
Rizal merasa sangat kasihan sekali melihat Merry dia yang seperti nya tidak pernah makan, makanan seperti ini.
"Merry, apakah ancaman dari orang tua Melly yang membuat kamu takut untuk bisa bersama kembali dengan Mama kamu."
Merry menganggukkan kepalanya sambil menyelesaikan makanan nya.
"Aku tidak mau membuat Mama terluka sebenarnya aku ingin sekali bisa kembali dengan Mama, tapi jika sudah seperti ini aku tidak mau kembali bersama dengan Mama."
Rizal mengelus rambut Merry, dia melihat rambut Merry yang dulu nya panjang sekarang lebih pendek dan tidak beraturan.
"Rambut ku ini di gunting paksa oleh orang tua itu, bahkan sebelum aku di masukkan ke dalam panti asuhan aku di perlakukan sangat kasar sekali sehingga wajah ku ini penuh dengan luka seperti ini."
Rizal melihat wajah Merry yang mulus menjadi banyak luka seperti ini, dia pun sangat menyangkan perbuatan orang tua Melly kepada Merry padahal Rizal yang sudah memberikan uang 100 juta.
"Kamu sabar yaa sayaaaaang, nanti kehidupan mu pasti akan bahagia. Sekarang kamu sabar yaa, karena Om dan Papa kamu pasti akan membuat kamu bahagia sayaaaaang."
__ADS_1
Mata Merry sampai berkaca-kaca ketika mendengar perkataan Om Rizal.
"Terimakasih banyak Om Rizal yang sangat baik sekali dengan aku."
Rizal menghapus air mata yang menetes mereka berdua pun melanjutkan perjalanan menuju ke tempat agar Merry bisa membeli apapun yang dia inginkan.
Ketika Merry yang merasa sangat bahagia sekali bisa bersama dengan Om Rizal, Merry harus bisa menahan rasa emosi nya karena Melinda yang tidak mengikuti keinginan nya.
"Mommy, kita tidak akan pergi ke mana-mana? ini hari Minggu loh Mom. Aku ingin bermain-main menghabiskan uang Mommy yang terlalu banyak itu."
"Elisa, Mommy ingin memberikan yang terbaik untuk pendidikan kamu. Mommy ingin sampai bisa kamu kuliah ke luar negeri meneruskan bisnis Mommy, uang Mommy harus Mommy tabungan. Kamu boleh bermain-main tapi tidak untuk setiap hari ada waktu nya sayaaaaang."
Elisabeth merasa Mommy Melinda yang sudah tidak seperti dulu lagi, dia merasa ini semua karena perkataan Omah dan Opah nya yang tidak menyukai dirinya.
"Elisabeth, seharusnya kamu beruntung karena sekarang kamu bisa mendapatkan yang terbaik dari Mommy Melinda. Tempat tidur yang nyaman, kamu bisa memakai kendaraan pribadi untuk bisa pergi ke sekolah dan ke mana-mana."
__ADS_1
Merry hanya bisa terdiam saja dia mengabaikan perkataan Suster Diana dan juga Mommy Melinda. Niat Merry menjadi anak dari pengusaha sukses Melinda adalah agar bisa pamer dan sombong kepada orang lain.
Mereka pun akhirnya sampai di depan rumah, Elisabeth langsung membuka pintu mobil dan berlari menuju ke kamar nya.
"Elisabeth, hati-hati sayaaaaang, jangan berlari seperti itu nanti kamu jatuh."
Teriak Melinda kepada Elisa tapi di abaikan nya.
"Astaga, aku yang sudah memilih nya menjadi anak ku dan sekarang aku yang bisa menerima apapun yang di lakukan oleh Elisabeth."
Suster Diana melihat Melinda yang mulai merasa sangat lelah menghadapi sikap Elisabeth, apalagi orang tua nya yang tidak suka dengan kehadiran Elisabeth.
"Suster Diana, aku ingin istirahat yaa. Kepala ku rasanya sangat sakit sekali. Aku pusing menghadapi semuanya."
Melinda pun berjalan menuju ke kamar nya.
__ADS_1