Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode 15.


__ADS_3

Melinda mengetuk pintu kamar Belinda dan Suster Diana pun langsung membuka nya.


Ekpresi wajah Belinda masih saja terdiam dia seperti marah dan kesal kepada Papa nya. Melinda pun mencoba untuk menghibur Belinda.


"Belinda sayaaaaang, coba Mama lihat sayaaaaang buku-buku cerita yang kamu belikan untuk menjadi buku dongeng penghantar kamu tidur."


Suster Diana pun langsung mendorong kan rak buku minimalis yang sudah dia tata rapih agar Belinda bisa memilih buku mana yang ingin dia ceritakan.


"Wah banyak sekali yaa sayaaaaang, ayo coba Belinda pilih kan mana yang akan Mama bacakan untuk Belinda."


Seketika Belinda pun terdiam dia ingin di bacakan buku yang bersampul merah tapi tidak di bacakan oleh Mama nya tapi di bacakan oleh Suster Diana.


"Mama istirahat saja, aku ingin bersama dengan Suster Diana. Mama kembali saja ke kamar Mama aku ingin tidur bersama dengan Suster Diana saja."


Seketika saja Melinda merasa putri nya yang sudah tidak mau bersama dengan dirinya memilih bersama dengan Suster yang merawat nya dari umur satu tahun.


"Kenapa Belinda tidak mau di temani oleh Mama, Mama ingin sekali bersama dengan Belinda malam ini. Mama rindu ingin tidur bersama dengan Belinda."


Belinda menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil melihat ke arah Suster Diana.


"Tidak apa-apa sayang, kapan lagi bisa bersama dengan Mama yang sibuk. Belinda setiap hari bisa bersama dengan Suster tapi dengan Mama Belinda akan jarang sekali mendapatkan momen seperti ini."


Belinda tetap tidak mau dia sampai menutup wajahnya dengan ke dua tangan nya.


"Mama pergi dari kamar ku sana, aku ingin bersama dengan Suster Diana bukan dengan Mama."


Dengan berat hati Melinda pun akhirnya meninggalkan Belinda dia pergi meninggalkan Belinda.


"Yasudah sayaang, Mama pergi yaa sayaaaaang. Kamu mimpi yang indah yaa jangan lupa berdoa yaa sayang."

__ADS_1


Melinda mencium kening Belinda dia pun langsung pergi dari kamar Belinda dengan mata yang berkaca-kaca.


Melihat Melinda yang pergi Suster Diana pun langsung menghampiri Putri Belinda dan langsung memeluk erat tubuh mungil Putri Belinda.


"Putri Belinda sayaaaaang jangan seperti itu yaa Nak, kasihan Mama dia sangat sedih sekali loh sayaaaaang."


Suster Diana memeluk Putri Belinda sambil mencium rambut panjang nya.


"Aku tidak suka dengan Papa, Papa yang jahat terhadap ku. Aku tidak mau Mama di marahi oleh Papa karena selalu bersama dengan ku."


Suster Diana pun mencoba untuk menenangkan perasaan dan pikiran Putri Belinda.


"Jangan berpikir seperti itu yaa sayang, Papa dan Mama sayaaaaang sekali dengan Belinda mereka tidak mungkin tidak mencintai Putri Belinda kamu itu adalah anak yang di inginkan oleh kedua orang kamu loh."


Putri Belinda berjalan menuju ke rak buku dia mengambil buku merah yang dia beli dan langsung memberikan nya kepada Suster Diana.


"Cepat bacakan untuk ku, aku mengetahui cerita apa yang ada di dalam buku merah ini."


"Ada gadis kecil yang di beri nama merah oleh orang tua nya, merah begitu sangat rajin sekali membantu kedua orang tuanya. Merah yang selalu riang gembira tapi sayang nya merah yang tidak mempunyai teman karena Merah yang tinggal di dalam hutan bersama dengan kedua orang tuanya dan membuat Merah yang merasa sangat kesiapan sekali."


Belinda begitu sangat serius sekali mendengarkan cerita tersebut sehingga Belinda pun berpikir jika dirinya yang seperti Merah di dalam buku tersebut.


"Kasihan sekali yaa Merah dia sama seperti aku yang kesepian, Merah tinggal di hutan dia tidak mempunyai teman sedangkan aku yang tinggal di kota pun sama saja tidak mempunyai teman."


Melihat Belinda yang merasa sangat sedih, Suster Diana langsung menutup buku tersebut dia tidak melanjutkan buku tersebut untuk di baca nya.


"Belinda sayaaaaang, nanti juga Belinda tidak akan kesepian. Belinda nanti juga akan mempunyai banyak teman-teman yang bermain dengan Belinda."


Belinda seketika dia langsung memandangi kaki nya yang tidak bisa berjalan jauh.

__ADS_1


"Tapi aku tidak bisa berjalan jauh aku tidak bisa berlari-lari seperti anak-anak yang lain nya, mereka tidak mungkin mau bermain dengan mereka pasti hanya bisa mengejek ku saja karena fisik ku ini."


Suster Diana memeluk kembali Putri Belinda.


"Sayaaaaang jangan seperti itu yaa berpikir yang baik-baik saja, jika Belinda yang bisa sehat kembali Belinda yang bisa seperti anak-anak yang lain. Belinda harus semangat terus yaa sayaaaaang."


Dengan pelukan hangat Suster Diana dan kata-kata penyemangat nya membuat Belinda merasa nyaman ada di pelukan Suster Diana.


"Terimakasih banyak Suster Diana, aku sayaaaaang sekali dengan Suster Diana dan aku merasa jika Suster Diana adalah orang tua ku yang selalu ada bersama dengan ku."


Suster Diana melepaskan pelukan erat nya dia pun mencium kening Putri Belinda.


"Yasudah yaa lebih baik sekarang Putri Belinda tidur yaa sayaaaaang, mimpi indah besok malam kita lanjutkan lagi membaca cerita tentang Merah gadis kecil yang sedang mencari teman."


Suster Diana pun langsung mengendong Belinda dan membaringkan tubuh Belinda di atas kasur.


Suster Diana mengambil segelas susu hangat untuk Belinda agar tidur nya merasa tenang dan nyenyak.


Setelah meminum nya sampai habis, Suster Diana mematikan lampu kamar nya dia pun tidur di samping Belinda dengan saling berhadapan dan berpelukan erat.


Suster Diana merasa jika Putri Belinda itu seperti anak nya sendiri, dia menjadi seorang Suster bukan karena bayaran yang mahal di berikan oleh Melinda dan Ronny. Tapi memang Suster Diana yang sangat sayang sekali dengan Putri Belinda.


"Selalu tersenyum manis yaa Belinda sayaaaaang, Suster Diana yakin akan ada keajaiban untuk kamu bisa seperti anak-anak seumuran mu. Suatu saat nanti kamu bisa berlari-lari seperti yang kamu inginkan."


Tangisan Suster Diana pecah ketika dirinya mendengar impian kecil Putri Belinda yang ingin berlari-lari seperti anak-anak yang lain.


Main sesuka hati nya tampa ada batasan waktu tidak merasa sesak tidak harus memakai oksigen yang selalu ada di sepanjang waktu nya.


Tidak juga harus melakukan cek kesehatan ke Dokter Specialis Anak setiap dengan obat-obatan dan vitamin yang harus di konsumsi setiap hari nya.

__ADS_1


"Kamu pasti sehat sayaaaaang dengan keajaiban yang terjadi, kita yang berdoa dan berusaha bersama-sama yaa sayang."


Suster Diana memegang tangan mungil nya Belinda dan terus-menerus mencium nya.


__ADS_2