
Terlihat sekali Belinda yang merasa sangat senang untuk bisa bertemu dengan teman-teman nya.
"Terimakasih yaa Mama, Mama baik sekali. Aku sayang Mama."
Belinda mencium pipi Mama nya dia kelihatan sangat senang sekali.
"Iya Belinda sayaaaaang, Mama juga sayang Belinda."
Suster Diana merasa sangat senang sekali ketika melihat Belinda dan Mama bisa sangat akrab sekali seperti ini.
Suster Diana yakin jika Melinda bisa membuat Belinda kuat dan semangat dalam menjalani kehidupan nya.
"Yasudah yaa sayang sekarang kita pulang yaa, Belinda harus istirahat yaa sayang di minum obat nya juga yaa vitamin dari Dokter."
Belinda setiap hari harus meminum obat jangan sampai satu hari sampai telat minum obat.
Belinda pun duduk di samping Suster Diana dia menyenderkan kepalanya pada pundak Suster Diana.
"Seperti nya kamu sudah lelah sayang, ayo di minum dulu obat nya ya sayang. Nanti batu bobo yaa."
Belinda mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Diana dia meminum obat dan langsung merasa sangat mengantuk sekali.
"Belinda sayaaaaang, kamu terlihat begitu sangat bahagia sekali tapi Mama tahu di sisi lain kamu pasti merasa sangat sedih sekali ketika teman-teman di usia mu yang bisa berlarian ke mana ke mari dengan lincah tanpa ada batasan."
Melinda pun mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang rendah, dia terlihat begitu sangat hati-hati sekali ketika mengendarai mobil tersebut.
Sampai akhirnya mereka pun sampai di rumah nya, melihat Belinda yang masih tertidur pulas Melinda memilih untuk tidak membangunkan Belinda dia dengan sangat hati-hati sekali mengendong Belinda sampai di kasur kamar nya.
"Suster Diana kamu temani Belinda yaa, kamu juga bisa sambil beristirahat juga yaa."
Handphone Melinda berdering kencang sekali dia melihat panggilan telephone masuk dari suaminya.
__ADS_1
"Papa ada apa yaa, jangan sampai aku di suruh datang ke kantor sekarang juga."
Melinda pun dengan sangat terpaksa dia menjawab panggilan telephone dari suami tersayang.
*Iya Hallo Papa ada apa yaa*
*Mama besok kita akan peluncuran produk Parfume kita varian terbaru, jadi akan banyak sekali yang datang ke tempat Parfume kita*
*Oke baiklah besok Mama datang ke sana bersama dengan Belinda*
*Dengan Belinda Mam, kamu tidak salah bicara untuk apa kamu sampai harus membawa Belinda di acara besar seperti ini*
*Memang nya kenapa Mas, Belinda itu anak kita loh dan nama perusahaan bisnis Parfume kita juga Belinda itu tandanya Belinda yang membawa keberuntungan untuk keluarga kita*
*Terserah kamu saja*
Terdengar jelas sekali jika Ronny yang tidak ingin kehadiran Belinda, Ronny langsung mengakhiri panggilan telephone nya.
Hal tersebut membuat Melinda merasa sangat marah sekali dengan sikap Ronny kepada Belinda.
Melinda mencoba untuk menenangkan perasaan dan pikiran dia tidak mau sampai meluapkan emosi kepada para pegawai nya.
"Lebih baik aku pergi sekarang juga ke tempat yang lebih baik, aku harus menenangkan perasaan ku ini semua demi Belinda aku akan membawa Belinda ke acara tersebut."
Melinda pun masuk kembali ke dalam mobil nya udah mencari udara segar agar dia bisa kembali baik tidak emosional lagi.
Ronny meluapkan emosi nya dengan membanting barang-barang yang ada di hadapannya.
Dia merasa sangat marah sekali ketika Melinda yang akan membawa Belinda ke acara yang begitu sangat megah nya.
"Melinda merusak suasana saja, sudah lah Belinda diam saja di rumah untukmu apa dia harus ikut menghadiri acara ini."
__ADS_1
Ronny yang merasa sangat kecewa sekali dengan istri tersebut dia memilih untuk pergi ke tempat yang tidak pernah dia datangi.
Tempat minum yang di mana banyak sekali wanita-wanita cantik dan seksi yang menjadi pelayan nya.
Ronny di ajak oleh teman nya karena dia melihat Ronny yang kelihatan sangat emosional sekali.
Mereka berdua pun masuk dan wajah Ronny sudah tidak asing lagi di layar televisi karena menjadi mode uang parfume nya sendiri bersama dengan Melinda istrinya.
Para wanita-wanita cantik dan seksi pun langsung menghampiri Ronny yang terlihat banyak uang dan punya segalanya.
Ronny di buat lupa diri dengan gemerlap nya dunia seperti itu sampai dia tidak menyadari berapa banyak uang yang sudah dia keluarkan hanya untuk mendapatkan hiburan dari wanita-wanita bayaran tersebut.
Di saat Ronny dengan dunia sesat nya, Melinda yang sedang berada di cafe dia bertemu lelah yang sebelumnya adalah calon suami Melinda yang di jodohkan oleh orang tua tapi Melinda yang lebih memilih untuk menikah dengan Ronny padahal dia hanya di buat susah oleh Ronny.
Robby Alexander adalah seorang Dokter Psikolog.
"Melinda Aurora, akhirnya kita di pertengahan kembang."
Melinda begitu sangat terkejut sekali ketika dia harus bertemu dengan Robby Alexander.
"Robby Alexander, sudah lama sekali kita tidak bertemu bagaimana dengan kabar mu dan apakah kamu sekarang sudah menikah?."
Sementara memutuskan untuk menikah dengan Ronny, Melinda memilih untuk meninggalkan keluarga yang sangat kaya raya sekali dengan bisnis kedua orang tuanya.
Melinda yang tidak pernah lagi bertemu dengan keluarga nya, dia begitu sangat melupakan orang tua nya.
"Aku belum menikah aku yang masih fokus dengan pekerjaan ku sebagai seorang Dokter Psikolog."
Melinda pun menggeser kan kursi nya dia mempersilahkan Robby untuk duduk di samping nya.
"Bagaimana dengan kamu Melinda, kamu sekarang menjadi seorang pebisnis parfume wajah mu dan suami mu yang ada di televisi membuat kedua orang tua mu mereka sangat bahagia sekali sekaligus merindukan kehadiran mu untuk bisa bertemu dengan menggunakan."
__ADS_1
Melinda dia buat diam oleh perkataan Ronny, dia yang memang sudah lama melupakan orang tua nya.
Melinda juga tidak bisa membohongiku perasaan nya jika dia begitu sangat merindukan Ayah dan Ibu nya.