Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 81.


__ADS_3

Melinda menaburkan bunga tapi Suster Diana yang masih memperhatikan ibu itu, Suster Diana pun mulai fokus pada makam Putri Belinda.


"Putri Belinda sayang, besok adalah hari kelahiran mu Nak. Besok usia kamu 6 tahun, Mama akan merayakan nya di panti asuhan bersama dengan anak-anak se usia mu di sana yaa."


Melinda memegang batu nisan almarhumah Putri Belinda, dia masih tidak menyangka jika dia yang harus secepat ini meninggalkan Putri Belinda.


Suster Diana mencoba untuk menguatkan Melinda, dia tidak mau Melinda kembali despresi karena merasa kehilangan Putri Belinda.


"Ayo kita pulang tapi aku ingin pergi ke rumah orang tua ku dulu yaa, aku sangat merindukan mereka ketika aku yang harus melupakan mereka karena lebih memilih bersama dengan Ronny."


Suster Diana pun mengikuti apa yang di katakan oleh Melinda, mereka pergi dari makam Putri Belinda.


Tapi Suster Diana masih saja melihat ibu tersebut dia yang terus saja memandangi mereka berdua.


Tapi Suster Diana memilih untuk diam saja, dia tidak mau memberitahu Melinda.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil, dan Melinda yang memberitahu alamat rumah orang tua nya kepada supir pribadi nya.


"Aku lebih memilih orang tua ku dari pada suami ku yang jahat sekali kepada ku, aku merasa sangat berdosa sekali lebih memilih pergi bersama dengan Ronny yang sekarang aku mengetahui jika dia itu adalah musuh dalam selimut."

__ADS_1


Di perjalanan menuju ke rumah orang tua nya, Melinda terus saja memandangi foto Putri Belinda.


"Bu, bagaimana dengan perlengkapan untuk Putri Belinda itu kita beli secara online saja. Agar setelah kita berada di rumah orang tua Ibu kita tidak perlu pergi lagi ke toko."


Melinda menganggukkan kepalanya dia setuju dengan apa yang di katakan oleh Suster Diana dan Suster Diana pun langsung memesankan nya secara online.


Mereka pun akhirnya sampai di depan pintu gerbang rumah Melinda, bangunan yang sangat megah sekali dengan fasilitas yang mahal.


Suster Diana sampai tidak percaya jika rumah orang tua Melinda se mewah ini.


"Bu, rumah ibu seperti rumah di negeri dongeng ya Bu. Luas sekali dan sangat mewah."


Suster Diana dan Melinda pun turun dari mobil, semua pegawai yang ada di sana pun begitu sangat terkejut sekali ketika melihat kedatangan Melinda ke rumah nya.


Melinda pun hanya bisa tersenyum saja dan menarik tangan Suster Diana untuk masuk ke dalam rumah nya.


Melinda menghampiri ke dua orang nya, dia bersujud di kaki ibu nya.


"Maafkan aku Bu, aku sungguh sangat durhaka sekali terhadap ibu. Aku melupakanmu ibu dan ayah, dan sekarang aku yang di khianati oleh suami sendiri."

__ADS_1


Suster Diana pun menghampiri kedua orang tua Melinda untuk bersalaman.


"Apa yang di lakukan oleh Ronny kepada mu Melinda,? apakah dia berselingkuh?."


Mereka pun memilih untuk duduk untuk membicarakan nya.


"Aku sudah tidak peduli jika dia selingkuh atau pun tidak, tapi dia mengambil semua bisnis yang kita berjuang sama-sama. Dia menganti nama Parfume Belinda menjadi Romeo Parfume, dia juga menghabiskan tabungan kita bersama hanya untuk membeli gedung horor yang sekarang menjadi gedung ke 7."


Ke dua orang tua Melinda pun merasa sangat sedih sekali ketika melihat kondisi Melinda yang seperti ini.


"Aku sampai despresi kelihatan Putri Belinda, tapi Ronny yang sama sekali tidak perduli terhadap kematian Putri Belinda. Pada jika dia tidak mengajak Putri Belinda untuk pergi ke hutan mungkin Putri Belinda masih hidup bersama dengan ku. Aku tidak bisa hidup tanpa Putri Belinda."


Melinda memeluk ibu nya dia menagis histeris di pelukan ibu nya dan membuat Suster Diana pun meneteskan air mata nya.


"Putri Belinda bersama dengan saya sejak bayi, saya merasa sangat kasihan sekali melihat Putri Belinda yang harus menjalani terapi dan selalu masuk ke rumah sakit."


Kedua orang tua Melinda pun baru mengetahui kondisi fisik cucu nya tersebut.


"Melinda sudah saja kamu dan Suster Diana tinggal di sini, tinggalkan saja rumah itu karena cepat atau lambat rumah itu pun pasti akan di jual oleh suami mu. Karena dia yang tidak mengerti dengan bisnis, dia mudah di tipu orang lain."

__ADS_1


Suster Diana mengeluarkan obat penenang untuk Melinda, karena Melinda yang tetap harus meminum obat tersebut.


Melinda pun langsung meminum obat tersebut dan dia pun berjalan menuju ke kamar nya yang dulu, Melinda membuka pintu kamar nya yang terlihat begitu nyaman dan rapih tidak ada perubahan.


__ADS_2