Belinda Sayang Belinda Malang

Belinda Sayang Belinda Malang
Episode (127)


__ADS_3

Suster Diana begitu sangat baik sekali ketika melihat video Melinda dan juga Febrian yang menjadi tranding topik di media sosial.


"Aku merasa sangat yakin sekali jika Bu Melinda akan lebih sukses daripada suaminya, dengan hitungan bulan saja toko tersebut pasti akan segera tutup walaupun dengan modal usaha yang fantastis tapi mereka tidak seperti Bu Melinda."


Suster Diana merasa bosan dan dia pun masuk ke dalam kamar nya, dia melihat buku merah tersebut yang masih tertutup rapat.


"Buku merah tersebut masih tertutup belum terbuka ini adalah kesempatan aku untuk membaca nya."


Suster Diana duduk di atas kasur dia pun mulai membaca buku merah tersebut, Suster Diana begitu sangat gemetar tangan nya ketika dia memegang buku tersebut.


"Kenapa jari-jari ku ini terus-menerus bergetar nya ketika memegang buku dan mencoba untuk membuka lembaran demi lembaran."

__ADS_1


Suster Diana, pun mulai membaca nya dia yang tiba-tiba saja ingin membuka bagian akhir dari cerita tersebut.


*Aku di siksa dan di perlakukan seperti binatang, mereka membuang tubuh ku di tempat yang tidak banyak orang mengetahui nya. Aku kesepian dan aku selalu mencari teman untuk bisa bermain bersama dengan ku*


Suster Diana seketika dia langsung menutup buku tersebut.


"Astaga pikiran ku seketika menjadi negatif membaca nya, apakah mungkin Putri Belinda pun menjadi salah satu teman yang dia inginkan."


Suster Diana mulai merasakan kegelisahan nya, dia pun langsung melemparkan buku tersebut dan secara mengejutkan terjatuh kertas putih seperti foto dari buku merah tersebut.


Wajah yang sangat cantik sekali dan imut seperti boneka, Suster Diana pun memandangi wajah anak perempuan tersebut.

__ADS_1


"Anak kecil perempuan itu yang selalu ada di kamar Putri Belinda, dia begitu sangat cantik sekali tapi sayang pada aku melihat nya dengan wajah hancur dan penuh dengan darah. Sekarang akhirnya aku mengetahui wajah aslinya."


Suster Diana yang terus menerus memandangi foto tersebut dan di belakang foto terdapat nama Merry dan tanggal kematian nya.


"Dia bernama Merry, sama seperti Merry yang aku inginkan di pantai asuhan. Astaga apakah sekarang Merry dan Putri Belinda sedang bermain-main bersama. Aku merasa sangat sakit sekali ketika mengetahui nya."


Suster Diana pun mencari tahu di mana jasad Merry dia buang tapi dia tidak menemukan nya.


"Apakah yang membuat Merry yang selalu hadir dia ingin aku membantu nya dengan perkara-perkara yang di buat di rumah yang dulu. Jika memang seperti ini adanya Putri Belinda dia sekarang sedang bermain dengan Merry buku merah yang ternyata memiliki kisah yang sangat tragis sekali."


Suster Diana memilih untuk tidak menceritakan tentang semua ini kepada Melinda, Suster Diana yang ingin menjaga rahasia ini.

__ADS_1


"Aku mengerti sekarang, jika Merry yang tidak di temukan dan di kuburkan secara layak maka dia akan selalu mencari teman untuk menemani nya. Mencari teman dalam arti dia yang akan membuat banyak korban jiwa sampai keinginan nya terwujud."


Suster Diana sampai merasa ketakutan sekali dia ingin sekali mencari di tempat yang di maksud oleh Merry, Suster Diana ingin membantu Merry agar arwah nya tenang dan damai.


__ADS_2