
Ronny keluar dari lantai tiga dia melihat di lantai dasar seperti banyak orang yang tidak dia kenal.
"Bukan kah semua para pegawai sudah tidak ada di gedung ini, dan mereka pergi tapi kenapa penglihatan ku seperti banyak orang yang ada di lantai dasar. Apakah itu adalah para pembeli yang tidak ada yang melayani mereka."
Semakin berjalan ke bawah Ronny pun seperti mendengar suara orang yang sedang ramai mengobrol dan membuat dia semakin cepat berjalan untuk menuju ke lantai dasar.
Tapi setelah Ronny berada di lantai dasar dia tidak melihat satu orang pun di sana.
"Astaga, aku mulai harus memeriksa kan penglihatan dan pendengaran ku."
Ronny pun langsung keluar dari dan dia menyuruh satpam agar berjaga dengan sangat ketat sekali karena posisi toko yang kosong tidak ada orang.
Ronny masuk ke dalam mobil nya, dia melihat kaca seperti ada yang ikut bersama dengan nya di kursi belakang tapi ketika dia melihat ke belakang dia tidak melihat siapapun di sana.
Ronny pun memilih untuk fokus saja menyetir, dia tidak mau berhalusinasi lagi.
Ronny menyempatkan diri untuk membeli bucket bunga yang akan dia berikan di proses pemakaman tersebut, Ronny pun langsung kembali dan ternyata ketika dia mendapatkan alamat nya pemakaman nya pun berada di tempat yang sama dengan pemakaman Putri Belinda.
Ronny sampai di tempat dan semua orang tertuju pada kedatangan Ronny, Ronny melihat di paling depan dia merasa sangat bersalah sekali dengan apa yang sudah dia lakukan kepada Monica.
"Tenang di alam sana Monica, aku tidak akan pernah membiarkan seseorang membocorkan rahasia yang ada di dalam gedung tersebut. Aku tidak mau mengalami kebangkrutan, tapi takdir berkehendak lain sebelum aku menyentuh mu kamu sudah langsung tiada."
__ADS_1
Ucap Ronny di dalam hati nya sambil menyimpan bucket bunga di di bawah batu nisan almarhum Monica.
Merasa sudah cukup dengan kewajiban nya, Ronny pun berpamitan pulang dengan orang tua Monica dan dia pun langsung pulang begitu saja.
Terlihat sangat jelas sekali tidak ada rasa sedih di wajah Ronny ketika dia berpamitan dan mengungkapkan bela sungkawa nya di hadapan orang tua Monica.
Ronny pun merasa ingin mencari informasi tentang asal usul gedung tersebut, dia pun mencoba untuk mencari informasi pada orang yang dia percayai.
*Hallo Alex, saya Ronny. Apakah kamu mengetahui asal-usul gedung tua yang sekarang menjadi toko parfume ku*
*Maksud mu gedung merah berdarah*
*Kenapa kamu ngebut nya gedung merah berdarah, memang apa yang terjadi dengan gedung tersebut di masa lalu*
Seketika saja Ronny langsung mengingat Putri Belinda, karena dia yang membunuh Putri Belinda anak kandung nya sendiri.
*Apakah anak nya itu adalah perempuan,? dan dia masih sangat kecil*
*Ya, perempuan sekitar umur 6 tahun. Dia di butuh oleh orang yang menjadi musuh bisnisnya*
*Oke terimakasih informasinya*
__ADS_1
*Apakah kamu baik-baik saja selama menjadi bisnis di sana, karena gedung itu sangat horror sekali. Banyak anak kecil yang ketika sedang jalan menuju ke gedung tersebut mereka berkata seperti ada yang melambai tangan nya, seperti nya anak perempuan tersebut merasa kesepian*
*Apa yang harus aku lakukan dengan gedung tersebut, karena kemarin pegawai wanita ku tewas di hadapan gedung tersebut. Dan membuat tidak ada yang datang untuk membeli produk Parfume ku*
*Bagaimana jika merenovasi kembali gedung tersebut, ubah cat dengan warna yang lain. Karena gedung tersebut terkenal dengan nama gedung merah*
*Baiklah, akan aku lakukan saran mu itu. Dan aku tunggu kehadiran mu untuk menemani ku di sana*
*Tidak jangan di sana lebih baik di tempat lain, aku masih ingin hidup*
*Baiklah nanti saya telephone kamu kembali*
Ronny mengakhiri panggilan telephone dia pun akhirnya memiliki celah agar bisnis nya bisa lancar kembali.
Ronny pun langsung memberitahukan semua pegawai nya jika toko akan di renovasi terlebih dahulu, toko akan di tutup selama satu Minggu.
Ronny pun berencana akan Menganti menjadi warna putih bersih.
"Putih aku mengganti gedung yang dulunya terkenal dengan nama gedung merah, sekarang akan menjadi gedung putih. Semoga bersedih dari kecelakaan kerja."
Ronny merasa sangat senang sekali dia seperti menemukan sebuah titik terang dalam bisnis nya.
__ADS_1
Ronny pun akhirnya harus mengeluarkan banyak biaya untuk rencana nya tersebut.