pun terbangun dari tidurnya.


Suster Diana begitu sangat terkejut sekali ketika melihat wajah cantik Putri Belinda yang memakai gaun berwarna putih.


"Putri Belinda sayaaaaang, Suster sangat merindukan mu sayaaaaang."

__ADS_1


Suster Diana langsung memeluk erat tubuh mungil Putri Belinda.


"Suster Diana jangan menangis yaa, aku sekarang merasa sangat bahagia sekali loh. Aku sekarang yang tidak perlu memakai kursi roda lagi lihat aku bisa berlari-lari."


Suster Diana pun tersenyum bahagia ketika melihat Putri Belinda yang berlari-lari seperti anak-anak yang lain nya.


"Sekarang dada ku tidak pernah sesak lagi loh, aku juga sudah tidak perlu minum obat-obatan lagi dan tidak perlu pergi ke Dokter."


Putri Belinda terus saja berlari-lari sampai Suster Diana seperti melihat cahaya putih dan membuat Suster Diana tidak bisa melihat Putri Belinda.


Suster Diana mencoba untuk mengejar Putri Belinda dia melihat pita putih yang terjatuh dan Suster Diana pun mengambil pita putih tersebut.


Suster Diana pun tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya dan dia melihat jam menunjukkan pukul 04:00.


"Sudah jam 4 subuh ternyata, aku bermimpi indah dengan Putri Belinda aku merasa sangat bahagia sekali."


Suster Diana berniat untuk pindah dari kamar tersebut tapi dia melihat pita merah yang ada di sebelah bantal nya.

__ADS_1


"Pita merah milik siapa yaa ini, bukan kah di dalam mimpi aku menemukan pita putih milik Putri Belinda."


Suster Diana pun mengambil pita merah tersebut dan memasukkan nya ke dalam saku celana nya.


__ADS_2