Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode *225*


__ADS_3

Setelah merasa cukup puas dengan semua yang ingin di belikan akhirnya Putri Belinda dan Om Rizal pun memilih untuk kembali ke toko tapi di saat mereka berdua akan masuk ke dalam mobil.


Regina berjalan di depan mereka berdua dan melihat wajah Putri Belinda yang tidak memakai masker, Regina terus saja memandangi wajah Putri Belinda tapi Rizal yang menyadari nya dia langsung membuka pintu mobil dan menyuruh Putri Belinda segera masuk.


Regina begitu sangat terkejut sekali ketika dia melihat wajah anak perempuan yang sedang bersama dengan Rizal.


"Wajah nya kenapa sangat mirip dengan cucu ku Putri Belinda yaa, tapi wajah nya yang seperti bekas kecelakaan. Siapa anak perempuan itu yaa."


Regina memilih untuk masuk kembali ke dalam mobil nya dia melihat foto kebersamaan Putri Belinda bersama dengan Melinda dan Regina membandingkan wajah nya.


"Mereka sama-sama memiliki kulit putih, tapi Putri Belinda yang mempunyai ponny dan rambut panjang hitam sedangkan anak perempuan yang tadi rambut nya pendek dan pirang juga lalu wajah nya yang tidak mulus seperti habis kecelakaan."


Regina pun seketika langsung berpikir apakah itu adalah Putri Belinda, Putri Belinda yang sebenarnya masih hidup tapi di sembunyikan oleh Ronny selama ini.


"Jika aku memberitahu Melinda ini akan menjadi perdebatan antara Melinda dan juga Elisabeth. Anak itu pasti tidak menerima perkataan ku ini karena memang aku juga yang belum tahu siapa anak perempuan tersebut."


Regina yang berniat untuk makan pun memilih untuk kembali ke rumah nya saja.


"Oke Regina lupakan dulu apa yang kamu lihat tadi, lebih baik kamu mencari tahu siapa anak perempuan itu setelah kamu mengetahui nya baru lah kamu memberitahu Melinda."


Regina pun menyalakan mesin mobil nya untuk menuju ke rumah nya, setelah beberapa jam akhirnya dia sampai di depan rumah nya tapi melihat Melinda yang sedang duduk melamun seperti sedang mempunyai masalah.


"Kenapa lagi dengan Melinda, apakah dia masih memikirkan tentang bisnis nya. Aku tidak mau Melinda menjadi despresi kembali."


Regina pun akhirnya menghampiri Melinda dan duduk di samping nya.


"Melinda hari Minggu kamu sudah bisa melakukan iklan dan pemotretan untuk Elisabeth Parfume yaa, semuanya sudah Ibu bereskan."


Melinda tidak merespon perkataan Ibu nya dia sedang melamun tatapan mata nya yang begitu sangat kosong sekali.


"Astaga Melinda dia benar-benar tidak fokus."

__ADS_1


Regina pun menepuk pundak Melinda dan akhirnya Melinda pun langsung terkejut dan melihat ada ibu nya di samping dirinya.


"Ibu, sejak kapan ibu ada di situ. Aku tidak menyadari nya."


Melinda pun menundukkan wajahnya dia benar-benar seperti mempunyai beban perasaan dan pikiran.


"Kenapa dengan kamu Melinda, apa yang sekarang sedang kamu pikirkan sayaaaaang."


Melinda pun akhirnya memilih untuk jujur kepada Ibunya.


"Elisabeth ingin membuang buku merah kesayangan Putri Belinda, yang di simpan di kamar Suster Diana. Aku tidak mengerti kenapa akhir-akhir ini aku yang sering sekali membandingkan sikap Putri Belinda dan Elisabeth yang sangat berbeda jauh, di sisi lain pula aku sekarang sangat merindukan Putri Belinda."


Suster Diana berada di depan pintu utama untuk masuk ke dalam rumah dia mendengar perkataan Melinda yang begitu sangat merindukan Putri Belinda.


Regina pun langsung mengingat anak perempuan yang sedang bersama dengan Rizal.


"Melinda, seandainya Putri Belinda itu masih hidup. Apa yang akan kamu lakukan? sedangkan kamu sekarang yang sudah memiliki Elisabeth. Karena mungkin saja suatu keajaiban yang terjadi di dunia ini."


"Jika Putri Belinda masih hidup aku akan mempunyai dua anak perempuan yang cantik di rumah ini. Aku akan membagikan cinta ku kepada Putri Belinda dan juga Elisabeth."


Regina merasa jika hal tersebut tidak akan pernah terjadi, Putri Belinda tidak akan pernah bisa satu rumah dengan Elisabeth.


"Jika Putri Belinda kembali, ijinkan Ibu saja yang mengurus nya dan menyayangi nya. Walaupun ini sebuah khayalan tapi semoga saja menjadi kenyataan."


Regina pun langsung memilih untuk masuk ke dalam rumah, sedangkan Melinda menjadi penasaran sekali dengan perkataan Ibunya.


"Apa yang sebenarnya terjadi Putri Belinda tidak mungkin kembali dia sudah meninggal dunia, lalu kenapa Ibu sampai berkata seperti itu apa mungkin Ibu yang melihat ada anak perempuan yang mirip dengan Putri Belinda."


Melinda pun memilih untuk masuk kembali ke dalam rumah nya, dan dia bertemu dengan Suster Diana.


"Kamu mendengar semuanya Suster Diana, aku tidak mengerti apa maksud dari perkataan Ibu tentang Putri Belinda.,"

__ADS_1


Suster Diana hanya tersenyum tipis kepada Melinda menandakan bahwa dia mendengar perkataan mereka berdua.


"Seperti nya Ibu Regina bertemu dengan anak perempuan yang mirip dengan Putri Belinda sehingga dia sampai bisa berbicara seperti itu."


Melinda pun merasa setuju dengan perkataan Suster Diana dan Melinda pun mulai melupakan tentang khayalan nya jika Putri Belinda itu masih hidup.


"Suster Diana seperti nya besok jam 6 pagi pesenan paket bekal untuk sekolah sudah datang yaa, kita tinggal menyiapkan minuman nya saja dan langsung di masukkan ke dalam bagasi dan kita langsung berangkat."


Semua demi keinginan Elisabeth, Melinda yang menganggap jika Elisabeth yang mempunyai sifat yang baik pada teman-teman tapi di sisi lain Elisabeth ingin sekali membalaskan dendam nya kepada Veronica yang alergi terhadap seafood.


"Baiklah Bu besok saya akan bangun lebih pagi lagi dan mencoba untuk tidak kesiangan."


Melinda berjalan menuju ke kamar Elisabeth, dia merasa jika Elisabeth yang masih marah karena ingin membuang buku merah kesayangan Putri Belinda.


Melinda pun masuk ke dalam Elisabeth dah kelihatan Elisabeth yang masih merasa sangat kesal sekali.


"Mommy, buang saja buku merah itu. Aku tidak suka Mommy melihat buku merah itu aku ingin sekali bisa membakar nya."


Elisabeth begitu sangat emosional sekali terlihat sangat jelas dari wajahnya.


"Elisabeth, Putri Belinda tidak akan pernah bisa kembali. Suster Diana yang dulu begitu sangat sayang sekali dengan Putri Belinda dan mungkin itu adalah kenangan indah mereka berdua."


Elisabeth merasa tidak menerima perkataan Mommy Melinda, dia tidak ingin melihat barang-barangnya milik Putri Belinda yang masih tersimpan di rumah ini.


"Putri Belinda itu sudah meninggal dunia dan tidak mungkin kembali begitu kan perkataan Mommy, yasudah sekarang aku adalah pengganti Putri Belinda jadi sudah jangan ada lagi yang menyimpan barang-barang Putri Belinda."


Melihat sikap Elisabeth yang semakin membuat nya hipertensi, akhirnya tanpa sepatah kata pun Melinda keluar dari kamar Elisabeth. Dia sampai menghelakan nafas panjang nya.


"Selalu sabar yaa Melinda ingat ini adalah pilihan mu, kamu yang memilih Elisabeth untuk menjadi pengganti Putri Belinda. Apapun yang di katakan dan lakukan kamu cukup diam dan melihat nya, semoga saja aku yang selalu sabar."


Melinda menutup rapat pintu kamar Elisabeth.

__ADS_1


__ADS_2