
Melinda pun memilih untuk masuk ke dalam kamar Suster Diana, dia mengetuk pintu kamar Suster Diana dan Suster Diana pun membukakan pintu tersebut.
Suster Diana memandangi wajah Melinda dengan begitu sangat serius sekali.
"Bu, maafkan saya tapi saya tidak mau jika Buku merah ini harus di buang. Saya tidak akan pernah memberitahukan nya."
Melinda pun mencoba untuk menenangkan perasaan Suster Diana.
"Baiklah, karena aku juga tahu jika Buku merah tersebut adalah kesukaan Putri Belinda. Tapi buku merah ini yang begitu sangat misterius sekali, seperti memberikan suatu petunjuk untuk kita tapi kita yang tidak mengerti."
Suster Diana pun merasakan hal tersebut dia yang selalu membaca tulisan yang tidak dia pahami dan mengerti.
"Bagaimana cara nya aku bisa membuat Elisabeth seperti Putri Belinda, menjadi anak yang baik dan mengikuti apa yang aku inginkan. Karena semakin hari aku semakin tidak mengerti dengan sikap nya, sudah tahu Putri Belinda itu sudah meninggal dunia tapi kenapa selalu saja ada rasa kecemburuan terhadap Putri Belinda."
__ADS_1
Suster Diana merasakan apa yang di rasa Melinda dia yang sebelumnya mengurusi anak yang lemah lembut dan manis seketika langsung berubah menjadi anak yang sangat kasar dalam berbicara.
"Suster Diana, aku menemukan sebuah foto pada saat pergi ke makam Putri Belinda. Di sini anak perempuan tersebut yang sangat mirip dengan Putri Belinda bahkan hari meninggal nya pun sama dan ibu menagis di makam Putri Belinda."
Suster Diana merasa jika kejadian ini sudah pernah terjadi sebelumnya dan Suster Diana mencoba untuk mengingat nya kembali.
"Iya Bu, waktu itu pun sama. Ada ibu-ibu yang sedang menngis di makam Putri Belinda dengan menyebut nama Melly."
Ternyata itu adalah orang yang sama yang selalu datang ke makam Putri Belinda.
Melinda pun memperhatikan buku merah tersebut.
"Jangan pernah biarkan pintu kamar kamu terbuka seperti itu yaa, tetep selalu kunci jangan sampai Elisabeth masuk dan langsung membakar buku merah tersebut karena buku yang paling Putri Belinda suka."
__ADS_1
Melinda pun langsung pergi dari kamar Suster Diana dan Suster Diana pun mengikuti apa yang di katakan oleh Melinda dia memilih untuk mencari tempat yang aman untuk menyimpan buku merah tersebut.
"Seperti nya aku taruh saja di atas lemari dan ini sangat tinggi sekali, Elisabeth tidak mungkin bisa mengambil nya."
Suster Diana merasa jika itu adalah tempat yang nyaman dan aman, Suster Diana pun mengingat kembali tulisan yang ada di buku merah tersebut.
"Aku harus mengembalikan buku merah ini kepada siapa yaa, apakah memang ada orang yang menginginkan buku merah seperti ini. Buku yang sangat misterius sekali ini."
Karena tidak mau terlalu banyak memikirkan tentang buku merah tersebut, Suster Diana pun memilih untuk beristirahat dia yang begitu sangat merasa sangat lelah sekali.
"Semoga saja aku bermimpi yang memiliki petunjuk untuk buku merah tersebut, dan apakah aku harus menyimpan buku tersebut di atas makam Putri Belinda yaa."
Suster Diana pun mulai memejamkan mata nya dia berharap bisa mimpi petunjuk.
__ADS_1
Di sisi lain Elisabeth yang benar-benar ingin membakar buku merah tersebut. Buku merah yang menurutnya adalah buku berhantu dan sangat seram sekali.